Sebagian Ulama Madzhab Maliki Menghukumi Makruh Penggunaan Cadar Bila Syuhroh”

Dikutip dari Kumparan, Menurut dosen Unusia Jakarta, Muhammad Idris Masudi mengatakan bahwa “Meski mayoritas muslim Indonesia kebanyakan (menganut) Syafii, tapi saya sepakat untuk mengutip pendapat Mahzab Maliki. Kalau di Maliki disebutkan penggunaan cadar itu makruh, ketika perempuan menggunakan cadar di negara yang tidak memiliki tradisi penggunaan cadar. Karena hal itu dianggap syuhroh, yakni berpakaian menyelisihi kebiasaan masyarakat setempat yang berpotensi menimbulkan fitnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا

“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh (mencolok dan menyelisihi kebiasaan penduduk setempat), maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan pada hari Kiamat dan dia akan di masukkan ke dalam api Neraka.” (Hadits Ibnu Majah Nomor 3597)

Disamping itu mengenakan cadar di lingkungan yang tidak bercadar dan apalagi menganggap cadar merupakan kewajiban sudah tergolong berlebih-lebihan dalam beragama,” imbuhnya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut,

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (Surat Al-Ma’idah Ayat 77)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Baca Penjelasan Selengkapnya Pada Artikel;

Sejarah Penggunaan Cadar’

Bagikan Artikel Ini Ke