Ramadhan Bulan Penuh Berkah

Kata berkah memiliki kata turunan, yakni berkat, barakah, al-barakat, al-barkah, al-mubârak dan tabâruk. Menurut Ibn Mandzur, al-Fayyumi dan al-Fairuz Zabadi, kata al-barakah berarti “berkembang, bertambah dan kebahagiaan”. Menurut Imam al-Nawawi dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim, asal makna keberkahan ialah kebaikan yang banyak dan abadi. Sedangkan dalam kitab Riyadus Shalihin dijelaskan bahwa barakah adalah ziyadatul khair ‘ala al ghair (sesuatu yang dapat menambah kebaikan kepada sesama).

Tian berkah menurut menurut istilah adalah kebaikan berlimpah yang diberikan Allah kepada hambanya, baik berupa materi maupun moril. Dalam bentuk materi, bisa berkah harta, jabatan, anak, isteri, sedangkan dalam bentuk moril bisa jasmani, umur, ilmu, kesehatan, ketenangan, dan lainnya.

Keutamaan yang utama Ramadhan adalah ia sebagai bulan penuh berkah. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Ramadlan telah datang kepada kalian, -ia adalah- bulan berkah, Allah -Azza wa Jalla- telah mewajibkan kepada kalian berpuasa. Di bulan itu pintu langit dibuka, dan pintu neraka Jahim ditutup dan syetan pembangkang dibelenggu. Demi Allah di bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapat kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkannya.” (Hadits Nasai Nomor 2079)

Ramadhan memiliki banyak keberkahan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Di antaranya,

Keberkahan pertama,

Puasa Ramadhan merupakan penyebab terampuninya dosa-dosa dan terhapusnya berbagai kesalahan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Hadits Bukhari Nomor 37 dan Hadits Muslim Nomor 1268)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan Ramadlan ke Ramadlan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar.” (Hadits Muslim Nomor 344)

Keberkahan kedua,

Dalam bulan ini terdapat satu malam yang nilainya setara dengan seribu bulan, yaitu malam lailatul Qadar. Allah taala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Surat Al-Qadr Ayat 1-5)

Keberkahan ketiga,

Bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila datang bulan Ramadlan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu”. (Hadits Bukhari Nomor 3035 dan Hadits Muslim Nomor 1793)

Keberkahan keempat,

Semua amal kebaikan nilai pahalanya dilipat gandakan oleh Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah ‘azza wajalla berfirman; ‘Selain puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.’ Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka, dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi.” (Hadits Muslim Nomor 1945)

Keberkahan kelima,

Keberkahan bulan ini adalah bagi yang berpuasa bau mulutnya kelak di akhirat seharum minyak kasturi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim no. 1151)

Keberkahan keenam,

Ramadhan adalah bulan kebahagiaan sebab kenikmatan saat berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ.

“Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.” (HR. Muslim no. 1151)

Dan tentunya masih banyak lagi keberkahan yang dimiliki bulan Ramadhan. Itulah keistimewaan yang dimiliki bulan Ramadhan. Sekian banyak keberkahan yang terkandung di dalam bulan mulia ini, maka tidak ada alasan untuk kaum muslim untuk tidak berupaya meneguk berbagai keberkahan itu sebagai bentuk usaha meraih predikat takwa kepada Allah Ta’ala.

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke