Posisi Tangan dan Jari-jari Saat Ruku’

Sebelum rukuk disunnahkan mengangkat kedua tangan dahulu. Disebutkan juga dalam hadits Wa’il bin Hujr radhiallahu’anhu,

فاستقبلَ القبلةَ فَكبَّرَ فرفعَ يديهِ حتَّى حاذَتا أذُنيهِ ثمَّ أخذَ شمالَهُ بيمينِهِ فلمَّا أرادَ أن يرْكعَ رفعَهما مثلَ ذلِكَ ثمَّ وضعَ يديهِ على رُكبتيهِ

“… lalu Nabi menghadap kiblat, lalu bertakbir dan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan telinga. Kemudian beliau memegang tangan kiri dengan tangan kanannya. Ketika beliau hendak rukuk beliau mengangkat kedua tangannya sebagaimana sebelumnya, kemudian meletakkan kedua tangannya di lututnya…” (Hadits Riwayat Abu Daud Nomor 726)

Kedua tangan diletakkan pada lutut dengan sempurna. Disebutkan dalam hadits ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshori radliallahu ‘anhu,

فَلَمَّا رَكَعَ وَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ

“Ketika ruku, ia meletakkan kedua tangannya pada lututnya.” (Hadits Riwayat Abu Daud No. 863 dan Nasai No. 1037)

Dalam riwayat Abu Humaid As Sa’idiy menjelaskan posisi tangan saat rukuk di letakkan pada lututnya dan jari jemarinya direnggangkan, beliau berkata,

فَإِذَا رَكَعَ أَمْكَنَ كَفَّيْهِ مِنْ رُكْبَتَيْهِ وَفَرَّجَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

“Jika ruku’, beliau meletakkan dua tangannya di lututnya dan merenggangkan jari-jemarinya.” (Hadit Riwayat Abu Daud No. 731)

Kedua tangannya menggenggam kedua lututnya. Dalam hadits lain juga diriwayatkan,

ثُمَّ رَكَعَ فَوَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ كَأَنَّهُ قَابِضٌ عَلَيْهِمَا

“Kemudian beliau ruku’ dan meletakkan kedua tangannya di lututnya seakan-akan beliau menggenggam kedua lututnya tersebut.” (Hadits Riwayat Abu Daud No. 734, Tirmidzi No. 260 dan Ibnu Majah No. 863)

Sebagian ulama menganjurkan untuk memandang tempat sujud ketika shalat. Mereka berdalil dengan hadits Anas bin Malik radhiallahu’anhu,

قلتُ: يا رسولَ اللهِ !أينَ أضَعُ بصَري في الصلاةِ ؟ قال: عِندَ مَوضِعِ سُجودِكَ يا أنسُ

“Anas berkata: Wahai Rasulullah, kemana aku arahkan pandanganku ketika shalat? Rasulullah menjawab: ke arah tempat sujudmu wahai Anas.” (Hadits Riwayat Al Baihaqi Nomor 2/283)

Dalam riwayat lain disebutkan,

دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكَعْبَةَ مَا خَلَفَ بَصَرُهُ مَوْضِعَ سُجُودِهِ حَتَّى خَرَجَ مِنْهَا

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam masuk ke ka’bah, pandangan beliau tidak pernah lepas dari arah tempat sujud sampai beliau keluar.” (Hadits Riwayat Al Hakim Nomor 1/479, dan Ibnu Khuzaimah Nomor 3012)

Baca juga; Tata Cara Ruku dalam Shalat

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke