Jangan Anggap Kecil Kebaikan Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dimuliakan dan di istimewakan oleh Allah SWT. Maka, waktu yang sangat tepat jika digunakan untuk melakukan kebaikan atau melakukan amal ibadah. Seperti yang telah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gemar melakukan kebaikan di bulan Ramadhan.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan. Dan kelembutan Beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril alaihissalam datang menemui Beliau. Dan Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau, maka Beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus”. (Hadits Bukhari Nomor 1769)

Dari hadits di atas Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Itu berarti disunnahkan memperbanyak kebaikan di bulan Ramadhan.” Juga kata beliau disunnahkan pula untuk mempelajari Al-Qur’an di bulan tersebut. (Lihat:Syarh Shahih Muslim, 15: 62).

Jadi, selagi kita masih diberi kesehatan dan kesempatan oleh Allah SWT. Janganlah kita lewatkan kesempatan ini untuk tidak melakukan kebaikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Karena kesempatan itu tidak datang untuk yang kedua kali. Maka, gunakanlah kesempatan itu dengan semaksimal mungkin.

Meskipun kita masih sulit menghindari beban kehidupan, seperti pekerjaan di kantor. Namun, janganlah menyebabkan kita tidak mengerjakan amal ibadah dan amal kebaikan di bulan Ramadhan sama sekali. Karena bulan Ramadhan kali ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengawali menjadi hamba yang lebih baik di sisi-Nya, daripada orang yang sama sekali tidak melakukan suatu kebaikan apapun. Jabir bin Sulaim pernah dinasehati oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَا تَسُبَّنَّ أَحَدًا وَلَا تَزْهَدَنَّ فِي الْمَعْرُوفِ وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ وَلَوْ أَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَاءِ الْمُسْتَسْقِي

“Janganlah kamu menghina seseorang dan jangan meremehkan kebaikan sedikit pun, walau dengan memberi senyuman kepada saudaramu bila bertemu, atau hanya dengan menuangkan ember airmu ke bejana orang yang membutuhkan air, (Hadits Ahmad Nomor 19718)

Abu Dzar juga pernah dinasehati seperti itu pula,

لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah kamu menganggap remeh sedikitpun terhadap kebaikan, walaupun kamu hanya bermanis muka kepada saudaramu (sesama muslim) ketika bertemu.” (Hadits Muslim Nomor 4760)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah juga menasehatkan kepada para wanita,

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ

“Wahai para wanita muslimah, janganlah antara tetangga yang satu dengan yang lainnya saling meremehkan walaupun hanya dengan memberi kaki kambing.” (Hadits Bukhari Nomor 5558 dan Hadits Muslim Nomor 1711)

Sekecil apapun kebaikan tetaplah akan mendapat balasan pahala. Nabi bersabda,

لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ وَوَجْهُكَ مُنْبَسِطٌ وَلَوْ أَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَاءِ الْمُسْتَسْقِي وَإِنْ امْرُؤٌ شَتَمَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلَا تَشْتُمْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّهُ يَكُونُ لَكَ أَجْرُهُ وَعَلَيْهِ وِزْرُهُ

“Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun hanya dengan menuangkan ember airmu ke bejana orang yang membutuhkan air. Jika ada seseorang yang mencacimu dan menghinamu karena dia tahu tentang dirimu, maka janganlah kamu membalas menghinanya, dengan sesuatu yang kamu tahu dengan dia, karena itu akan menjadi pahalamu dan akan menjadi dosa baginya. (Hadits Ahmad Nomor 19717)

Seorang hamba harus ingat bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan ketika di bulan Ramadhan, kebaikan tersebut akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Meskipun itu hanya bersedekah dengan uang seribu rupiah kepada orang lain.

Ibrahim bin Nakha’i rahimahullah seorang ulama dari periode tabi’in mengatakan, “Puasa sehari di bulan Ramadhan lebih afdhol dari puasa di seribu hari lainnya. Begitu pula satu bacaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) di bulan Ramadhan lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di hari lainnya. Begitu juga pahala satu raka’at shalat di bulan Ramadhan lebih baik dari seribu raka’at di bulan lainnya.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 270).

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Idem, hal. 271).

Kesimpulannya, di bulan Ramadhan yang mulia ini janganlah kita menyia-nyiakannya dengan melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya bagi diri kita. Selagi kita masih diberi kesempatan dan umur yang panjang, manfaatkanlah semaksimal mungkin dengan melakukan kebaikan dan amalan ibadah yang agung dengan hati yang ikhlas, demi mengharap ridha dan rahmat Allah SWT. Dan janganlah kita meremehkan satu kebaikan di bulan Ramadhan yang berkah ini, karena di dalamnya terdapat suatu keberkahan dan kemulian disisi-Nya.

Oleh Ustadz Yazid Faturrozi, dan telah disempurnakan oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke
  • 141
    Shares