Tauhid Adalah Kekuatan Tertinggi dan Juga Sekaligus Kelemahan Tertinggi Umat Islam

Begitu panjang sejarah yang melatarbelakangi lahirnya gerakan Wahabi yang menjadikan Islam sebagai agama mengalami kekalahan dan kelemahan disebabkan munculnya fitnah yang bermunculan dari dalam. Kemunculan fitnah dari dalam tersebut bukan sesuatu yang kebetulan, melainkan sudah direncanakan oleh pihak-pihak yang membenci agama Islam. Mereka menganggap bahwa selama Islam jaya dan bersatu maka kepentingan mereka untuk mempengaruhi dunia baik secara ekonomi maupun ideologi akan terus terganggu.

Mereka adalah Yahudi yang didukung penuh oleh Zionis dan Nasrani yang didukung penuh oleh imperialis. Kenapa mereka bersekutu dan berkonspirasi untuk menghancurkan Islam adalah disebabkan bertahun-tahun terkucilnya mereka di panggung dunia disebabkan kekalahan mereka berkali-kali dalam peperangan melawan kaum muslimin yang dimulai sejak era Umar bin Khattab hingga peperangan Salib. Puncak kekalahan mereka ditandai terusirnya kaum Yahudi dari tanah air mereka di Palestina. Dan berjayanya kekuasaan Islam hingga ke Eropa dengan ditandai berdirinya dinasti Ottoman di Turki. Praktis sejak saat itu Islam menguasai hampir sekitar sepertiga belahan dunia dan terhimpitnya kehidupan kaum Yahudi dan Nasrani.

Bermula dari rasa jengkel dan sakit hati kaum Yahudi dan Nasrani tersebut, sehingga mendorong mereka bersekongkol membangun kekuatan untuk meruntuhkan pengaruh Islam di dunia dengan berbagai macam cara. Sadar ketidak mampuan mereka untuk melawan Islam secara terang-terangan ketika terbukti kekalahan mereka berkali-kali melawan umat Islam, mendorong mereka untuk berkonspirasi licik menghancurkan Islam dari dalam.

Fitnah Wahabi lah yang dipilih mereka untuk disuntikkan ke dalam tubuh umat Islam. Kelahiran Wahabi memang sudah dipersiapkan secara matang. Membutuhkan hampir seratus tahun merumuskan konsep apa yang paling ampuh sebagai senjata untuk meruntuhkan Islam. Ratusan agen mata-mata yang dikirim ke berbagai negara Islam untuk menemukan kelemahan Islam dari dalam.

Baca Juga;

Pengakuan Mr. Hempher Seorang Pencetus Manhaj Wahabi-Salafi

Manhaj Salafy Sengaja Diciptakan Barat Memalui Tangan Saudi untuk Konspirasi Menghancurkan Islam dari Dalam

Pada akhirnya, mereka menemukan titik lemah yang dimiliki kaum muslimin. Mereka menympulkan bahwa ternyata tauhid yang merupakan titik terkuat yang dimiliki umat Islam juga sekaligus merupakan kelemahan tertinggi. Tauhid adalah sebagai kekuatan tertinggi dan juga sekaligus kelemahan tertinggi yang dimiliki umat Islam. Sebagaimana jantung merupakan organ terpenting juga sekaligus oragan terlemah yang dimiliki manusia. Manusia hidup bertopang pada organ utama jantung tersebut, namun bila manusia lain ingin membunuh seseorang dengan cepat dan tepat maka sasaran utamanya adalah menghancurkan jantungnya.

Umat Islam terbukti disatukan dengan semangat Tahudi. Namun ketika umat lain mengetahui dan memanfaatkan kekuatan tersebut, tauhid juga menjadi titik lemah umat lain untuk menghancurkan umat Islam. Sebagaimana tidak dipungkiri pula bahwa tauhid terkadang terlihat mngerikan ketika seringkali kalimat tauhid disandingkan dengan pedang. Dimana pedang terkadang merupakan alat perjuangan namun di sisi lain pedang juga penyebab terjadinya pertumpahan darah.

Jadi jangan heran bila permusuhan dan perpecahan umat Islam berawal dari sini. Tidak heran manakala umat Islam pada akhirnya menuduh dan membunuh saudara muslim lainnya dengan alasan pihak lain telah kafir, sirik, munafik, tersesat dan sejenisnya.

Mereka tidak segan-segan menghancurkan saudara sesama muslim dengan alasan menjaga tauhid, dengan alasan melawan kesyirikan, dan lain sebagainya. Berapa sahabat yang terbunuh seperti Umar, Ali, dan lainnya terbunuh sia-sia dengan alasan tuduhan kekafiran, tuduhan kesyirikan, dan tuduhan kesesatan. Berapa negara Islam yang hancur disebabkan berawal dari saling klaim kebenaran, saling klaim yang paling selamat, dan saling klaim yang paling sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

Alasan itulan kenapa Yahudi dan Nasrani memilih Muhammad bin Abdul Wahab yang memiliki watak super ekstrim, merasa paling benar, merasa paling suci untuk menghancurkan Islam dari dalam. Muhammad bin Abdul Wahab dan umat-umat Islam yang berwatak sama dengannya dipilih untuk dipakai alat berharap agar dalam umat Islam akan terus bermunculan benih-benih permusuhan dan pertiakaian antar sesama.

Sebab tauhid merupakan perkara yang paling sensitif, sehingga dengan alasan untuk melindungi kesucian tahuid maka umat Islam akan mudah tersinggung bila tauhidnya merasa dikotori atau ada yang mengganggu. Mental merasa mudah tersinggung karena melindungi kesucian agamanya inilah yang dimanfaatkan oleh konspirasi Zionis Imperialis untuk membuat kekacauan dalam tubuh umat Islam.

Tujuan Zionis Imperialis ternyata terbukti sukses ketika antar sesama umat Islam mudah tersinggung sehingga saling menuduh, saling menyesatkan, saling membid’ahkan, dan bahkan saling membunuh serta menghancurkan. Itulah yang dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahab dan para penudukungnya yang berada dalam gerakan yang mereka namakan Muwahhidun.

Disebabkan faham ini ditolak mayoritas umat Islam, maka berkali-kali mereka mengganti nama seperti Salafi atau Salafusshalih hingga berlindung di bawah nama Ahlussunnah wal Jamaah. Namun seberapa kali mereka berganti nama, mayoritas umat Islam tetap menyebut mereka dengan nama Wahabi.

Wahabi adalah satu pemahaman diasaskan oleh Muhammad bin abdul Wahab. Pemahaman ini dinisbahkan kepada nama bapaknya al-Wahab, sebagai Wahaby, tidak kepada namanyasendiri sebagai Muhammady, ini adalah ijtihad para ulama agar umat Islam tidak keliru menerima ajaran dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam buku “Melepas Belitan Wahabi” Abi Maulana Syarifuddin menjelaskan bahwa Muhammad bin Abdul Wahab lahir pada tahun 1701-1793 M. atau 1122-1214 H. Umurnya 92 tahun. Disebuah kampung `ainiah Nejad Arab Sa`udi. Ibnu Abdul Wahab adalah seorang yang lemah pikiran dan berpenyakitan. Abang dan ayahnya sendiri menganggap sebagai anak yang tidak siuman. Ibnu Abdul Wahab terpengaruh kepada ajaran Ibnu Taimiyah yang berfaham Mujassimah (Menyakini Allah memiliki fisik). Kemudian dia mengembara belajar di Bashrah dan berguru kepada Syekh Muhammad al Majmui, seorang agen Yahudi dari Inggris yang menyamar sebagai ulama yang nama aslinya adalah Mr. Hamper.

Mr. Hamper adalah seorang Pakar Islam yang mahir dalam berbahasa Arab, Turki, Farsi, dan telah lama mempelajari Islam di Turki dan Iraq. Syekh Majmu`i atau Mr. Hamper. Merasuah Ibnu Abdul Wahab dengan hadiah kawin Muth`ah dua orang agen perempuan Yahudi, yang menyamar sebagai muslimah, dengan nama 1. Shafiadi Isfahan dan 2. Asiadi Is-siraj. maka dengan mudah Yahudi mencatur atau membonekakan Ibnu Wahab semau-maunya untuk menyebarkan aliran baru dalam sesuai dengan perancangan Yahudi. Dengan ajaran baru itu Ibnu Abdul Wahab kembali ke kampungnya, namun ditentang dan diusir oleh bapaknya sendiri yang seorang ulama Sunni (Ahlussunnah Waljama`ah).

Setelah diusir oleh ayahnya, ia menyambung ajarannya keseluruh Nejad. Perjuangan Ibnu Abdul Wahab ini dipantau oleh Mr. Hamper dan disokong oleh kerajaan Britis ( Inggris ). Ibnu Abdul Wahab membawa misi Yahudi kepada pemimpin2 Arab. Dengan sebuah janji:

“jika engkau menolong kami maka kami akan menjadikan kalian pemimpin diwilayah Nejad.”

Pada tahun 1747 M. Ibnu Abdul Wahab bertemu dengan Ibnu Shaud yang keturunan Yahudi yang menguasai ” Dir’iyyah ” dan bergabung lah Ibnu Shaud dan al-Wahab mengembangkan ajaran Wahabi.

Diantara ajaran Wahabi adalah:

“Siapa yang tidak ikut Wahabi dianggap sesat, kafir, halal darah dan hartanya dirampas”.

Dengan faham ini mereka mulai melancarkan aksinya dengan membantai kaum muslimin sebanyak 300 laki-laki di kampung al-Fushul di wilayah kota Al Aqsha dan merampas seluruh harta bendanya. Yang ikut ajarannya wajib berba`iyat bila melawan wajib dibunuh dan dirampas hartanya. Yang paling banyak dibantai dikalangan umat Islam adalah mereka yang masih ada garis keturunan dengan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, namun ada sebagian ketrurunan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang berhasil lari ke Malaysia dan Indonesia. Peninggalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimusnahkan supaya umat Islam tidak lagi membesarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keturunannya.

Pada tahun 1793 M. Ibnu Abdul Wahab meninggal Dunia. Namun ajaran Wahabi terus berkembang dengan sokongan Keluarga As-Sha`ud dan Britis (inggris) atau Yahudi. Dan berhasil menguasai Kerajaan Utsmaniah ketika pemimpinnya telah diserang penyakit Wahan (Cinta dunia secara Berlebihan ).

Cara Berfikir Wahabi Untuk Membenarkan Mereka Bermusuhan dengan Umat Islam Lainnya

Kita sebagai umat Islam perlu membentengi diri dari fitnah Wahabi ini dengan salah satu caranya adalah mencoba memahami alur pemikiran mereka;

Pertama; Wahabi pemecah belah umat

Mereka selalu berfikir bahwa umat Islam lain terpecah-pecah disebabkan kekuasaan, politik, dan ekonomi. Sehingga mereka merasa terpanggil untuk menyatukannya. Padahal yang terjadi merekalah yang sebetulnya malah yang memecah belah umat Islam lainnya dengan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar.

Kedua; Wahabi pemberontak pemerintahan yang sah

Mereka menuduh para penguasa pada masa awal lahirnya Wahabi memungut upeti dari rakyat jelata. Padahal Muhammad bin Abdul Wahab bersama kelompok separatisnya yang merampas harta rakyat dengan melawan pemerintahan Otoman Turki yang sah pada saat itu.

Kedua; Wahabi aqidahnya sesat

Mereka menganggap paling menjaga kesucian agama dengan mudah menuduh kelompok lain sesat aqidahnya dengan menuduh ziarah kubur merupakan kesyirikan.

