Cadar Hanya Salah Satu Jenis Pakaian yang Berakar dari Sebuah Tradisi dan Budaya Tertentu”

Dikutip dari Kumparan, Menurut dosen Unusia Jakarta, Muhammad Idris Masudi berpandangan bahwa penggunaan cadar pada dasarnya tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial dan budaya masyarakat di suatu wilayah. Atau dengan kata lain, penggunaan cadar harus disesuaikan dengan kultur daerah masing-masing. Singkatnya, ia menyebutkan penggunaan cadar di Indonesia adalah makruh. Maksunya adalah boleh tidak dilakukan, tetapi tidak berdosa bila dikerjakan.

Saat disinggung soal UIN Yogyakarta yang melarang mahasiswinya menggunakan cadar, menurutnya itu hal serupa seperti di Mesir. Ia kembali menegaskan persoalan tentang cadar ini hanya sebuah tradisi, bukan sebuah ibadah yang diperintahkan oleh agama.

“Hipotesa saya, (pelarangan) ini berasal dari alasan tradisi tadi, seperti di Mesir,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya Mesir juga melarang perempuan menggunakan cadar. Bukan karena alasan radikalisme, pelarangan itu dilakukan karena cadar hanya dianggap sebagai tradisi.

“Cadar itu tradisi, bukan ibadah, makanya bagi di sana (Mesir), karena tradisi, penggunaan cadar tidak berlaku di sana,” ujarnya.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Baca Penjelasan Selengkapnya Pada Artikel;

Sejarah Penggunaan Cadar’

Bagikan Artikel Ini Ke