Pengertian, Penyebab, Dan Cara Mensucikan Hadats

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Dalam Islam ada istilah Suci. Kesucian bisa disebut juga kebersihan merupakan syarat untuk menjalankan ibadah. Bila tidak suci maka ibadahnya dianggap tidak sah bila dijalankan. Kesucian dalam Islam terbagi dua, yakni kesucian yang bersifat eksternal (luar badan) atau lebih dikenal dengan istilah NAJIS, dan kesucian yang sifatnya internal (dalam badan) atau lebih dikenal dengan istilah HADAST.

Kesucian yang sifatnya eksternal adalan seorang muslim harus suci dari sekala macam najis seperti kotoran manusia, hewan dll. Sedangkan yang sifatnya internal atau juga disebut hadats bila muslim melakukan tindakan yang dianggap kotor seperti kentut, buang air kecil atau air besar. Sedangkan hadas dengan pengertian sebuah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak sah bila mengerjakan shalat. Hadats terbagi dua,

Hadats Kecil

Yang dimaksud dengan hadats kecil ialah keadaan seseorang tidak suci, disebabkan beberapa faktor. Sedangkan cara mensucikannya dengan melakukan wudlu menggunakan air atau dengan cara tayammum bila tidak ada air. Berikut beberapa hal yang menyebabkan seseorang berhadats kecil,

  1. Disebabkan bersentuhnya secara langsung tanpa penghalang dua kulit laki-laki dan perempuan bukan muhrimnya. Allah swt. berfirman:

اَوْ لَمَسْتُمُ النِّسَآءَ

“… atau bersentuh kamu sekalian dengan perempuan (yang bukan mahram)….” (Q.S. al-Maidah: 6).

  1. Disebabkan keluarnya sesuatu dari dua lubang manusia, yaitu qubul dan dubur. Firman Allah swt,

اَوْ جَآءَ اَحَدٌمِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ

“atau kembali salah seorang dari kamu dari tempat buang air (wc)” (Q.S. al-Maidah: 6).

  1. Disebabkan kehilangan akal karena mabuk, gila, atau sebab lain seperti tidur. Sabda Nabi,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. : رُفَعِ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثٍ عَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَبْلُغَ وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يُفِيْقَ ـ رواه ابو داود و ابن ماجة

“Rasulullah saw. telah bersabda: Telah diangkat pena itu dari tiga perkara yaitu dari anak-anak sehingga ia dewasa (baligh), dari orang tidur sehingga ia bangun, dan dari orang gila sehingga ia sehat kembali.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

  1. Sebab telapak tangan menyentuh dubur atau qubul/kemaluan (Bagian Atas atau bibir) milik sendiri atau milik orang lain. Telapak tangan adalah bagian yang tertutup dari dua tangan bila ditempelkan. Rasulullah saw. bersabda:

عَنْ بُسْرَةَ بْنِ صَفْوَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. قَالَ: مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّاءْ ـ اخرجه الخمسة

“Dari Busrah bin Shafwan ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang menyentuh kemaluannya hendaklah ia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadats Besar

Yang dimaksud dengan hadats kecil ialah keadaan seseorang tidak suci, disebabkan beberapa faktor. Sedangkan cara mensucikannya dengan melakukan mandi atu dikenal dengan istilah junub menggunakan air atau dengan cara tayammum bila tidak ada air. Berikut beberapa hal yang menyebabkan seseorang berhadats besar,

  1. Keluar mani karena bermimpi atau bersetubuh. Nabi bersabda,

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ الْخُدْرٍيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م.: الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ ـ رواه مسلم

“Dari Abu Said al-Khudri ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Air itu dari air.” Maksudnya wajib mandi karena keluar air mani. (H.R. Muslim).

  1. Meninggal dunia. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi sebagai berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّ النَّبِيَّ ص.م. قَالَ: فِى الَّذِىْ سَقَطَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَمَاتَ اِغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوْهُ فِى ثَوْبَيْهِ ـ متفق عليه

“Dari Ibnu Abbas ra., sesungguhnya Nabi saw. bersabda tentang orang yang meninggal karena terjatuh dari kendaraannya, mandikanlah ia dengan air dan bidara dan kafanilah dengan dua kainnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

  1. Bertemunya dua buah kelamin antara laki-laki dengan perempuan (bersetubuh) entah keluar mani atau tidak. Nabi bersabda:

قَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ وَاِنْ لَمْ يُنْزِلْ ـ رواه مسلم

“Apabila bertemu dua khitan maka sungguh ia wajib mandi meskipun tidak keluar mani.” (H.R. Muslim)

  1. Haidh (menstruasi), yaitu darah yang keluar dari wanita yang telah dewasa pada setiap bulan.
  2. Nifas, yaitu darah yang keluar dari seorang ibu sehabis melahirkan.
  3. Wiladah, yaitu melahirkan anak.

Bagikan Artikel Ini Ke