Dalil Perintah Bersedekap Saat Shalat dengan Meletakkan Tangan Kanan di Atas Tangan Kiri”

Setelah takbiratul ihram dengan mengangkat tangan disunnahkan bersedekap dengan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya. Sebagaimana riwayat Hadits berikut,

عَنْ طَاوُسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ يَشُدُّ بَيْنَهُمَا عَلَى صَدْرِهِ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ

“Dari Thawus dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan tangan kanannya diatas tangan kiri, kemudian menarik keduanya diatas dada ketika shalat.” (Hadits Riwayat Abu Daud Nomor 648)

Amalan shalat yang dicontohkan Nabi adalah sedekap dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. Dalam hadits Wail bin Hujr rahimahullah, ia berkata bahwa,

أَنَّهُ رَأَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- رَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ دَخَلَ فِى الصَّلاَةِ كَبَّرَ – وَصَفَ هَمَّامٌ حِيَالَ أُذُنَيْهِ – ثُمَّ الْتَحَفَ بِثَوْبِهِ ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى

“Ia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya ketika memulai shalat dan beliau bertakbir (Hammam menyebutkan beliau mengangkatnya sejajar telinga), lalu beliau memasukkan kedua tangannya di bajunya, kemudian beliau meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.” (Hadits Riwayat Muslim Nomor 401)

Posisi meletakkan tangan terdapat beberapa pilihan; dapat diletakkan pada telapak tangan, pergelangan atau lengan tangan kiri. Dalam hadits Wail bin Hujr rahimahullah juga disebutkan,

ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى ظَهْرِ كَفِّهِ الْيُسْرَى وَالرُّسْغِ وَالسَّاعِدِ

“Kemudian meletakkan tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri, di pergelangan tangan, atau di lengan tangan kiri.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 4: 318)

Pilihan lain yang juga dapat dilakukan adalah tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri, sebagaimana disebutkan dalam hadits Wail bin Hujr rahimahullah, ia berkata,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ قَائِمًا فِي الصَّلَاةِ قَبَضَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ

“Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berdiri dalam shalat, tangan kanan beliau menggenggam tangan kirinya.” (Hadits Riwayat Nasai Nomor 8878 dan Ahmad Nomor 4: 316)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits berikut,

عَنْ زُرْعَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ يَقُولُ صَفُّ الْقَدَمَيْنِ وَوَضْعُ الْيَدِ عَلَى الْيَدِ مِنْ السُّنَّةِ

“Dari Zur’ah bin Abdurrahman dia berkata; aku mendengar Ibnu Zubair berkata; “Meluruskan kedua kaki dan meletakkan tangan (kanan) diatas tangan yang lain (kiri) adalah bagian dari sunnah.“ (Hadits Riwayat Abu Daud Nomor 643)

Berdasarkan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa hukum meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri saat shalat hukumnya sunnah.

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke