Menghadiahkan Manfaat Salam untuk Orang yang Sudah Meninggal

Perintah mengucapkan salam bukan hanya ditujukan kepada sesama saudara muslimnya yang masih hidup. Namun agama mensyari’atkan mengucapkan salam juga kepada mereka yang sudah meninggal dunia.

Arti ucapan salam sendiri adalah: keselamatan dan kesuksesan dari Allah bagimu. Ucapan salam dari seseorang kepada orang lain berfaidah mendapat perlindungan dan penjagaan dari Allah, karena as-Salâm adalah salah satu dari nama-nama Allah yang maha Indah. (Penjelasan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim 4/117).

Ketika umat Islam disyariatkan untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur saat ziarah kubur, hal itu pertanda bahwa pertama; Orang yang sudah meninggal masih mengetahui keadaan orang yang masih hidup. Kedua; Amal baik dari orang yang masih hidup dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang sudah meninggal.

Baca juga;

Kematian Hanya Memutus Amal, Namun Bukan Memutus Pahala

Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ya Rasulullah, apa yang harus aku ucapkan ketika aku ziarah kubur?

قُولِى السَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلاَحِقُونَ

Ucapkanlah, “Assalamu alaikum wahai penghuni kubur, dari kalangan mukmini dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang yang telah meninggal dan yang masih hidup. Dan insyaaAllah kami akan menyusul kalian.” (HR. Muslim 2301)

Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memberi salam kepada penghuni kubur. Hal ini membuktikan bahwa mereka mendengar salam dari orang yang masih hidup.

Baca Juga:

Orang Mati dan Orang Hidup Sejatinya Masih Berhubungan

Orang Mati Masih Mengetahui Keadaan Orang Yang Masih Hidup

Sanggahan Terhadap Mereka yang Meyakini Orang Mati tidak Mengetahui Keadaan Orang Yang Hidup

Orang Mati Bisa Mendengar, Melihat, dan Berbicara?

Juga ada satu riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ أَخِيهِ الْمُؤْمِنِ كَانَ يَعْرِفُهُ فِي الدُّنْيَا فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إلَّا عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ

Apabila ada seseorang yang melewati kuburan saudaranya sesama mukmin yang dia kenal di dunia, lalu dia memberi salam, maka saudaranya akan akan menjawab salamnya. (Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam al-Istidzkar 1/185)

Sudah sangat terang bahwa mayit masih bisa mengetahui orang yang dia kenal ketika menziarahinya. Sedangkan faidah ucapan salam bagi yang mengucapkan akan mendapat balasan cinta. Ikatan cinta antar sesama muslim akan terjalin walaupun sudah dipisah dengan maut. Oleh karenanya disunnahkan mengucapkan salam ketika masuk kompleks pekuburan agar ahli kubur mendapatkan manfaatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كَانَ إِذَا أَتَى عَلَى الْمَقَابِرِ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

“bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika mendatangi kuburan, beliau berdoa: “Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, dan kami insya Allah akan bertemu kalian, kalian bagi kami sebagai pendahulu dan kami bagi kalian sebagai pengikut. Aku memohon keselamatan kepada Allah bagi kami dan kalian.” (Hadits Nasai Nomor 2013)

Ketika mengucapkan salam sebaiknya menghadap wajah mayat sambil berdiri dan sebelum berkeinginan untuk duduk.

Dengan demikian, tidak perlu lagi ragu akan manfaat dari amalan ucapan salam terhadap ahli kubur saat kita melewati atau sedang berziarah kubur. Sebab ucapan salam sangat bermanfaat bagi mayit dan berpahala bagi yang mengamalkannya.

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke