Semua Busana Kesombongan Adalah Haram

Walaupun demikian, kami sepakat memakruhkan (bahkan kalau perlu mengharamkan) busana berlebihan dan bermegahan yang masih bisa kita saksikan dilakukan oleh para para bangsawan dan raja-raja (terutama di pemerintahan bercorak Monarki) misalnya dengan memanjangkan ekor baju (walaupun bukan celana). Atau misalnya kita dengar ucapan salah satu selebritis Indonesia yang berniat membuat pakaian pengantin yang memiliki ekor sepanjang 60 meter (walaupun akhirnya tidak jadi).

Hampir dipastikan tujuan mode pakaian seperti ini untuk menunjukkan kemegahan dan kemewahan. Demikian pula memakai jubah dan kain belakang yang diikat ke leher, (seperi batman, zorro, dan superman) menunjukkan kehebatan, kesaktian, kedigdayaan. Demikian pula pakaian pengantin barat (dan orang timur yang ke-barat-barat-an) Tidak dipungkiri lagi hal ini ditujukan untuk kesombongan, kemegahan dan kemewahan. Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْجُعْفِيُّ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِسْبَالُ فِي الْإِزَارِ وَالْقَمِيصِ وَالْعِمَامَةِ مَنْ جَرَّ مِنْهَا شَيْئًا خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Telah menceritakan kepada kami [Hannad bin As Sari] berkata, telah menceritakan kepada kami [Husain Al Ju’fi] dari [Abdul Aziz bin Abu Rawwad] dari [Salim bin Abdullah] dari [Bapaknya] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Isbal (menjulurkan kain) itu ada pada sarung, baju dan surban. Siapa yang memanjangkan salah satu darinya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya kelak pada hari kiamat.” (Hadits Riwayat Abu Daud Nomor 3571)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ أَبِي الصَّبَّاحِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي سُمَيَّةَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْإِزَارِ فَهُوَ فِي الْقَمِيصِ

“Telah menceritakan kepada kami [Hannad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnul Mubarak] dari [Abu Ash Shabbah] dari [Yazid bin Abu Sumayyah] ia berkata; Aku mendengar [Ibnu Umar] berkata, “Apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sabdakan dalam (isbalnya) sarung maka juga berlaku pada gamis.” (Hadits Riwayat Abu Daud Nomor 3572)

Maka menurut kami, hal seperti di atas pada masa sekarang masih haram (atau makruh) ditiru oleh kaum muslimin karena termasuk israf (berlebihan) dan mubadzir disamping juga menciptakan kesenjanga sosial karena masyarakat kita banyak yang miskin dan kekurangan pakaian layak. Malah menurut kami, isbal bukanlah masalah di bawah mata kaki atau di atas mata kaki, melainkan dimana di situ terselip tujuan kesombongan baik pada surban, mantel, selendang, gamis, lengan baju, jubah, ekor gaun, dan lainnya yang sengaja dipanjangkan melebihi kebiasaan masyarakat umum, bersifat tidak perlu, dan mubadzir.

Baja juga;

Kupas Tuntas Hukum Isbal (Menjulurkan Pakaian Melebihi Mata Kaki)

 

Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Akmal Mubarok

Bagikan Artikel Ini Ke
  • 9
    Shares