Nisbat Wahabi Kepada Muhammad bin Abdul Wahab atau Abdul Wahab bin Rustum

Apa itu Wahabi?

Wahabi ialah aliran di dalam Islam yang ditujukan kepada pengikut Muhammad bin Abdul Wahab. Muhammad bin Abdul Wahab lahir pada tahun 1703/1115 di ‘Uyaynah. Ibnu Abdul Wahab berasal dari daerah Najd, belahan timur kerajaan Arab Saudi sekarang.

Terkait tempat kelahiran tokoh Wahabi ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

“dari [Ibnu Umar] mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memanjatkan doa; “Ya Allah, berilah kami barakah dalam Syam kami, ya Allah, berilah kami barakah dalam Yaman kami.” Para sahabat berkata; ‘ya Rasulullah, dan juga dalam Nejed kami! ‘ Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam membaca doa: “Ya Allah, berilah kami barakah dalam Syam kami, ya Allah, berilah kami barakah dalam Yaman kami.” Para sahabat berkata; ‘Ya Rasulullah, juga dalam Nejed kami! ‘ dan seingatku, pada kali ketiga, beliau bersabda; “Disanalah muncul keguncangan dan fitnah, dan disanalah tanduk setan muncul.” (Hadits Bukhari Nomor 6565)

Peryataan Rasul ini mungkin tidak berkaitan langsung dengan Muhammad bin Abdul Wahab, tetapi fakta sejarah menunjukan bahwa sebagian kelompok yang merasahkan umat Islam lahir dari daerah ini: misalnya nabi palsu Musailamah al-Kadzab.

Meskipun Muhammad bin Abdul Wahab sangat dipuji pengikutnya, tetapi perlu diketahui bahwa Ayah kandung Muhammad bin Abdul Wahab sendiri sudah lama merasa aneh dan janggal melihat pemikiran anaknya. Bahkan, kakak kandung Ibnu Abdul Wahab, Sulaiman bin Abdul Wahab, mengkritik keras dan menolak pandangan keagamaan pendiri wahabi ini. Kritikan Sulaiman tersebut ditulis dalam buku al-Shawa’iq al-Ilahiyyah fi al-Radd ‘ala al-Wahabiyyah.

Sejak ayahnya meninggal, Muhammad bin Abdul Wahab merasa bebas berpendapat serta menyerang prilaku umat Islam yang bertentangan dengan pendapatnya. Pendiri wahabi ini memahami al-Qur’an dan hadis secara sempit dan sangat tekstual, sehingga mereka begitu mudahnya membid’ahkan dan mengafirkan orang yang tidak mengikuti pemahaman mereka.

Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab sejak dulu kontroversial dan mengundang kritikan dan hujatan banyak orang. Dia ingin melakukan permunian terhadap ajaran Islam, sehingga menganggap ziarah kubur dan tawassul sebagai bentuk kemusyrikan. Sebab itu, tidak mengherankan bila pandangan Ibnu Abdul Wahab ini dikritik banyak orang dan bertentangan dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah.

Karena paham Muhammad bin Abdul Wahab dianggap bertentangan dengan mayoritas ulama dan pengikutnya selalu membuat resah masyarakat di mana-mana, akhirnya kelompok ini tidak mau lagi menggunakan nama Wahabi. Mereka mengarang cerita baru bahwa aliran wahabi sebenarnya dinisbatkan kepada pengikut Abdul Wahab bin Rustum (211 H), bukan kepada Muhammad bin Abdul Wahab.

Abdul Wahab bin Rustum adalah pengikut paham khawarij yang mengafirkan muslim yang melakukan dosa, serta memberontak kepada pemerintahan Islam. Akan tetapi, fakta sejarah menunjukan, pengikut Abdul Wahab bin Rustum tidak dinamakan wahabi (الوهابية), tetapi wahbiyyah (الوهبية). Kelompok ini disebut wahbiyyah karena Abdul Wahab bin Rustum sebenarnya bukan pendiri aliran ini, pendirinya adalah Abdullah bin Wahbi al-Rasibi (38 H).

Dengan demikian, penisbatan wahabi kepada Abdul Wahab bin Rustum tidaklah tepat. Beberapa tokoh wahabi pun sebenarnya mereka mengakui dan bangga dengan nama wahabi sebagai pengikut Muhammad bin Abdul Wahab. Hanya belakangan ini saja kelompok ini menepis anggapan banyak orang kalau mereka adalah wahabi.

Source: Buku Pintar Salafi-Wahabi disusun oleh Tim Harakah Islamiyah

Bagikan Artikel Ini Ke