Raja Salman Terbang ke China, Teken Kerja Sama Proyek Rp 864 T

Beijing – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud melanjutkan kunjungannya ke China. Pada hari pertamanya, Salman menyaksikan penandatanganan kerjasama senilai US$ 65 miliar atau setara Rp 864,5 triliun (kurs Rp 13.300/US$).

Ini juga termasuk nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan raksasa Arab Saudi, Aramco dan perusahaan China Norinco untuk pembangunan kilang di China.

Selanjutnya SABIC (Saudi Basic Industries Corp) dan Sinopec, sepakat untuk pengembangan proyek petrokimia di China dan Arab Saudi.

Presiden China, Xi Jinping mengatakan bahwa negaranya adalah pasar ekspor minyak yang besar dan stabil. China dan Arab Saudi harus memperdalam kerja sama.

“Untuk waktu yang lama, China dan negara-negara Islam telah saling menghormati dan memiliki kerjasama win dan telah menciptakan model perdamaian dari budaya yang berbeda,” ujarnya seperti dilansir di Reuters, Jumat (17/3/2017).

Sementara itu, Salman mengharapkan China bisa memainkan peran yang lebih besar dalam urusan Timur Tengah.

“Arab Saudi mau bekerja sama dengan China untuk mempromosikan perdamaian global, keamanan dan kemakmuran,” terangnya.

Diketahui, Arab Saudi telah menjalankan reformasi struktural dalam dua tahun terakhir. Arab Saudi sekarang berkunjung ke negara berkembang, yang merupakan importir minyak terbesar untuk menawarkan investasi. Termasuk penjualan Saudi Aramco.

China menjadi salah satu yang dituju, karena merupakan pasar kedua terbesar di China. Apalagi setelah kehilangan pasar ke Rusia tahun lalu. (finance.detik.com)

Bagikan Artikel Ini Ke