Asal Usul Penggunaan Cadar untuk Melindungi Diri dari Terik Panaas Matahari dan Badai Pasir”

Dikutip dari Kumparan, Menurut dosen Universitas NU Indonesia (UNUSIA) Jakarta, Muhammad Idris Masudi, cadar bukan bagian dari syariat Islam, sebab cadar sudah ada dan digunakan oleh orang-orang di gurun pasir. Di samping itu sejatinya asal usul penggunaan cadar untuk melindungi diri dari terik matahari dan badai pasair Yahudi sebelum Islam lahir. Cadar sebelum Islam lahir sudah ada, bahkan oleh sebagian golongan umat Yahudi menjadi bagian dari ajaran agamanya.

Hal ini ia ketahui dari beberapa sumber. Salah satunya adalah riwayat dari Abdullah bin Umar. Dalam riwayat itu, Aisyah bertemu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Aisyah menggunakan cadar. Aisyah merupakan istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa ia berkata, “Ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Shafiyyah, beliau melihat Aisyah mengenakan niqab (cadar) di tengah kerumunan para sahabat dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenalnya.” (Ibn Sa’d, thabaqat), ini adalah dasarnya,” ujarnya.

Setelah Islam datang, penggunaan cadar ini terus berlangsung. Meski begitu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pada saat itu tidak mempermasalahkan model pakaian tersebut. Atau dengan kata lain, tidak ada aturan untuk perempuan muslim menggunakan cadar. Jadi, cadar diartikan hanya sebatas jenis pakaian yang dikenal dan dipakai oleh sebagian perempuan.

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Baca Penjelasan Selengkapnya Pada Artikel;

Sejarah Penggunaan Cadar’

Bagikan Artikel Ini Ke