Siapa yang Membuat Perkara Baru dalam Urusan Kami Maka Tertolak

Jika melakukan ibadah bentuk ini tanpa dalil perintah atau tidak sesuai dengan praktek Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dikategorikan “muhdatsatul umur” perkara meng-ada-ada (bid’ah). Sedangkan bid’ah tertolak. Nabi bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada perintahnya maka perkara itu tertolak”. (Hadits Bukhari Nomor 2499)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke