Hukum Membaca Al-Qur’an Saat Ruku’ dan Sujud

Hukum membaca Al-Qur’an saat rukuk dan sujud tidak bolah. Pemahaman ini didasarkan pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut,

وإني نهيت أن أقرأ القرآن راكعا أو ساجدا فأما الركوع فعظموا فيه الرب عز و جل وأما السجود فاجتهدوا في الدعاء فقمن أن يستجاب لكم

“Dan aku dilarang membaca Al-Qur’an ketika ruku’ dan sujud. Adapun ketika ruku’ maka hendaklah kalian mengagungkan Rabb ‘azza wa jalla, dan ketika sujud maka hendaklah kalian bersungguh-sungguh dalam berdoa karena yang demikian lebih berhak/pantas dikabulkan doa kalian.” (Hadits Riwayat Muslim)

Dalam redaksi lain juga diriwayatkan,

نَهَانِي رَسُول  عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَأَنَا رَاكِعٌ أَوْ سَاجِدٌ.

“Dari Ali bin Abi Thalib,”Rasulullah SAW melarangku untuk membaca Al-Quran pada saat sedang rukuk dan sujud.” (Hadits Riwayat Muslim)

Jumhur ulama berpendapat bahwa larangan disini bersifat makruh (Al-Mughny 2/181, dan Al-Majmu’ 3/411)

Mazhab Syafi’i berpandangan apabila seseorang membaca surat Al-Fatihah di dalam ruku atau sujud shalatnya batal. Sebab perbuatan tersebut dianggap sebagai satu rakaat sendiri di dalam shalat. Padahal keadaan berdiri dan ruku atau sujud itu sesuatu yang berbeda dan memiliki tujuan syariat yang juga berbeda. Dengan kata lain hal itu seperti memindahkan salah satu rukun shalat bukan pada tempatnya. Namun menurut jumhur ulama membaca Al-Fatihah atau surat yang lain tidak sampai membuat shalat menjadi batal.

Namun tidak masalah bila bacaan redaksi yang berasal dari Al-Qur’an hanya diniatkan untuk tujuan berdoa saja. Dengan begitu hukumnya makruh membaca redaksi doa yang dibaca dalam rukuk dan sujud apabila diniatkan sebagai bacaan Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرء ما نوى

“Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat, dan bagi seseorang apa yang dia niatkan.” (Hadits Bukhari dan Muslim)

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke