Salafy Sengaja Memotong dan Menyelewengkan Makna Hadits Bolehnya Isbal

Ada beberapa fakta hadits dan atsar mengenai masalah isbal yang tidak secara jujur dikemukakan di hadapan publik (khususnya oleh orang-orang yang memutlakkan keharaman isbal). Dan beberapa hadits dan atsar juga terpotong (atau sengaja dipotong) pada bagian lanjutannya yang menunjukkan tidak haramnya isbal jika tidak ada niat karena sombong. Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنِي مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ إِزَارِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ مِمَّنْ يَصْنَعُهُ خُيَلَاءَ

“Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi} telah memberitakan kepada kami {Ismail yakni Ibnu Ja’far} telah mengabarkan kepadaku {Musa bin Uqbah} dari {Salim bin Abdillah bin Umar} dari {bapaknya}, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menjulurkan (menyeret) kainnya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya kelak pada hari kiamat.” Kemudian Abu Bakar berkata, “Salah satu dari ujung kainku selalu menjulur keculi jika saya selalu mengawasinya!.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas menjawab: “Kamu bukanlah termasuk mereka yang berbuat demikian karena sombong.” (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 5338 dan Hadits Riwayat Ahmad Nomor 5927)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ جَانِبَيْ إِزَارِي يَسْتَرْخِي إِنِّي لَأَتَعَاهَدُ ذَلِكَ مِنْهُ قَالَ لَسْتَ مِمَّنْ يَفْعَلُهُ خُيَلَاءَ

“Telah menceritakan kepada kami [An Nufail] berkata, telah menceritakan kepada kami [Zuhair] berkata, telah menceritakan kepada kami [Musa bin Uqbah] dari [Salim bin Abdullah] dari [Bapaknya] ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menjulurkan kainnya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya salah satu ujung pakaianku ada yang menjulur, padahal aku telah berjanji untuk tidak melakukannya!” Beliau bersabda: “Kamu bukan termasuk orang yang melakukannya karena sombong.” (Hadits Riwayat Abu Daud Nomor 3563)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنْ الْخُيَلَاءِ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو بَكْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ إِزَارِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ مِمَّنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلَاءَ

“Telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Hujr] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Isma’il] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Musa bin Uqbah] dari [Salim] dari [Bapaknya] berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memanjangkan kainnya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, terkadang salah satu dari kainku turun, kecuali jika aku selalu menjaganya?” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Engkau bukan termasuk orang yang melakukan hal itu karena sombong” (Hadits Riwayat An-Nasa’i Nomor 5240)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنِي مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ إِزَارِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ مِمَّنْ يَصْنَعُهُ خُيَلَاءَ

“Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi} telah memberitakan kepada kami {Ismail yakni Ibnu Ja’far} telah mengabarkan kepadaku {Musa bin Uqbah} dari {Salim bin Abdillah bin Umar} dari {bapaknya}, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menjulurkan (menyeret) kainnya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya kelak pada hari kiamat.” Kemudian Abu Bakar berkata, “Salah satu dari ujung kainku selalu menjulur keculi jika saya selalu mengawasinya!.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas menjawab: “Kamu bukanlah termasuk mereka yang berbuat demikian karena sombong.” (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 5338 dan Hadits Riwayat Ahmad Nomor 5927)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ مِنْ الْخُيَلَاءِ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ زَيْدٌ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يُحَدِّثُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَآهُ وَعَلَيْهِ إِزَارٌ يَتَقَعْقَعُ يَعْنِي جَدِيدًا فَقَالَ مَنْ هَذَا فَقُلْتُ أَنَا عَبْدُ اللَّهِ فَقَالَ إِنْ كُنْتَ عَبْدَ اللَّهِ فَارْفَعْ إِزَارَكَ قَالَ فَرَفَعْتُهُ قَالَ زِدْ قَالَ فَرَفَعْتُهُ حَتَّى بَلَغَ نِصْفَ السَّاقِ قَالَ ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَى أَبِي بَكْرٍ فَقَالَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنْ الْخُيَلَاءِ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّهُ يَسْتَرْخِي إِزَارِي أَحْيَانًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَسْتَ مِنْهُمْ

“Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Zaid bin Aslam} saya mendengar {Ibnu Umar} berkata, “Siapa yang menjulurkan kainnya melebihi mata kaki karena sombong, Allah tidak melihatnya pada hari kiamat.” Telah berkata Zaid, Ibnu Umar menceritakan kisah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihatnya memakai kain baru dan terdengar suara gemerisik kainnya. Kontan beliau berkata, “Siapakah ini?” Ibnu Umar menjawab, “Saya Abdullah bin Umar.” Beliau berkata, “Jika kamu benar-benar Abdullah bin Umar, angkatlah kainmu.” Ibnu Umar berkata, “Saya pun mengangkatnya.” Beliau berkata, “Tambah (angkat lagi).” Ibnu Umar berkata, “Saya pun mengangkatnya lagi hingga pertengahan betis.” Kemudian dia menoleh kepada Abu Bakar dan berkata, “Barangsiapa yang menjulurkan kainnya karena sombong, Allah tidak melihatnya kelak pada hari kiamat.” Lalu Abu Bakar berkata, “, kainku terkadang merosot.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kamu tidaklah termasuk dari mereka.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 6056)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا عَتَّابٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مُبَارَكٍ أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ ثَوْبِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ مِمَّنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلَاءَ قَالَ مُوسَى قُلْتُ لِسَالِمٍ أَذَكَرَ عَبْدُ اللَّهِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ قَالَ لَمْ أَسْمَعْهُ ذَكَرَ إِلَّا ثَوْبَهُ

“Telah menceritakan kepada kami {‘Attab} telah menceritakan kepada kami {Abdullah} -yakni Ibnu Al Mubarak- telah mengabarkan kepada kami {Musa bin ‘Uqbah} dari {Salim bin Abdullah} dari {Abdullah bin Umar} ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong, niscaya Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” Abu lalu Bakar berkata, “Salah satu ikatan bajuku sering terlepas kecuali aku mengikatnya lagi? ‘ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya engkau tidak termasuk orang yang melakukannya karena sombong.” Musa berkata, “Aku bertanya kepada Salim, “Apakah Abdullah menyebutkan, “Barangsiapa menjulurkan kain sarungnya?” Salim menjawab, “Aku tidak mendengarnya menyebutkan kecuali pakaiannya.” (Hadits Riwayat Ahmad Nomor 5098)

Pada Hadits-hadits di atas jelas sekali dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa jika isbal itu tidak dilakukan karena niat sombong maka hal itu tidaklah mengapa. Namun, Hadits-hadits ini jarang ditampilkan kepada publik, dan jarang dikutip pada pembahasan masalah isbal. Kalaupun dikutip maka dipotong hanya sampai pada “Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat”. Sedangkan kelanjutannya pertanyaan Abu Bakar radliallahu ‘anhu yang memanjangkan kain, maka itu tidak dikutip.

Hal ini sekaligus membantah sebagian kalangan yang mengatakan bahwa penyebutan “karena sombong” itu bukanlah menunjukkan illat (alasan atau latar belakang diberlakukan hukum itu) melainkan karena isbal itu bersifat sombong. Padahal bagi orang yang jernih akalnya perkataan “karena sombong” jelas sekali menunjukkan “sebab” dan bukan menunjukkan “sifat”. Perkataan “karena” jelas merupakan jawaban dari pertanyaan “mengapa”. Maka “karena” jelas menunjukkan “sebab” dilarangnya isbal.

Baja juga; Kupas Tuntas Hukum Isbal (Menjulurkan Pakaian Melebihi Mata Kaki)

 

Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Akmal Mubarok

Bagikan Artikel Ini Ke