Tahukah Nabi Menyayangi Kucing Karena Alasan Berikut Ini

Daftar Isi

Diasuh Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad


PERTANYAAN:

Seringkali saya mendengar kecintaan nabi Muhammad SAW terhadap kucing begitu luar biasa, apa sebetulnya alas an kenapa Nabi mengistimewakan kucing?

JAWABAN:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Ada beberapa alasan kenapa Nabi begitu mengistimewakan kucing disbanding hewan yang lainnya. Disamping dalil naqli bahwa nabi pernah memiliki kucing yang dinamai Mueeza dan kucing itu sendiri memang tidak najis, di samping itu juga terdapat dalil aqli yang mana faktanya hasil dari banyak penelitian liur dan bulu kucing mengandung antiseptik

MARAJI’:

Jika memisahkan anak hewan tidak ada tujuannya alias hanya untuk main-main, maka hukumnya haram.

عَنْ الْحَسَنِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَانْطَلَقَ لِحَاجَتِهِ فَرَأَيْنَا حُمَرَةً مَعَهَا فَرْخَانِ فَأَخَذْنَا فَرْخَيْهَا فَجَاءَتْ الْحُمَرَةُ فَجَعَلَتْ تَفْرِشُ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ فَجَعَ هَذِهِ بِوَلَدِهَا رُدُّوا وَلَدَهَا إِلَيْهَا

“dari Al Hasan bin Sa’d dari [Abdurrahman bin Abdullah] dari [ayahnya], ia berkata; kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, kemudian beliau pergi untuk suatu keperluannya, kemudian kami melihat seekor burung bersama kedua anaknya. Lalu kami mengambil kedua anaknya, kemudian burung tersebut datang dan mengepak-ngepakkan sayapnya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan berkata: “Siapakah yang menyakiti (mempermainkan) burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikan anaknya kepadanya.”

  1. Kucing merupakan hewan yang tidak najis

أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ فَسَكَبَتْ لَهُ وَضُوءًا فَجَاءَتْ هِرَّةٌ فَشَرِبَتْ مِنْهُ فَأَصْغَى لَهَا الْإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ قَالَتْ كَبْشَةُ فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَتَعْجَبِينَ يَا ابْنَةَ أَخِي فَقُلْتُ نَعَمْ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

bahwasanya [Abu Qatadah] masuk, lalu dia menuangkan (mempersiapkan) air wudhu baginya, lalu datang seekor kucing dan minum darinya, maka dia memiringkan bejana untuk kucing tersebut hingga ia selesai minum. Kabsyah berkata; Dia melihatku (ketika dia merasa bahwa) aku sedang memperhatikannya, maka dia berkata; “Apakah engkau heran wahai anak saudaraku?” Saya menjawab; “Ya.” Dia berkata; Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kucing tidaklah najis, ia di antara binatang jantan dan betina yang selalu mengelilingi kalian.” (HR. Abu Daud Nomor 68)

  1. Nabi seringkali menunda wudlunya saat kucing hendak meminum air wudlu nabi

عَنْ كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ عَلَيْهَا ثُمَّ ذَكَرَتْ كَلِمَةً مَعْنَاهَا فَسَكَبْتُ لَهُ وَضُوءًا فَجَاءَتْ هِرَّةٌ فَشَرِبَتْ مِنْهُ فَأَصْغَى لَهَا الْإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ قَالَتْ كَبْشَةُ فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَتَعْجَبِينَ يَا ابْنَةَ أَخِي فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

“dari [Kabsyah binti Ka’ab bin Malik] bahwa [Abu Qatadah] masuk ke dalam-menemuinya –kemudian menyebutkan suatu kalimat –yang maknanya- aku menuangkan air wudlu kepada beliau, lalu datang seekor kucing yang meminum air wudlu tersebut. Beliau lalu menyodorkan bejana tadi kepada kucing tersebut hingga kucing tersebut meminumnya. Kabsyah berkata, “Dia melihatku sedang memperhatikannya, maka dia berkata, ‘Apakah kamu merasa heran wahai anak perempuan saudaraku? ‘ Aku berkata, ‘Ya’. Dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ Kucing itu tidak najis. Kucing itu termasuk hewan yang ada di sekeliling kalian.” (HR. Nasai Nomor 67)

  1. Kucing merupakan hewan yang apabila didzalimi maka diancam siksa neraka, Nabi bersabda,

عُذِّبَتْ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ قَالَ فَقَالَ وَاللَّهُ أَعْلَمُ لَا أَنْتِ أَطْعَمْتِهَا وَلَا سَقَيْتِهَا حِينَ حَبَسْتِيهَا وَلَا أَنْتِ أَرْسَلْتِهَا فَأَكَلَتْ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ

“Ada seorang wanita disiksa disebabkan mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan lalu wanita itupun masuk neraka”. Nafi’ berkata; Beliau berkata: “Sungguh Allah Maha Mengetahui bahwa kamu tidak memberinya makan dan minum ketika engkau mengurungnya dan tidak membiarkannya berkeliaran sehingga dia dapat memakan serangga tanah”. (HR. Bukhari Nomor 2192)

  1. Di samping itu ada sebuah Hadits yang menyatakan larangan menjual kucing (tanpa ada unsur maslahah), dan memakan dagingnya,

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْهِرِّ قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ أَكْلِ الْهِرِّ وَأَكْلِ ثَمَنِهَا

dari [Jabir bin Abdullah] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang menjual kucing.” Ibnu Abdul Malik menyebutkan, “Memakan daging kucing dan memakan hasil penjualannya.” (HR. Abu Daud Nomor 3313)

  1. Manfaat Kucing

Dengan keberadaan kucing manusia sangat diuntungkan, disampiang ia merupakan hewan yang sangat bersahabat dengan manusia ia juga sebagai pengendali dan penyeimbang keberadaan tikus yang mana tikus sebagai hama sangat merugikan manusia ketika tanaman dan makanan manusia terampas oleh tikus yang jumlah pertumbuhannya tidak terkendali. Namun berbeda bila di lingkungan hidup manusia terdapat kucing, maka pertumbuhan hama seperti tikus dapat terkendali.

  1. Tidak ada yang mubadzir

Sifat kucing yang bersahabat dengan manusia sunggul manfaatnya luar biasa, sebetulnya kucing bukan tipe hewan pecuri selama masih banyak sisa makanan yang dibuang manusia. Kucing sangat terbilang ikhlas selalu mengais-ngais sisa makanan di tempat sampah atau tempat lainnya ketika manusia dengan seenaknya membuang-buang makanan. Denga keberadaan kucing di sekitar manusia akan meminimalisir kemubadiran karena akan dikais oleh kuing. Sedangkan kita sudah sangat tahu bahwa mubadir itu temannya syetan,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

  1. Fakata ilmiah

Kenapa nabi mengatakan kucing tidak najis adalah fakta ilmiah hasil dari sebuah penelitian bahwa pada kulit kucing terdapat sebuah otot yang mampu untuk menolak bakteri, permukaan lidah kucing mampu untuk membersihkan kulit atau bulu yang kemungkinan besar terdapat bakteri yang menyebabkan najis

Bahkan para dokter mengatakan bahwa hewan kucing tidaklah memberikan bahaya bagi manusia, sehingga sangat tepat untuk dipelihara. Dr. Gen Gustafsirl mengemukakan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada hewan anjing bukan kucing. Tidak hanya itu saja, beliau juga mengatakan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bernama lysozyme yang mampu membersihkan dirinya dari berbagai kuman penyakit.

Lebih lanjut Dr. Gen Gustafsirl  mengatakan, kucing mampu menjaga kestabilan tubuhnya sehingga kehangatan tubuhnya sangat baik dan normal. Dan yang terakhir kucing tidak suka dengan tempat-tempat yang lembab atau tergenang oleh air dimana tempat tersebut sangat subur untuk pertumbuhan bakteri.