Pahala Memberi Makan Berbuka Untuk Orang Berpuasa

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang terbaik bagi umat Islam untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang disediakan bagi kaum muslimin oleh Allah untuk mendapatkan pahala yang melimpah.

Sangat banyak amalan yang bisa dilakukan saat bulan Ramadhan untuk mendapatkan pahala yang besar. Di antaranya bersedekah, karena dengan sedekah harta tidak akan berkurang, bahkan ia akan menjadi bertambah. Nabi bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.” (Hadits Muslim Nomor 4689)

Sedekah juga akan meredam murka Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ

“Sedekah itu dapat memamkan murka Allah dan mencegah dari keadaan mati yang jelek.” (HR. Tirmidzi)

Di samping itu, sedekah saat berpuasa akan menghapus dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ النَّارَ الْمَاءُ وَصَلَاةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ

“Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai dan sedekah dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam.” (Hadits Ibnu Majah Nomor 3963)

Hanya dengan memberi sedikit makanan, segelas minuman, atau memberikan buah-buahan yang menyegarkan, itu bisa mendatangkan pahala. Maka jangan sia-siakan kesempatan seperti ini. Sedekah makanan untuk orang yang berbuka atau untuk orang bersahur. Baik berupa makan besar, makanan ringan, atau hanya berupa seteguk air. Barangsiapa yang menolong seorang mukmin dalam beramal kebaikan, maka orang yang menolong tersebut akan mendapatkan pahala semisal pelaku kebaikan tadi. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ أَوْ قَالَ عَامِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjukkan pada kebaikan, maka dia mendapatkan seperti pahala pelakunya, atau orang yang mengerjakannya’.” (Hadits Tirmidzi Nomor 2595)

Dalam hal ini diperkuat oleh firman Allah berikut,

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا

“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu;” (Surat Al-Qasas Ayat 84)

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepada orang yang menyiapakan segala kebutuhan dan perlengkapan perang bagi orang yang ingin berperang, maka ia akan mendapatkan pahala berperang, meskipun ia tidak ikut berperang. Nabi bersabda,

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

“Barangsiapa menyiapkan perlengkapan perang untuk orang yang akan berjuang di jalan Allah, berarti dia ikut berperang. Barangsiapa mengurusi keluarga yang ditinggalkan orang yang pergi berperang, berarti dia telah berperang.” (Hadits Muslim Nomor 3511)

Sama halnya dengan pahala membantu orang yang sedang jihad di jalan Allah adalah orang yang memberi makan orang yang berpuasa. Maka ia juga mendapatkan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala puasanya sendiri. Sebagaimana sabda Nabi berikut,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun” (Hadits Tirmidzi Nomor 735)

Hadits yang senada juga menyebutkan,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ أَوْ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الصَّائِمِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa saja yang menjamu orang yang berpuasa, maka ditulis untuknya pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun pahala puasanya.” (Hadits Ahmad Nomor 20687)

Sungguh luar biasa pahala yang di janjikan bagi orang yang berbuat kebaikan. Keutamaan lain yang didapat bagi orang yang memberi makanan berbuka adalah keutamaan dari do’a yang di panjatkan orang yang menyantap makanan itu. Kalau orang yang menyantap makanan mendoakan orang yang memberinya makanan, maka sungguh do’anya itu akan terkabul. Karena do’a orang yang berpuasa itu mustajab. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ دُونَ الْغَمَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ بِعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

“Ada tiga orang yang tidak akan ditolak do’anya; imam yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka dan do’a orang yang teraniaya. Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: “Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat. ” (Hadits Ibnu Majah Nomor 1742)

Saat berbuka adalah waktu di mana do’a orang yang berpuasa akan dikabulkan, karena ketika orang yang berpuasa telah selesai dalam ibadah puasanya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri. Apalagi kalau orang yang memakan makanan yang kita berikan mendoakan sebagaimana do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam ajarkan, maka insyaallah rizki yang kita keluarkan akan semakin berkah. Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, lalu beliau mengangkat kepalanya ke langit seraya mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي

“Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberiku makan dan berilah minum orang yang telah memberiku minum.” (Hadits Muslim Nomor 3831)

Memberi makanan kepada orang yang berpuasa, hendaklah memilih orang yang tepat, yaitu orang yang benar-benar membutuhkan dan yang bisa mendo’akan kita. Tapi jangan niat kita memberi makanan kepada orang yang berpuasa hanya agar mereka mau mendo’akan kita, tapi niatkanlah karena mengharap ridho Allah. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan” (Hadits Bukhari Nomor 1)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada ‘Amru bin Al ‘Ash,

يَا عَمْرُو نَعِمَّا بِالْمَالِ الصَّالِحِ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِ

“Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh seorang laki-laki shalih.” (Hadits Ahmad Nomor 17134)

Dengan berpuasa dan banyak mengeluarkan shadaqah melalui memberi makanan kepada orang yang berpuasa, maka itulah jalan menuju surga. Dari ‘Ali, ia berkata, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi menjawab: “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur.” (Hadits Tirmidzi Nomor 1907)

Sungguh luar biasa sedekah di saat bulan Ramadhan, di mana berbagai amal kebaikan terkumpul di dalamnya. Dalam bulan Ramadhan banyak umat Islam melaksanakan ibadah puasa, banyak membaca Al-Qur’an, banyak melaksanakan shalat malam, dan di dalam bulan Ramadhan juga banyak orang yang memberikan sedekah. Nabi bersabda,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya: “Siapakah di antara kalian yang pagi ini sedang berpuasa?” Abu Bakar menjawab, “Aku.” Beliau bertanya lagi: “Siapa di antara kalian yang hari ini telah menghantarkan jenazah?” Abu Bakar menjawab: “Aku.” Beliau bertanya lagi: “Siapa di antara kalian yang hari ini telah memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab: “Aku.” Beliau bertanya lagi: “Siapa di antara kalian yang hari ini telah menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Aku.” Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah semua itu ada pada seseorang kecuali dia pasti akan masuk surga.” (Hadits Muslim Nomor 1707)

Perbanyaklah bersedekah terutama di bulan puasa, sungguh luar biasa pahala yang akan kita dapatkan. Sungguh luar pahala yang tidak ternilai dari memberi makan orang berbuka puasa. Di samping itu pula Allah akan mengabulkan segala doa yang dipanjatkan, dan juga akan mendapatkan balasan syurga dari Allah. Marilah kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk menggapai banyak pahala dengan amalan-amalan baik.

Jika kita memiliki rizki berlebih, hendaklah membagikannya kepada orang yang berbuka puasa. Jika itu semua ikhlas karena Allah Ta’ala, Ia akan membalasnya dengan memberikan keutamaan-keutamaan yang telah disebutkan di atas, bahkan mungkin lebih. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk kita agar selalu mendapatkan cinta dan ridha dari-Nya. Amin.

Oleh Ustadz Faisol Lihin, dan disempurnakan oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke
  • 154
    Shares