Ketentuan Shalat Jahriyah Dan Sirriyah Ketika Safar”

Ibnu Hajar Asqolani mengatakan bahwa mengenai bacaan imam sewaktu safar tidak ada perincian mengenai hal ini (yaitu apakah tetap jahriyah dan sirriyah). Namun, dalam sebuah Hadits nampaknya ada isyarat bahwa dalam keadaan safar pun kondisi shalat jahriyah dan sirriyah tetap diberlakukan. Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي سَفَرٍ فَقَرَأَ فِي الْعِشَاءِ فِي إِحْدَى الرَّكْعَتَيْنِ بِالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

“Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Walid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [‘Adi] berkata, “Aku mendengar [Al Bara’], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika safar (bepergian) pada shalat ‘Isya membaca pada salah satu dari dua rakaatnya dengan ‘WAT TIINI WAZ ZAITUUN’.” (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 725)

Sahabat mengetahui apa surat yang dibaca menunjukkan bahwa shalat tersebut dikeraskan bacaannya.

Bagikan Artikel Ini Ke