Mereka seringkali mengutip dan mengungkapkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits tentang kesyirikan umat Islam. Sebagaimana mereka sering menyampaikan sebuah firman Allah seperti berikut,

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

“Maka apabila mereka menaiki kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan agama padanya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke daratan, seketika mereka kembali berbuat syirik.” (QS. al-Ankabut: 65)

Firman Allah yang juga juga dikutip adalah,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (Surat Muhammad Ayat 19)

Dengan ayat diatas mereka seringkali mendramatiris bahaya syirik dengan mengatakan; “Sesungguhnya kesyirikan pada zaman kita sekarang melebihi kesyirikan umat yang lalu, kesyirikan umat yang lalu hanya pada waktu senang saja, akan tetapi mereka ikhlas pada saat menghadapi bahaya, sedangkan kesyirikan pada zaman kita senantiasa pada setiap waktu, baik di saat aman apalagi saat mendapat bahaya.”

Sebetulnya kutipan ayat tersebut tidak ada yang salah dan juga tidak bermasalah, namun pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan manakala ayat-ayat seperti diatas digunakan untuk menunjukkan pihak-pihak lain yang tidak menjadi kelompoknya sebagai pihak yang syirik dan kafir.

Bilamana dakwah kesyirikan untuk menjaga kemurnian akidah umat Islam memang diperintahkan. Namun bilamana kata syirik dijadikan sebagai tuduhan kepada pihak yang bukan menjadi golongannya, disinilah akar persoalannya.

Padahal ziarah kubur merupakan perintah agama yang telah dicontohkan sendiri oleh Nabi. Dan mereka menganggap dirinya penjaga tauhid, padahal mereka sendiri yang akidahnya tersesat disebabkan mereka berkeyakinan bahwa Allah memiliki jasad yang serupa dengan makhluknya. Dan lain sebagainya.

Ketiga; Wahabi penghancur situs sejarah Islam

Ajaran Wahhabi menentang “pemuliaan terhadap situs-situs bersejarah yang terkait dengan awal ajaran Islam”, dengan alasan bahwa “hanya Allah yang patut disembah” dan “penghormatan terhadap situs-situs yang terkait dengan manusia menyebabkan “syirik” .

Akan tetapi, kritikus menunjukkan bahwa sesungguhnya dalam ziarah kubur, tidak ada Muslim yang memuja bangunan atau makam tersebut, dan melakukan perbuatan syirik. Orang-orang Muslim yang menziarahi makam Ahlul Bait atau Sahabat masih berdoa kepada Allah semata sambil mengingat sahabat dan keluarga Nabi. Banyak bangunan yang terkait dengan sejarah Islam awal, termasuk berbagai makam seperti Makam Al-Baqi dan artefak lainnya di Arab Saudi, telah dihancurkan oleh kaum wahhabi sejak awal abad-19 sampai kini. Praktik penghancuran makam yang kontroversial ini telah menuai banyak kritikan dari Muslim Sunni lain, golongan Sufi, Syi’ah, serta dunia internasional.

Ironisnya, meski Wahabi menghancurkan banyak situs Islam, situs non-Islam, dan situs bersejarah terkait Muslim awal; keluarga keluarga Nabi dan Sahabat Nabi, serta menerapkan larangan keras untuk menziarahi situs-situs tersebut, pemerintah Saudi malah merenovasi makam Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan mengubah tempat kelahirannya menjadi tempat ziarah utama di kerajaan Saudi.

Keempat; Wahabi sebagai sekte baru

Dalam kesempatan tertentu mereka menyebut dirinya adalah Salafus Shalih, yakni penganut faham orang-orang baik terdahulu. Namun di sisi lain mereka mengklai dirinya sebagai pembaharu yang akan membersihkan agama Islam dari kesyirikan, kurafat, kesesatan, dan kebid’ahan. Mereka menganggap dirinya sebagai manusia pilihan yang telah diisyaratkan oleh Nabi dalam sabdanya,

« إِنَّ اللهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا »

“Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun orang yang memperbaharui untuk umat ini agamanya.” (HR. Abu Daud no. 4291, Al Hakim no. 8592)

Mereka menganggap bahwa Muhammad bin Abdul Wahab berasal dari Bani Tamim sehingga mereka seringkali memuji dan mengklaim bahw Muhammad bin Abdul Wahab merupakan manusia pilihan langsung dari Nabi, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَا أَزَالُ أُحِبُّ بَنِي تَمِيمٍ بَعْدَ ثَلَاثٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُهَا فِيهِمْ هُمْ أَشَدُّ أُمَّتِي عَلَى الدَّجَّالِ وَكَانَتْ فِيهِمْ سَبِيَّةٌ عِنْدَ عَائِشَةَ فَقَالَ أَعْتِقِيهَا فَإِنَّهَا مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَجَاءَتْ صَدَقَاتُهُمْ فَقَالَ هَذِهِ صَدَقَاتُ قَوْمٍ أَوْ قَوْمِي

“dari [Abu Hurairah radliallahu ‘anhu] dia berkata; Saya akan senantiasa mencintai Bani Tamim, karena tiga hal yang pernah saya mendengar dari Rasulullah tentang mereka: Pertama, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Mereka (Bani Tamim) adalah umatku yang paling gigih melawan Dajjal.’ Kedua, ada seorang tawanan perempuan dari Bani Tamim di rumah Aisyah. Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Hai Aisyah, bebaskanlah ia! Karena ia adalah keturunan Ismail.’ Ketiga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda ketika ada zakat dari Bani Tamim: ‘Ini adalah zakat kaum kami.’ (Hadits Bukhari Nomor 4018 dan Hadits Muslim Nomor 4587)

Bila mereka mudah mengklaim bahwa Muhammad bin Abdul Wahab merupakan manusia pilihan, namun mereka lupa bahwa Muhammad bin Abdul Wahab yang berasal dari Nejd juga sebagai manusia kutukan dari Nabi. Di mana Muhammad bin Abdul Wahab yang berasal dari Nejd merupakan tanduk setan yang akan menyebar fitnah ke penjuru dunia.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

“dari [Ibnu Umar] mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memanjatkan doa; “Ya Allah, berilah kami barakah dalam Syam kami, ya Allah, berilah kami barakah dalam Yaman kami.” Para sahabat berkata; ‘ya Rasulullah, dan juga dalam Nejed kami! ‘ Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam membaca doa: “Ya Allah, berilah kami barakah dalam Syam kami, ya Allah, berilah kami barakah dalam Yaman kami.” Para sahabat berkata; ‘Ya Rasulullah, juga dalam Nejed kami! ‘ dan seingatku, pada kali ketiga, beliau bersabda; “Disanalah muncul keguncangan dan fitnah, dan disanalah tanduk setan muncul.” (Hadits Bukhari Nomor 6565)

Yang mereka juga mengabaikan fakta sejarah adalah bahwa Muhammad bin Abdul Wahab bukanlah keturunan Bani Tamim, melainkan keturunan dari Yahudi. Sejumlah kesaksian yang meyakinkan bahawa, keluarga Saud merupakan keturunan Yahudi dapat dibuktikan dengan salah satu fakta berikut:

Pada tahun 1960-an, pemancar radio ‘Sawtul Arab’ di Kaherah, Mesir dan pemancar radio di San’a, Yaman, membuktikan bahawa nenek moyang keluarga Saud adalah dari keturunan Yahudi. Bahkan Raja Faisal tidak boleh menyanggah kenyataan itu ketika memberitahu kepada ‘The Washington Post’ pada tanggal 17 Sept 1969 dengan menyatakan bahawa, “kami (keluarga Saud) adalah keluarga Yahudi. Kami sepenuhnya tidak setuju dengan setiap penguasa Arab atau Islam yang memperlihatkan permusuhan kepada Yahudi, sebaliknya kita harus tinggal bersama mereka dengan damai. Negeri kami, Saudi Arabia adalah merupakan sumber awal Yahudi dan nenek moyangnya, lalu menyebar keseluruh dunia”.

Kelima; Alasan Wahabi bersekongkol dengan Zionis Kapitalis

Upaya Abdul Wahab memurnikan tauhid umat Islam, yang dianggap telah terjerumus pada kesyirikan, dan mengembalikan ajaran umat Islam kepada al-Qur’an dan Sunnah, mendapat penolakan yang luar biasa dari berbagai kalangan di jazirah Arab. Bentuk penolakan umat saat itu terhadap dakwah Abdul Wahab adalah dia terusir berkali-kali dari berbagai wilayah di semenanjung Arab. Belakangan, Abdul Wahab harus tertolak dari keluarga besarnya, yang berhaluan Sunni. Dan juga harus terusir dari kampung halamannya sendiri, Uyainah, karena Abdul Wahab dengan paham takfirinya dianggap telah memecah belah umat Islam yang telah rukun saat itu. Di sinilah titik awal tertanamnya dendam kesumat dan rasa sakit hati Abdul Wahab terhadap bangsa Arab pada umumnya dan penduduk Uyainah pada khususnya. Rasa sakit hati dan kekecewaan yang pada akhirnya menghantarkan dia membangun konspirasi dengan kekuasaan klan Saud. Upaya dia membangun konspirasi dengan kekuasaan sangat masuk akal, sebab gerakan pemurnian tauhid menurut versinya sendiri lewat dakwah dan tarbiyah, dirasa tidak efektif hasilnya. Harapan Abdul Wahab atas konspirasi tersebut adalah manhaj takfirinya dapat dikembangkan bila dipaksakan kepada umat menggunakan kekuatan kekuasaan.

Di lain sisi, Mr. Hempher, yang sengaja mempertemukan Muhammad bin Abdul Wahab dengan Muhammad bin Saud sebagai imam Dir’iyyah yang memiliki ambisi besar menjadi penguasa di tanah Arab, merasa memiliki peluang untuk memanfaatkan legitimasi fatwa-fatwa ekstrem Muhammad bin Abdul Wahab untuk merebut tanah Arab dari kekuasaan khilafah Islamiyah Turki.

Mr. Hempher, agen rahasia yang ditugaskan oleh konspirasi Inggris Raya dan Yahudi, memanfaatkan rasa sakit hati Muhammad bin Abdul Wahab dan ambisi Muhammad bin Saud, untuk merongrong kekuasaan Ottoman yang dianggap sebagai penghalang bagi banyak kepentingan Barat (Zionis Israel dan Imperialis Barat), dengan membangun aliansi atau konspirasi pada tahun 1744. Berkat hasutan Mr. Hempher dan sokongan Inggris terhadap dua Muhammad tersebut, pada akhirnya tebentuklah kekuatan perang pada tahun 1774 untuk memulai ekspansi kekuasaan dengan merebut beberapa wilayah Arab hingga ke Damaskus. Kerajaan Saudi pertama, dengan ibu kotanya di Dir’iyyah dan berdiri pada tahun 1744, bermula dari aliansi dua Muhammad tersebut dan dibubarkan secara paksa oleh khilafah Islam Turki pada tahun 1818 M, yang ditandai dengan eksekusi imam terakhir kerajaan Saudi pertama Abdullah bin Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud beserta sebagian besar klan Saud oleh khilafah Islam Turki. Kerajaan Saudi kedua, dengan Riyadh sebagi ibu kotanya, dibangkitkan kembali oleh Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Saud pada tahun 1824, berkat dukungan kolonial Inggris, lagi-lagi dapat dibubarkan kembali oleh khilafah Islam Turki pada 1891. Klan Saudi diasingkan ke Kuwait pada tahun 1893. Pada tahun 1902, Abdul Aziz, klan Saud yang tersisa dari anak Abdurrahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah bin Muhammad bi Saud, berhasil melakukan pemberontakan kepada khilafah Islam Turki, dengan ditandai terbunuhnya pemimpin Bani Rasyid sebagai penguasa perwakilan khilafah Islam Turki dan menduduki Riyadh. Peristiwa ini merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Arab Saudi ketiga pada 1932 hingga sekarang.

Baca Juga;

Sejarah Awal Terjadinya Konspirasi Wahabi dengan Zionis Yahudi dan Kapitalis Nasrani

Beberapa Watak Wahabi Dibalik Klaim Dakwah Tauhid

Walaupun gerakan Wahabi selalu mengaku dirinya sebagai pemurni agama dan dakwah tauhid. Namun tidak dapat dihindari dalam prakteknya faham ini memiliki watak asli yang sulit dihindari sehingga mudah menimbulkan permusuhan dan pertikaian di tengah-tengah umat Islam. Di antara watak asli yang dimiliki Wahabi ini di antarnya adalah;

  • Wahabi mengingkari kitab-kitab mazhab yang empat.
  • Wahabi menganggap Muhammad bin Abdul Wahab sebagai mujtahid dan pembaharu dalam agama Islam.
  • Wahabi menganggap bahwa perbedaan pendapat antara ulama adalah bencana.
  • Wahabi mengkafirkan orang yang bertawassul dengan orang-orang saleh.
  • Wahabi pernah berencana akan meruntuhkan kubah yang ada di atas kuburan Rasululllah sebab dianggap sebagai kesyirikan.
  • Wahabi mengharamkan ziarah kubur sebab merupakan kesyirikan.
  • Wahabi selalu menuduh kaum muslimin yang menghormati orang-orang shalih sebagai kaum kafir karena mengkultuskannya.
  • Wahabi menuduh syirik dan bid’ah pada kaum muslimin yang mengamalkan ajaran-ajaran sunnah dzikir berjamaah, dzikir dengan suara keras, dzikir setelah shalat, dan qunut subuh.
  • Sebab Wahabi menolak takwil dan tafsir, sehingga mereka meyakini Allah berjasad (mujassimah) dan menyerupai (musabbihah) makhluqnya sebab memaknai nash al-Qur’an dan hadits berdasarkan dzahirnya saja.
  • Dan masih banyak lagi.

Penutup

Sebagaimana dialami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dakwah menegakkan Islam sebagai agama yang kuat dan dakwah menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam niscaya akan menghadapi musuh-musuh yang tiada henti-hentinya untuk menyebarkan permusuhan dan pertikaian untuk memadamkan cahaya kemajuan Islam di muka bumi ini. Daulah Utsmani, yang merupakan representasi kelompok Shufi, yang juga diagungkan banyak kelompok pergerakan Islam, adalah salah satunya.

Sudah menjadi sunnatullah, Allah telah menetapkan adanya musuh-musuh yang senantiasa menghalangi dakwah menuju kejayaan Islam. Silih berganti mereka datang dari kaum kafir yang memanfaatkan kaum ekstrimis dan radikalis yang memakai baju Islam namun malah menghancurkan Islam dari dalam sebab permusuhan dan pertikaian yang tidak henti-hentinya.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

“Demikianlah Kami jadikan bagi setiap Nabi itu musuh (yaitu) setan dari jenis manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada bagian yang lain perkataan indah sebagai tipuan.” (QS. al-An-‘am: 112)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا

“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (Surat Al-Furqan Ayat 31)

“Dan demikianlah, kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh dari kalangan orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Rabb mu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.” (Al-Furqan: 31)

Permusuhan kaum kafir terhadap Islam tidak akan pernah ada ujungnya. Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri dalam firmannya,

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Surat Al-Baqarah Ayat 120)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke