Doa-doa Saat Melakukan Perjalanan

Setiap dari kita nyaris tidak pernah tidak melakukan perjalanan, baik perjalanan jauh maupun perjalanan dekat. Berpergian dari satu tempat ke tempat yang lain sudah menjadi tabiat makhluq hidup, utamanya mereka yang bernyawa. Berbagai macam motif dan tujuan dilakukan seseorang untuk melakukan perjalanan, baik kepentingan mencari kehidupan, karena menyelamatkan diri dari suatu bencana, bepergian hanya sekedar wisata menikmati pemandangan alam, maupun motif hendak melakukan dakwah dan ibadah.

Dalam melakukan perjalanan terkadang terbersit perasaan khawatir mengalami suatu kendala dan hambatan. Baik sebab mengalami gangguan fenomena alam, maupun sebab gangguan orang-orang jahat di tengah perjalanan. Setiap kita tentunya berharap agar sekiranya dapat sampai ke tempat tujuan dengan selamat.

Islam sebagai agama tentunya telah memberikan panduan dan tuntunan bagi setiap penganutnya untuk senantiasa berdoa dan berdzikir saat melakukan perjalanan. Doa dan dzikir akan menjadi tameng dan senjata bagi kaum muslimin untuk menghindari dan menolak segala mara bahaya saat perjalanan. Tentunya atas rahmat dan taufik Allah, doa-doa dan dzikir-dzikir yang dilakukan kaum muslimin akan melindungi dirinya hingga terselamatkan hingga sampai pada tujuan perjalanannya.

Berikut beberapa doa-doa dan dzikir-dzikir yang dapat diamalkan semenjak hendak melakukan perjalanan hingga sampai pada tujuan perjalanan.

Berikut beberapa doa dan dzikir saat melakukan perjalanan, yaitu:

Doa sebelum pergi keluar rumah

Terdapat sebuah doa yang memiliki fadilah sangat besar bila diucapkan sebelum pergi atau beranjak melakukan perjalanan, yaitu;

بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه

“Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi”

“Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja”.

Dengan memanjatkan doa tersebut seseorang akan mendapatkan petunjuk, mendapatkan kecukupan, dan mendapatkan penjagaan hingga setan-setan menjauh darinya. Keutamaan membaca doa tersebut berdasarkan riwayat hadits berikut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

“Jika seorang laki-laki keluar dari rumahnya lalu mengucapkan: ‘BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALAALLAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH (Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah). ‘ Beliau bersabda: “Maka pada saat itu akan dikatakan kepadanya, ‘Kamu telah mendapat petunjuk, telah diberi kecukupan dan mendapat penjagaan’, hingga setan-setan menjauh darinya. Lalu setan yang lainnya berkata, “Bagaimana (engkau akan mengoda) seorang laki-laki yang telah mendapat petunjuk, kecukupan dan penjagaan.” (Hadits Abu Daud Nomor 4431 dan Hadits Tirmidzi Nomor 3348)

Doa berpergian perjalanan jauh

Bagi anda yang ingin melakukan perjalanan jauh, maka sebaiknya anda membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا الْمَسِيرَ وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَ الْأَرْضِ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ

 Allohumma hawwin ‘alainal masiira waatwi ‘annaa bu’dal ardhi. Allohumma antashookhibu fiissafari walkholiifatu fiil ahli.

“Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga”.

Keutamaan doa tersebut sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَافَرَ فَرَكِبَ رَاحِلَتَهُ كَبَّرَ ثَلَاثًا وَيَقُولُ {اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا الْمَسِيرَ وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَ الْأَرْضِ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ{

“dari [Ibnu Umar] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bersafar dan mengenadarai kendaraannya beliau bertakbir tiga kali, dan mengucapkan: “ ALLAAHUMMA HAWWIN ‘ALAINAL MASIIRA WATHWI ‘ANNAA BU’DAL ARDHI. ALLAAHUMMA ANTASH SHAAHIBU FIS SAFARI WAL KHALIIFATU FIL AHLI. ALLAAHUMMASH HABNAA FII SAFARINAA WAKHLUFNAA FII AHLINAA (Ya Allah, permudahlah perjalanan, dan dekatkanlah jauhnya jarak bumi. Ya Allah, Engkau adalah Teman diperjalanan dan gantilah kami berada diantara keluarga kami).” (Hadits Tirmidzi Nomor 3369)

Doa ketika melakukan perjalanan menggunakan kendaraan

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengadakan perjalanan jauh yang sekiranya mengendarai sebuah kendaraan, doa yang biasa dipanjatkan sebagaimana berikut;

اَللَّهُ اَكْبَرُ اَللَّهُ اَكْبَرُ اَللَّهُ اَكْبَرُ سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadza wamaa kunnaa lahu muqriniin wa inna ilaa rabbinaa lamunqalibuun. Allahumma innaa nasaluka fi safarinaa hadzal birra wat taqwa wa minal ‘amali maa tardla. Allahumma hawwin ‘alainaa safarinaa hadza wathwi ‘annaa bu’dahu. Allahumma antash shaahibu fis safari wal khaliifatu fil ahli. Allahumma inni `a’uudzu bika min wa’tsaa’is safar waka’aabatil manzhari wa suu’ul munqalabi fil maal wal ahli.

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Mahasuci Dzat yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Ya Allah… sesungguhnya kami memohon kepadaMu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah, mudahkanlah segala urusan dalam perjalanan kami ini, pendekkanlah jarak dari jauhnya bepergian dan pengganti bagi keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah Engkau adalah teman dalam perjalanan dan wakil dalam keluarga. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kesulitan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan jeleknya kembali baik bagi harta maupun keluarga kami.”

Keutamaan doa tersebut sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ عَلَّمَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اسْتَوَى عَلَى بَعِيرِهِ خَارِجًا إِلَى سَفَرٍ كَبَّرَ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ { سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ } اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

“bahwa [Ibnu Umar], telah mengajarkan kepada mereka, bahwasanya; Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah berada di atas kendaraan hendak bepergian, maka terlebih dahulu beliau bertakbir sebanyak tiga kali. Kemudian beliau membaca do’a sebagai berikut: “SUBHAANALLADZI SAKHKHARA LANAA HAADZA WAMAA KUNNAA LAHU MUQRINIIN WA INAA ILAA RABBINAA LAMUNQALIBUUN. ALLAHUMMA INNAA NASALUKA FI SAFARINAA HADZAL BIRRA WAT TAQWA WA MINAL ‘AMALI MAA TARDLA ALLAHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA SAFARANAA HADZA WATHWI ‘ANNAA BU’DAHU ALLAHUMMA ANTASH SHAAHIBU FIS SAFARI WAL KHALIIFATU FIL AHLI ALLAHUMMA INNI `A’UUDZU BIKA MIN WA’TSAA`IS SAFAR WAKA`AABATIL MANZHARI WA SUU`IL MUNQALABI FIL MAAL WAL AHLI (Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridloi. Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga).” (Hadits Muslim Nomor 2392, Hadits Darimi Nomor 2557, Hadits Abu Daud Nomor 2231, dan Hadits Tirmidzi Nomor 3360)

Doa ketika memasuki suatu wilayah

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ وَرَبَّ الأَرَضِينِ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ فَإِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا

Allahumma rabbas samawaatis sab’i wa maa aadzlalna wa rabbal aradliinis sab’i wa maa aqlalna wa rabbasy syayaathiini wa maa adhlalna wa rabbar riyaahi wa maa dzaraina fainnaa nasaluka khaira hadzihil qaryati wa khaira ahliha wa na’udzu bika min Syarrihaa wa Syarri ahlihaa wa Syarri maa fiihaa.

“Ya Allah Rabb pemilik tujuh lapis langit dan apa yang dinaunginya, Rabb tujuh lapis bumi dan apa yang dikandungnya, Rabb para syetan dan apa yang disesatkannya dan Rabb angin dan apa yang dihembuskannya, aku mohon kepadaMu kebaikan daerah ini, kebaikan penduduknya, serta kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan daerah ini, keburukan penduduknya serta keburukan yang ada di dalamnya.” (HR. Hakim, Ibnu Hikam dan Baihaqi; shahih).

Doa ketika singgah ke suatu tempat

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’udzu bikalimaatilllahi attammaati min syarri maa khalaq.

 “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhlukNya.” (HR. Muslim)

Doa ketika kembali ke rumah dari sebuah perjalanan jauh

Ketika Nabi telah tiba kembali ke rumah setelah mengadakan perjalanan jauh, doa yang dipanjatkan sebagai berikut;

آيِبُونَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Aayibuuna Insyaa Allaah, Taaibuuna ‘Aabiduuna

“Kami kembali insya Allah, kami bertaubat, kami menyembah, dan kepada Tuhan kami, kami memuji”

Doa yang biasa dibaca Nabi tersebut diriwayatkan juga oleh Imam Tirmidzi dalam sebuah hadits berikut,

وَكَانَ يَقُولُ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ آيِبُونَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Dan apabila kembali kepada keluarga beliau mengucapkan: “AAYIBUUNA INSYAA ALLAAH, TAAIBUUNA ‘AABIDUUNA LIRABBINAA HAAMIDUUN” (Kami kembali insya Allah, kami bertaubat, kami menyembah, dan kepada Tuhan kami, kami memuji).” (Hadits Tirmidzi Nomor 3369 dan Hadits Muslim Nomor 2392)

Demikianlah beberapa doa yang terkait dengan sebuah perjalanan yang bisa dipanjatkan. Bila doa yang telah disyariatkan agama dengan ikhlas kita amalkan, niscaya perjalanan kita menjadi perjalanan yang penuh berkah dan terhindar dari segala mara bahaya.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke