Dalil Tentang Sujud Sahwi Bacaan Doa Sujud Sahwi

Sebagian ulama menganjurkan doa ini saat melakukan sujud sahwi,

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

“Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huu” (Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa)” (An Nawawi rahimahullah dalam Roudhotuth Tholibiin, 1/116)

Namun, bacaan doa sujud sahwi di atas hanyalah anjuran saja dari sebagian ulama. Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,

قَوْلُهُ : سَمِعْت بَعْضَ الْأَئِمَّةِ يَحْكِي أَنَّهُ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَقُولَ فِيهِمَا : سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو – أَيْ فِي سَجْدَتَيْ السَّهْوِ – قُلْت : لَمْ أَجِدْ لَهُ أَصْلًا .

“Perkataan beliau, “Aku telah mendengar sebagian ulama yang menceritakan tentang dianjurkannya bacaan: “Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huw” ketika sujud sahwi (pada kedua sujudnya), maka aku katakan, “Aku tidak mendapatkan asalnya sama sekali.” (At Talkhis Al Habiir, 2/6)

Secara tepatnya memang tidak ada dalilnya tentang bacaan sujud sahwi, bacaan yang juga dapat dibaca ketika sujud sahwi adalah sebagai berikut,

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Subhaana robbiyal a’laa” (Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi)” (Hadits Riwayat Muslim Nomor 772)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

“Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummaghfirli.” (Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku) (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 817 dan Muslim Nomor 484)

Dalam Mughnil Muhtaj (salah satu kitab fiqih Syafi’iyah) disebutkan, “Tata cara sujud sahwi sama seperti sujud ketika shalat dalam perbuatann wajib dan sunnahnya, seperti meletakkan dahi, tuma’ninah (bersikap tenang), menahan sujud, menundukkan kepala, melakukan duduk iftirasy ketika duduk antara dua sujud sahwi, duduk tawarruk ketika selesai dari melakukan sujud sahwi, dan dzikir yang dibaca pada kedua sujud tersebut adalah seperti dzikir sujud dalam shalat.”

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: Ustadz Abu Akmal Mubarok

Bagikan Artikel Ini Ke