Orang Mati Masih Dapat Menerima Kiriman Manfaat Doa

Menurut bahasa kata doa berarti seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, mengucap, memanggil. Sedangkan menurut istilah doa adalah suatu permohonan atau permintaan dan ucapan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penguasa alam semesta, seperti; Meminta ampunan, keselamatan hidup, minta diberikan rizki, mohon diberi kesehatan, mati dalam keadaan husnul khatimah, dan ketetapan iman dan Islam, dan lain sebagainya. Banyak keutamaan yang dimiliki ibadah doa di samping dapat merubah takdir, setiap doa pasti akan dikabulkan oleh Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ﴿غافر:٦۰

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mukmin [40]: 60)

Hukum mendoakan orang lain yang sudah meninggal

Manfaat doa ternyata bukan hanya dapat dirasarakan oleh mereka yang masih hidup saja, karena faedah doa juga dapat dirasakan oleh mereka yang sudah meninggal. Kedudukan doa dari orang yang masih hidup dapat dirasakan manfaatnya bagi mereka yang sudah meninggal. Pemahaman ini didasari oleh banyak dalil yang menunjukkan kebenaran dan kebolehannya. Di antaranya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang (yang masih hidup) yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu (sudah meninggal) dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (Surat Al-Hasyr Ayat 10)

Berdasarkan ayat di atas menunjukkan bahwa hukumnya boleh, bermanfaat, dan bisa sampai sebuah doa dari siapa saja yang masih hidup kepada siapa saja dari kaum muslimin dan mukminin yang telah meninggal dunia.

Hukum mendoakan seorang anak kepada kedua orang tua yang sudah meninggal

Apalagi doa seorang anak yang masih hidup akan terus mengalir kepada kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Salah satu bentuk bakti anak kepada orang tua adalah mendoakan kedua orang tuanya. Karena doa anak kepada orang tuanya yang sudah meninggal akan sangat bermanfaat saat berada di alam akhirat. Hukum ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (Hadits Muslim Nomor 3084)

Perintah mendoakan orang yang sudah meninggal

Panjatan doa-doa dari orang yang masih hidup merupakan perintah agama. Hal ini sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh beberapa hadits berikut,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ قَالَ أَبُو دَاوُد بَحِيرٌ ابْنُ رَيْسَانَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila telah selesai dari menguburkan mayit beliau berkata: “Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mohonkanlah keteguhan untuknya, karena sesungguhnya sekarang ia sedang ditanya.” Abu Daud berkata; Bahir bin Raisan.” (Hadits Abu Daud Nomor 2804)

Berdasarkan hadits di atas, mendoakan orang yang sudah meninggal, khususnya kepada kedua orang tua merupakan perintah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri juga sering mencontohkan berdoa untuk orang yang meninggal. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut,

عَنْ أَبِي إِبْرَاهِيمَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي الصَّلَاةِ عَلَى الْمَيِّتِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا

“dari [Abu Ibrahim Al Anshari] dari [bapaknya] bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdo’a saat menshalati mayit, “Ya Allah berilah ampunan bagi yang masih hidup di antara kami dan yang sudah meninggal dunia, orang yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir, kaum laki-laki di antara kami dan kaum wanita, orang yang masih muda di antara kami dan orang yang sudah tua.” (Hadits Nasai Nomor 1960)

Manfaat mendoakan orang yang sudah meninggal

Di samping mendoakan mayit telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, doa juga bermanfaat sebagai penolong bagi mayit. Sebagaimana sebuah riwayat hadits berikut,

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

“Mayat yang dishalatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah melebihi seratus orang, dan semuanya mendo’akannya, maka do’a mereka untuknya akan dikabulkan.” (Hadits Muslim Nomor 1576)

Sudah sangat jelas, bahwa mendoakan orang tua dan siapapun yang sudah meninggal merupakan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, juga ia sangat bermanfaat bagi mereka yang sudah meninggal.

Syubhat Syariat

Ayat dan Hadits di atas secara tersirat menjelaskan bahwa untaian doa seorang anak kepada orang tuanya menjadi sangat berarti bagi ketenangannya di alam barzakh. Doa anak diibaratkan air yang bisa menyejukkan dan menyegarkan dahaga saat di padang tandus.

Walaupun mayoritas ulama berpandangan doa dari orang yang masih hidup untuk orang yang sudah meninggal bisa sampai dan sangat bermanfaat. Namun ada sebagian kecil golongan umat Islam seperti yang mengingkarinya. Dengan anggapan bahwa amalan dari orang lain tidak berguna sebab bukan dari usahanya sendiri. Mereka mendasarkan pendapatnya dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut,

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,” (Surat An-Najm Ayat 39)

Terkait dengan pemahaman golongan ini kuranglah tepat, sebab pemahaman golongan ini sangat bertentangan dengan lebih banyak dalil sahih yang membenarkan dan memperbolehkan doa dari orang yang masih hidup untuk orang yang sudah meninggal.

Sudah sangat jelas bahwa berdasarkan dalil-dalil yang sangat kuat dari Al-Qur’an dan Hadits membenarkan, membolehkan, dan memerintahkan bagi mereka yang masih hidup tetap melakukan amal shalih dengan mendoakan mereka yang sudah meninggal. Khusunya bagi seorang anak dianjurkan tetap berbakti kepada orang tuanya yang telah meninggal dengan mendoakannnya. Sebab doa sangat bermanfaat untuk meringankan beban dengan ampunan yang didapat dari Allah bagi orang tua kita yang sudah meninggal di alam barzakh.

Baca juga;

Hukum Menggantikan dan Mewakilkan Ibadah

Orang Mati dan Orang Hidup Sejatinya Masih Berhubungan

Orang Mati Masih Mengetahui Keadaan Orang Yang Masih Hidup

Kematian Hanya Memutus Amal, Namun Bukan Memutus Pahala

Kirim Manfaat Doa kepada Orang Tua yang sudah Meninggal

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke