Sirah Nabawiyah 02; Periode Kedua Kehidupan Nabi SAW

Oleh Syaikh Umar Abdul Jabbar

MASA YANG KEDUA DARI KEHIDUPAN RASULALLAH SAW

  1. Allah SWT mengutus Rasulallah kepada manusia pada waktu beliau berumur 40 tahun, wahyunya dimulai dengan impian yang baik
  2. Sebelum nabi SAW diutus. Bangsa Arab selalu berselisih dan bertengkar, segolongan mereka membunuh akan segolongan yang lain. Umumnya mereka itu kaum Musyrik. Mereka mebunuh anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan mereka
  3. Dakwah Nabi SWT dimulai dengan tersembunyi. Terlebih dahulu mengajak kerabatnya kepada tauhid persatuan, dan belas kasih kepada orang-orang yang lemah
  4. Orang yang pertama kali percaya kepada Nabi, adalah Siti Khadijah, Abu Bakar Ash Siddiq, Ali bin Abi Thalib, kemudian Abu Bakar mengajak kawan-kawannya, seperti Umar bin Affan dan Zubair bin Awwam
  5. Sesudah 3 tahun Nabi mengajak dengan sembunyi-sembunyi, beliau diperintah supaya berda’wah secara terang-terangan, kemudian Nabi mengumpulkan kaumnya dan memberitahu kepada mereka tentang adzab akhirat
  6. Tatkala turun ayat: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.(QS. Asy-Syura: 214) lalu beliau mengumpulkan keluarga dan kerabatnya, kemudian menyampaikan kepada mereka wahyu dari Tuhannya, maka ajakan itu dijawab oleh Abu Lahab dengan jawaban yang tidak baik
  7. Kecintaan kaum Quraisy kepada Nabi berganti benci, demikian itu semenjak Nabi mengajak mereka untuk menyembah kepada Alah, mencela tuhan-tuhan mereka, dan menyesatkan setiap orang yang menyembah berhala-berhala itu.
  8. Kaum Quraisy pergi kepada paman nabi yang kedua kalinya untuk meminta agar beliau melarang Nabi memaki berhala-berhala mereka. Akan tetapi mereka tidak kuasa mencegah Nabi, bahkan beliau terus mengajak manusia
  9. Kaum Quraisy pergi yang kedua kalinya kepada paman Nabi SAW dan mereka meminta agar beliau menyerahkan Nabi kepada mereka untuk dibunuhnya, tetapi pamannya membodoh-bodohkan mereka dan beliau tidak mencegah permintaan mereka.
  10. Kaum Quraisy mulai menyakiti Rasulallah SAW, tetapi Nabi menghadapi mereka dengan tenang dan sabar. Diantara musuh-musuh beliau yang hebat adalah: Abu Jahal, Abu Lahab, dan Uqbah bin Abi Mu’aith
  11. Tatkala kekuatan Rasulallah menjadi bertambah, mulailah kaum Quraisy megganggu sahabat-sahabat beliau terutama orang-orang yang lemah diantara mereka, seperti Bilal, dan ‘Amar bin Yasir
  12. Tatkala mereka sudah berputus asa dari mengganggu Nabi, mereka meminta kepada Nabi supaya beliau menyembah tuhan-tuhan mereka dan (sebagai gantinya) mereka juga akan menyembah Tuhan Beliau, atau agar Nabi merubah isi Al-Qur’an yang ada makian kepada berhala-berhala mereka
  13. Tatkala gangguan kepada kaum muslimin semakin bertambah, Nabi memerintahkan mereka untuk berhijrah ke Habasyah, lalu berhijrahlah 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, Mereka kembali sesudah 3 bulan
  14. Pada tahun yang ke lima dari kenabian Muhammad SAW, Allah SWT menguatkan Islam dengan masuk islamnya Umar bin Khathab dan Hamzah bin Abdil Muthalib, beliau adalah paman Nabi SAW
  15. Tatkala Islam semakin tersebar, kaum Quraisy mengepung Nabi, keluarga, dan sahabat-sahabatnya di kota Syi’ib Makkah, dan mereka menahan (mensabotase) makanan-makanan selama 3 tahun, dan mereka bersepakat untuk membunuh Rasulallah SAW
  16. Sesudah Nabi SAW mauk Syi’ib pada tahun yang ke tujuh beliau memerintahkan kaum muslimin berhijrah yang kedua kalinya ke Habasyah, lalu berhijrahlah 73 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Mereka disusul oleh kaum muslimin dari negar Yaman
  17. Kaum Quraisy mengirim 2 orang utusan ke Najasyi meminta supaya raja Najasyi mengusir kaum Muslimin dari negerinya tetapi dia tidak menurutinya bahkan dia dan pengikutnya memeluk agama islam kemudian raja Najasyi meninggal dunia, lalu Rasulallah SAW menshalati ghaib atasnya.
  18. Dalam tahun yang ke 10 surat perjanjian itu diperbaharui. Maka Nabi keluar dari kepungan (kaum Quraisy)
  19. Dalam tahun itu, datanglah sebagian dari kaum Nasrani dari negara Najran kepada Nabi sebagian utusan mereka mendengarkan Al-Qur’an kemudian mereka masuk islam
  20. Dalam tahun kesepuluh Siti Khadijah meninggal dunia, Kemudian Nabi menikahi Saudah dan Aisyah, sedang beliau masih berumur 7 tahun, dan Nabi bercampur dengannya di Madinah
  21. Dalam tahun itu paman beliau Abu Thalib meninggal dunia, beliau adalah penolong Nabi yang terbesar, tetapi beliau tidak masuk Islam karena segan akan celaan kaumnya.
  22. Gangguan kaum Quraisy kepada Nabi SAW semakin berat setelah wafatnya istri dan paman beliau, sehingga mereka bermaksud untuk membunuh Nabi.
  23. Tatkala gangguan kepada Nabi SAW semakin berat maka beliau berhijrah ke Tha’if bersama Zaid bin Haritsah, beliau menunjukkan keadannya kepada kaum Tsaqif, tetapi mereka menolak dengan tidak baik dan mereka menyakiti Nabi, Zaidlah uyang mencegah gangguan-gangguan tersebut.
  24. Dalam tahun kesebelas Allah memuliakan Nabi dengan Isra’ Mi’raj, Pada waktu itulah shalat lima waktu difardlukan
  25. Di tahun ini Nabi menunjukkan dirinya kepada beberapa suku yang di pasar-pasar. Sebagian dari mereka memperkenankan ajakannya dan sebagian lagi menolak dengan cara yang tidak baik.
  26. Dalam tahun ini 6 orang Arab dari Yastrib datang ke Makkah untuk menunaikan haji, lalu mereka masuk Islam dan mereka menyiarkan nama Rasulallah SAW di kota Madinah.
  27. Dalam tahun yang kedua belas datanglah dua orang laki-laki dari Madinah, Maka asulallah SAW membai’at mereka (memasukkan Islam) di ‘Aqobah, lalu mereka pulang dan menyiarkan agama slam di Madinah
  28. Mereka meminta bai’at yang kedua, dan mereka kembali lalu mereka sebarkan agama islam di Madinah
  29. Ketika penduduk Madinah masuk Islam, maka penduduk Makkah semakin berlebihan dalam menyakiti kaum muslimin Makkah, lalu Rasulallah SAW memerintahkan kepada mereka untuk berhijrah ke Madinah Sebagian dari mereka hijrah sesudah dari anggota yang lain.
  30. Kaum Quraisy berencana membunuh Nabi sesudah tersebarnya agama Islam dari peristiwa hijrah (kaum muslimin). Mereka mengadakan perundingan tentang rencana tersebut, lalu Allah SWT memerintahkan Nabi untuk berhijrah (ke Madinah)
  31. Rasulallah dan Abu Bakar bersepakat untuk berhijrah dan mempersiapkan dua kendaraan. Nabi keluar dari rumahnya tetapi mereka tidak melihat beliau, sehingga beliau dan Abu Bakar sampai di Gua Hira’ dan bersembunyi di dalam Gua tersebut.
  32. Diwaktu subuh seorang Quraisy mencari keduanya hingga mencapai gua Hira’ tetapi mereka tidak berhasil menemukan keduanya Abu Bakar menangis ketika melihat mereka kemudian mereka mengadakan sayembara dengan hadiah 200 onta betina bagi siapa saja yang dapat menemukan tempat persembunyian Nabi SAW.
  33. Sesudah tiga malam keluarlah Nabi SAW dan Abu Bakar dari gua tersebut lalu kaluarlah Abu Bakar mendatangi keduanya dengan membawa makanan dan kabar berita kemudian keduanya berjalan bersama seorang penunjuk jalan. Suraqoh Bin Malik mengikuti jejak mereka tetapi ia kembali dengan tangan hampa.
  34. Pada tanggal 2 Rabi’ul Awwal Nabi dan Abu Bakar sampai di Quba’ dengan aman lalu tinggal di Quba’ selama 22 malam. Dalam pelariannya Nabi (Menyempatkan) me,bangun Masjid Quba’ (masjid yang didirikan untuk berbakti)
  35. Keluarlah Rasulallah dari Quba’ menuju Madinah dan disekelilingnya terdapat kaum Anshar dan kaum Muhajirin. Nabi melaksanakan shalat Jum’at dan Bekhutbah di dalam perjalanannya. Beliau diterima oleh kaum Anshor dengan penerimaan yang besar sekali.
  36. Rasulallah berhenti di Rumah Abi Ayyub Al-Anshori dan mengadakan persaudaraan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshor.
  37. Rasulallah mengutus seseorang untuk mencari keluarganya yang tertinggal di tengan perjalanan. Lalu mereka datang bersama Abdullah Bin Abu Bakar. Orang-orang musyrik Makkah menghalang-halangi orang-orang lemah yang hendak berhijrah. Lalu Nabi mendo’akan mereka, dan inilah permulaan qunut dalam shalat.

اَلدَّوْرُ الثَّانِي مِنْ حَيَاةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ

  1. بَعَثَهُ اللهُ اِلَى النَّاسِ عَلَى رَأْسِ الأَرْبَعِيْنَ وَقَدْ بُدِئَ الْوَحْيُ بِالرُؤْيَا الصَادِقَةِ

  2. كَانَ العَرَبُ قَبْلَ بِعَثَتِهِ مُتَنَابِذِيْنَ مُخْتَلِفِيْنَ يَضْرِبُ بَعْضُهُمْ رِقَابَ بَعْضٍ وَكَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِيْنَ يَقْتُلُوْنَ اَوْلَادُهُمْ وَبَنَاتِهِمْ

  3. بَدَأَ الدَّعْوَةَ سِرَّا فَدَعَا قَرَابَتَهُ وَالَهُ اِلَى التَّوْحِيْدِ وَاْلاءِتِلَافِ وَالرِّفْقِ بِالضُّعَفَاءِ

  4. اَوَّلُ مَنْ اَمَنَ بِهِ السَّيِّدَةِ خَدِجَةُ وَاَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ وَ عَلِىُّ بْنُ اَبِى طَالِبٍ ثُمَّ دَعَا اَبُوْ بَكْرٍ اصْحَبَهُ كَعُثْمَانَ بْنِ  عَفَّانَ وَالزُبَيْرِ ابْنِ اْلعَوَّامِ فَامَنُوا

  5. بَعْدَ ثَلَاثِ سَنَوَاتٍ اُمِرَ بِالجَهْرٍ فَجَمَعَ قَوْمَهُ وَاَنْدَرَهُمْ عَذَابَ اْلأَخِرَةِ

  6. لَمَّا نَزَلَ عَلَيْهِ قَوْلُهُ تَعَالَى وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلأَقْرَبِيْنَ جَمَعَ اَهْلَهُ وَاَقَارِبَهُ وَبَلَغَهُمْ رِسَالَةَ رَبِّهِ فَرَدَّ عَلَيْهِ عُمُّهُ اَبُوْ لَهَبٍ رَدَّا قَبِيْحًا

  7. تَبَدَّلَ حُبُّ قُرَيْشٍ لِلنَّبِيِّ بُعْضًا ذَلِكَ مُنْذُ دَعَاهُمْ اِلَى عِبَادَةِ اللهِ وَعَابَ اَلِهَتَهُمْ وَنَسَبَ كُلَّ مَنْ عَبَدَهَا اَلَى الضَّلَالِ

  8. مَشَتْ قُرَيْشٌ اِلَى عَمِّهِ مَرَّةً ثَانِيَةً لِيَمْنَعَهُ مِنْ سَبِّ اَلِهَتِهِمْ فَلَمْ يَسْتَطِيْعُوا اَنْ يَمْنَعُوْهُ وَمَضَى فِى سَبِيْلِهِ

  9. مَشَتْ قُرَيْشٌ اِلَى عَمِّهِ مَرَّةً ثَالِثَةً وَطَلَبُوا مِنْهُ اَنْ يُسْلِمَهُ لَهُمْ لِيَقْتُلُوْهُ فَسَفَّهَهُمْ وَمَنَعَهُمْ

  10. اَخَذَتْ قُرَيْشٌ فِى اِيْذَاءِ الرَّسُوْلِ وَكَانَ يُقَابِلُهُمْ بِالْحِلْمِ وَالصَّبْرِ وَاَشَدُّ اَعْدَائِهِ اَبُوْ جَهْلٍ اَبُوْ لَهَبٍ وَعُقْبَةُ بْنُ اَبِى مُعَيْطِ

  11. لَمَّا قَوِىَ الرَسُوْلُ بَدَأَتْ قُرَيْشٌ فِى اِيْذَاءِ اَصْحَابِهِ وَخَاصَّتِهِ اْلمُسْتَضْعَفِيْنَ كَبِلَالٍ وَعَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ

  12. لَمَّا يَئِسُوْا مِنْهُ طَلَبُوا مِنْهُ اَنْ يَعْبُدُ اِلَهَهُمْ وَهُمْ يَعْبُدُوْنَ اِلَهَهُ اَوْ اَنْ يُغَيِّرُ اْلقُرْاَنَ الَّذِى فِيْهِ سَبٌّ لِاَلِهَتِهِمْ

  13. لَمَّا اشْتَدَّ اْلاَذَى بِالْمُسْلِمِيْنَ اَمَرَ هُمُ النَّبِىُّ بِالْهِجْرَةِ اِلَى الْحَبْشَةِ فَهَاجَرَ عَشْرَةُ رِجَالٍ وَخَمْسُ نِسَاءٍ وَرَجَعُوْا بَعْدَ ثَلَاثَةِ اَشْهُرٍ

  14. فِى السَّنَةِ الْخَامِسَةِ مِنَ النُّبُوَّةِ اّعَزَّ اللهُ اْلاِسْلَامَ بِعُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ وَحَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبْ عَمِّ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ

  15. لَمَّا انْتَشَرَ اْلاِسْلَامُ حَصَرَتْ قُرَيْشٌ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَالَهُ وَصَحَبَهُ فِى شِعْبِ مَكَّةَ وَمَنَعُوْا عَنْهُمُ اْلاَرْزَقَ ثَلَاثَ سَنَوَاتٍ وَاتَّفَقُوا عَلَى قَتْلِهِ

  16. بَعْدَ دُخُوْلِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشِّعْبَ فِى السَّنَةِ السَّابِعَةِ اَمَرَ الْمُسْلِمِيْنَ بِالْحِجْرَةِ اِلَى الْحَبْشَةِ مَرَّةً ثَانِيَةً فَهَاجَرَ ثَلَاثَةٌ وَسَبْعُوْنَ رَجُلًا وَاِحْدَى عَشْرَةً اَمْرَاَةً وَلَحِقَ بِهِمْ مُسْلِمُوْ الْيَمَنِ

  17. اَرْسَلَتْ قُرَيْشٌ رَسُوْلَيْنِ اِلَى النَّجَاشِىُّ لِيَطْرُدَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ بَلَادِهِ فَلَمْ يَفْعَلْ وَاَسْلَمَ هُوَ وَمَنْ مَعَهُ ثُمَّ مَاتَ النَّجَاشِىُّ فَصَلَى عَلَيْهِ الرَّسُوْلُ صَلَاةَ الْجَنَازَةِ

  18. فِى السَّنَةِ اْلعَاشِرَةِ نُقِضَتْ الصَّحِيْفَةُ فَخَرَجَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْحِصَارِ بَعْدَ ثَلَاثِ سِنِيْنَ

  19. وَفِى تِلْكَ السَّنَةِ وَفَدَ عَلَيْهِ بَعْضُ نَصَارَى نَجْرَانَ فَسَمِعُوا اْلقُرْاَنَ فَاَسْلَمُوْا

  20. وَفِى السَّنَةِ اْلعَاشِرَةِ تُوُفِّيَتِ السَّيِّدَةُ خَدِيْجَةُ فَتَزَوَّجَ بَعْدَهَا سَوْدَةَ ثُمَّ عَائِشَةَ وَهِيَ فِى السَّبِعَةِ مِنْ عُمْرِهَا وَدَخَلَ بِهَا فِى الْمَدِيْنَةِ

  21. وَفِى تِلْكَ السَّنَةِ مَاتَ عَمُّهُ اَبُوْ طَالِبٍ وَهُوَ اَكْبَرُ اَنْصَرِهِ وَلَمْ يُسْلِمْ خَسْيَةَ تَعْيِيْرٍ قَوْمِهِ

  22. اِشْتَدَّ اِيْذَاءُ قُرَيْشٍ لِلنَّبِيِّ بَعْدَ وَفَاةِ زَوْجِهِ وَعَمِّهِ حَتَّى هَمُّوِا بِقَتْلِهِ

  23. لَمَّا الشْتَدَّ اْلاَذَى هَاجَرَ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِلَى الطَّائِفِ هُوَ وَزَيْذُبْنُ حَرِثَةَ وَعَرَضَ اَمْرَهُ عَلَى ثَقِيْفِ فَرَدُّوْا عَلَيْهِ رَدًّا قَبِيْحًا وَاذَوْهُ وَكَانَ زَيْدٌ يَدْفَعُ عَنْهُ اْلاَذَى

  24. فِى السَّنَةِ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ اَكْرَمَهُ اللهُ بِاْلاِسْرَاءِ وَالْمِعْرَاجِ وَفِيْهَا فُرِضَتِ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ

  25. فِى هَذِه السَّنَةِ عَرَضَ نَفْسَهُ عَلَى اْلقَبَائِلِ فِى اْلاَسْوَاقِ فَاَجَابَ بَعْضُهُمْ وَرَدَّ بَعْضُهُمْ رَدَّ قَبِيْحا

  26. وَفِى هَذِهِ السَّنَةِ قَدِمَ مَكَّةَ لِلْحَجِ سِتَّةُ نَفَرِ مِنْ عَرَبِ الْمَدِيْنَةِ فَاَسْلَمُوْا وَنَشَرُوْا ذِكْرَ الرَّسُوْلِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ فِى الْمَدِيْنَةِ

  27. فِى السَّنَةِ الثَّانِيَةِ عَشْرَةَ قَدِمَ اِثْنَا عَشَرَ رَجُلًا مِنَ الْمَدِيْنَةِ فَبَايَعَهُمُ الرَّسُوْلُ عِنْدَ اْلعَقَبَةِ فَرَجَعُوْا وَنَشَرُوْا الدِّيْنِ فِى الْمَدِيْنَةِ

  28. فَبَا يَعُوْا الرَّسُوْلَ عِنْدَ الثَّانِيَةِ وَرَجَعُوْا فَنَشَرُوْ اِلا سْلَامَ فِى الْمَدِيْنَةِ

  29. لَمَّا اَسْلَمَ اَهْلُ الْمَدِيْنَةِ بَالَغَ اَهْلُ مَكَّةَ فِى اِيْذَاءِ الْمُسْلِمِيْنَ بِهَا فَاَمَرَ هُمُ الرَّسُوْلُ بِالْهِجْرَةِ اِلَى الْمَدِيْنَةِ فَهَاجَرَ بَعْضُهُمْ فِى اِثْرِ بَعْضِ

  30. عَزَمَتْ قُرَيْشٌ عَلَى قَتْلِ الرَّسُوْلِ بَعْدَ ذُيُوْعِ اْلِاسْلَامِ وَالْهِجْرَةِ فَائْتَمَرُوْا بِهِ فَاَمَرَوْهُ اللهَ بِالْهِجْرَةِ

  31. اِتَّفَقَ الرَّسُوْلُ مَعَ اَبِى بَكْرٍ عَلَى الهِجْرَةِ وَجَهَّزَا رَاحِلَتَيْنِ وَخَرَجَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْتِهِ وَلَمْ يَرَوْهُ حَتَّى وَصَلَى هُوَ وَصَاحِبُهُ اِلَى غَارِ ثَوْرٍ وَاخْتَبَأَ فِيْهِ

  32. وَفِى الصَّبَاحِ طَلَبَتْهُمَا قُرَيْشٍ وَوَصَلُوْا اِلَى اْلغَارِ وَلَكِنَّهُمْ لَمْ يَهْتَدُوْا اِلَيْهِمَا وَرَاَهُمْ اَبُوْ بَكْرٍ فَبَكَى ثُمَّ جَعَلُوْا مِائَةَ نَاقَةٍ جَائِزَةً لِمَنْ يَدُلُّهُمْ عَلَيْهِ

  33. خَرَجَا مِنَ اْلغَارِ بَعْدَ ثَلَاثِ لَيَالٍ وَكَانَ اَلُ اَبِىْ بَكْرٍ يَغْدُوْنَ عَلَيْهِمَا بِالطَّعَامِ وَالْأَخْبَارِ ثُمَّ سَارَ مَعَ الدَّلِيْلُ وَخَرَجَ فِى اِثْرِهِمَا سُرَاقَةُ بْنُ مَالِكٍ فَعَادَ خَائِبا

  34. فِى اَثَانِى مِنْ رَبِيْعِ اْلاَوَّلِ وَصَلَا قُبَاءَ اَمِنَيْنِ وَاَقَامَا فِيْهَا اِثْنَتَيْنِ وَعِسْرِيْنَ لَيْلَةً بَنَى النَّبِىُّ فِى اَثْنَائِهَا مَسْجِدَ قُبَاءَ (مَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى)

  35. وَخَرَجَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهَا وَحَوْلَهُ اْلاَنْصَارُ وَالْمُهَاجِرَةُ قَاصِدًا الْمَدِيْنَةَ وَصَلَّى الْجُمْعَةَ وَخَطَبَ فِى الطَّرِيْقِ وَاسْتَقْبَلَهُ اْلاَنْصَارُ اِسْتَقْبَالًا عَظِيْمًا

  36. نَزَلَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ اَبِى اَيُّوْبَ الْأَنْصَارِىَّ وَاَخَى بَيْنَ الْمُهَاجِرِيْنَ وَاْلاَنْصَارِ

  37. بَعَثَ الرَّسُوْلُ فِى طَللَبِ مَنْ تَخَلَّفَ مِنْ اَهْلِهِ فَجَاءُوْا مَعَ عَبْدُ اللهِ بْنِ اَبِى بَكْرٍ وَمَنَعَ الْمُشْرِكُوْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ اَنْ يُهَاجِرُوْا فَكَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُوْ لَهُمْ وَهَذَا اَصْلُ القُنُوْتِ فىِ الصَّلَاةِ

Sumber Nurul Yaqin