Sesungguhnya Imam Shalat Diangkat untuk Diikuti

Pertanyaan;

Dalam shalat, bolehkan seorang makmum melakukan yang berbeda dengan imam? Seperti imam tidak menambah doa dalam sujud namun makmum menambah doa sehingga makmum ketinggalan dari imam beberapa rukun.

Jawaban;

Makmum tidak boleh terlalu menyelisihi dari apa yang diperbuat imam. Salah satu contoh kita menyelisihi imam adalah ketika imam qunut, makmum tidak mau qunut. Dan juga masuk ke dalam kategori menyelisihi Imam adalah bila makmum memperlama sujud sehingga makmum tertinggal dari imam sampai beberapa rukun. Sebab imam diangkat untuk diikuti. Diriwayatkan dalam sebuah Hadits berikut,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُو

“Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Imam dijadikan untuk diikuti, apabila ia bertakbir maka bertakbirlah kalian dan jika ia sedang membaca (Al-Fatihah) maka simaklah (diam dan dengarkan).” (Hadits Riwayat Nasa’i Nomor 913, Ahmad Nomor 8534, dan Ibnu Majah Nomor 837)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits berikut,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِهِ وَهُوَ شَاكٍ فَصَلَّى جَالِسًا وَصَلَّى وَرَاءَهُ قَوْمٌ قِيَامًا فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ اجْلِسُوا فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik dari Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat di rumahnya ketika Belliau sedang sakit hingga shalat dengan duduk. Saat itu di belakang Beliau ada orang-orang mengikuti shalat dengan berdiri. Maka Beliau memnberi isyarat kepada mereka agar shalat dengan duduk. Setelah selesai Beliau bersabda: “Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti. Maka bila dia ruku’, ruku’lah kalian dan bila dia mengangkat (kepala), maka angkatlah (kepala) kalian”. (Hadits Bukhari Nomor 1046)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits berikut,

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَقَطَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ فَرَسٍ فَخُدِشَ أَوْ فَجُحِشَ شِقُّهُ الْأَيْمَنُ فَدَخَلْنَا عَلَيْهِ نَعُودُهُ فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَصَلَّى قَاعِدًا فَصَلَّيْنَا قُعُودًا وَقَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Uyainah dari Az Zuhriy dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjatuh dari kudanya dan mengalami cedera pada bagian kanan badan Beliau. Saat kami datang menjemput Beliau, tiba-tiba masuk waktu shalat. Maka Beliau melaksanakan shalat dengan duduk, maka kami pun turut shalat dengan duduk. Maka Beliau bersabda: “Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti. Bila ia telah membaca takbir maka bertakbirlah kalian dan bila ia telah ruku’, ruku’lah kalian dan bila dia telah bangkit berdiri, bangkitlah kalian dan bila ia berkata, sami’allahu liman hamidah, ucapkanlah oleh kalian: rabbanaa wa lakal hamdu”. (Hadits Bukhari Nomor 1047)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits berikut,

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِهِ وَهُوَ شَاكٍ جَالِسًا وَصَلَّى وَرَاءَهُ قَوْمٌ قِيَامًا فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ اجْلِسُوا فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا

Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Abu Uwais berkata, telah menceritakan kepada saya Malik dari Hisyam dari bapaknya dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat di rumahnya. Ketika itu Beliau sedang sakit hingga shalat dengan duduk, dan orang-orang mengikuti shalat di belakang Beliau dengan berdiri. Maka Beliau memberi isyarat kepada mereka agar shalat dengan duduk. Setelah selesai Beliau bersabda: “Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti. Maka bila dia ruku’, ruku’lah kalian dan bila dia mengangkat (kepala), agkatlah (kepala) kalian”. (Hadits Bukhari Nomor 1160)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke