Bahaya Dusta dan Bohong

Pengertian jujur adalah sikap seseorang yang menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya secara benar dan apa adanya, tidak ditambahi maupun tidak dikurangi. Apa yang disampaikannya selaras dengan kenyataannya. Kebalikan jujur adalah bohong, dimana ketika seseorang menyatakan tidak sesuai dengan kenyataanya.

Kejujuran sangat terkait dengan hati nurani, ia merupakan sikap dan perilaku yang didorong oleh hati nurani. Bagi seseorang yang hati nuraninya putih, suci, dan bersih niscaya tidak akan mampu untuk berbuat dusta.

Sikap jujur wajib dimiliki setiap individu dalam berhubungan dengan sesamanya dalam setiap ucapan maupun dalam tindakannya. Sifat jujur merupakan dasar dari sebuah kepercayaan. Tanpa adanya kejujuran niscaya kepercayaan akan sirna. Tidak jarang seseorang akan mengalami kesulitan dan kerugian dalam kehidupannya manakala sudah kehilangan kepercayaan dari orang-orang di sekelilingnya.

Bisnis bisa bangkrut, usaha bisa hancur, dan hidup bisa berantakan sebab ditinggalkan oleh mereka yang telah merasa terlukai karena sebuah penghianatan dari ketidakjujuran. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الْعَبْدُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga. Tidaklah seorang bersikap jujur dan selalu berbuat jujur hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan hendaklah kalian menjauhi sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan membawa kepada neraka. Dan tidaklah seorang berbuat dusta dan selalu berdusta hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (Hadits Tirmidzi Nomor 1894)

Keutamaan Jujur

Kepercayaan dari orang lain sangatlah berharga. Dalam sebuah bisnis dan usaha dapat dilakukan tanpa adanya modal harta selama modal kepercayaan tetap dimiliki. Oleh sebab itu janganlah sekali-kali kita mendustai mereka yang telah menaruh rasa percaya kepada kita bila kita masih berharap hidup dalam kesuksesan dan keselamatan.

Percayalah bahwa sifat jujur tidak akan pernah merugikan pemiliknya. Bahkan sudah dapat dipastikan dan sudah banyak yang membuktikan bahwa dengan kejujuran hidup akan lebih tentram, damai, berkah, ketenangan dan bahagia. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

“Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, sesungguhnya kejujuran itu membawa pada ketenangan dan kebohongan itu membawa pada keraguan.”” (Hadits Ahmad Nomor 1630)

Sikap jujur dapat menyebabkan keberkahan dalam kehidupan. Berkah rizkinya, berkah umurnya, berkah keluarganya, dan berkah usahanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَفْتَرِقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ الْبَرَكَةُ مِنْ بَيْعِهِمَا

“Dua orang yang saling berjual beli memiliki khiyar (hak memilih) selama mereka belum berpisah. Apabila mereka jujur dan memberikan penjelasan (terus terang dalam muamalah mereka), maka mereka akan diberi berkah dalam jual beli mereka. Dan apabila mereka menyembunyikan kekurangan dan berdusta, maka berkah akan terhapus dari jual beli mereka.” (Hadits Abu Daud Nomor 3000)

Kejujuran akan mendatangkan suasanya yang senantiasa menyenangkan. Baik pembicara maupun pendengar akan terbawa pada suasana kebatinan yang sangat melegakan. Pikiran dan sikap jujur akan membawa seseorang pada perasaan yang lebih ringan dan lepas.

Hubungan persaudaraan dan pertemanan akan lebih awet dan langgeng bila dibangun atas dasar kejujuran. Sikap jujur membuat pikiran dan hati lebih bahagia, juga efektif dalam menyehatkan kondisi fisik kita. Jujur merupakan sifat terpuji yang akan dibalas pahala surga oleh Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta.” (Hadits Bukhari Nomor 5629)

Kejujuran bagian dari akhlak mulia dan merupakan sifat yang sangat terpuji. Dalam kejujuran terdapat banyak kebajikan. Itulah kejujuran yang senantiasa membawa pelakukan pada banyak kebaikan dan kebajikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّهُ مَعَ الْبِرِّ وَهُمَا فِي الْجَنَّةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّهُ مَعَ الْفُجُورِ وَهُمَا فِي النَّارِ وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَقَاطَعُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ اللَّهُ تَعَالَى

“berlaku jujurlah kalian karena kejujuran bersama kebajikan dan keduanya berada di surga, dan jauhilah dusta karena dusta bersama kejahatan dan keduanya berada di neraka, dan janganlah kalian saling dengki, bermusuhan, dan jangan pula saling memutus tali silaturrahim dan saling berpaling, akan tetapi jadilah kalian bersaudara sebagaimana yang Allah Ta’ala perintahkan.” (Hadits Ahmad Nomor 5)

Dalam, hadits lain Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

إِنَّ الصِّدْقَ بِرٌّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ فُجُورٌ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran itu adalah kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan sesungguhnya dusta itu adalah kejahatan. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan menggiring ke neraka. Seseorang yang memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.” (Hadits Muslim Nomor 4720, dan Hadits Bukhari Nomor 5629)

Kebajikan adalah inti dari ajaran agama Islam. Kejujuran merupakan kebajikan yang sekaligus sebagai tanda keislaman, keimanan, dan ketakwaan seseorang. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat kemuliaan dan terhindar dari kejahatan.

Hidup jujur dapat mempermudah usaha dan memperlancar rezeki. Dengan jujur, rekan usaha dan rekan kerjanya merasa betah sebab terdapat ketenangan dalam bermuamalah. Seorang yang jujur akan mendapat nama baik, sehingga dapat menghantarkannya pada kebahagian dunia dan akhirat. Walaupun tidak mengharap, namun kejujuran akan banyak mendatangkan pujian. Orang jujur akan terjaga kehormatannya. Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

إِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ مَا الْعَضْهُ هِيَ النَّمِيمَةُ الْقَالَةُ بَيْنَ النَّاسِ وَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ يَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ صِدِّيقًا وَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا

“bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Perhatikanlah, aku akan memberitahukan kepada kalian apa itu Al ‘Adhu? Al ‘Adhu adalah memfitnah dengan menyebarluaskan isu di tengah masyarakat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: ‘Sesungguhnya orang yang selalu berkata jujur akan dicatat sebagai seorang yang jujur dan orang yang selalu berdusta akan dicatat sebagai pendusta.’ (Hadits Muslim Nomor 4718)

Bahaya Dusta dan Bohong

Walaupun kejujuran besar manfaatnya, namun sayangnya masih banyak manusia berfikir akan merasa mendapat keuntungan dari ketidak jujuran. Padahal dengan sikat tidak jujur akan menyebabkan terjerumus dalam suasana tidak nyaman pada diri sendiri maupun kepada orang lain. Sikap tidak jujur akan menyebabkan seseorang terjerumus pada salah langkah. Menghindari kejujuran akan menyebabkan kita masuk dalam suasana yang sangat menyebalkan dan penuh dengan kekhawatiran.

Sekali seseorang berbohong akan cenderung menutupinya dengan kebohongan lainnya. Kebohongan yang semakin menumpuk maka akan semakin seseorang akan tersiksa. Kebohongan akan menyebabkan seseorang masuk ke taraf stres yang akut. Alhasil, kejiwaan seseorang yang berbohong akan semakin berada dalam kondisi tertekan sepanjang waktu. Kondisi ini bisa memicu berbagai macam penyakit yang dapat memperpendek usianya.

Hindari sikap dusta, sebab kedustaan merupakan tanda kefasikan dan kemunafikan. Disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

آيَةُ النِّفَاقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu; apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari dan apabila dipercaya dia mengkhianati.” (Hadits Nasai Nomor 4935)

Sungguh laknat bagi mereka yang suka berdusta. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

“dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (Surat Ali ‘Imran Ayat 61)

Bersikap jujurlah dalam segala hal. Jujur dalam niat dan kehendak. Jujur dalam ucapan. Jujur dalam tekad dan memenuhi janji. Dan jujur dalam perbuatan, niscaya hidup akan semakin berkah.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke