Menjatuhkan Makanan Sama Halnya Memberi Makan Setan

Daftar Isi

Diasuh Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad


PERTANYAAN:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

  1. Benarkah makanan yang kita biarkan terjatuh akan dimakan setan?
  2. Adakah dalilnya?

JAWABAN:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

  1. Benar sekali, setiap makanan yang terjatuh lalu kita membiarkan sia-sia maka ia akan dimakan setan.
  2. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah Nomor 3269.

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ بَيْنَمَا هُوَ يَتَغَدَّى إِذْ سَقَطَتْ مِنْهُ لُقْمَةٌ فَتَنَاوَلَهَا فَأَمَاطَ مَا كَانَ فِيهَا مِنْ أَذًى فَأَكَلَهَا فَتَغَامَزَ بِهِ الدَّهَاقِينُ فَقِيلَ أَصْلَحَ اللَّهُ الْأَمِيرَ إِنَّ هَؤُلَاءِ الدَّهَاقِينَ يَتَغَامَزُونَ مِنْ أَخْذِكَ اللُّقْمَةَ وَبَيْنَ يَدَيْكَ هَذَا الطَّعَامُ قَالَ إِنِّي لَمْ أَكُنْ لِأَدَعَ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِهَذِهِ الْأَعَاجِمِ إِنَّا كُنَّا نَأْمُرُ أَحَدُنَا إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَتُهُ أَنْ يَأْخُذَهَا فَيُمِيطَ مَا كَانَ فِيهَا مِنْ أَذًى وَيَأْكُلَهَا وَلَا يَدَعَهَا لِلشَّيْطَانِ

“dari [Ma’qil bin Yasar] dia berkata, “Tatkala dia sedang sarapan pagi sesuap makanan jatuh dari (tangannya), dia lalu mengambilnya seraya membersihkan kotoran yang menempel pada makanan tersebut. Maka para pemimpin kabilah saling berisyarat dengan matanya, lalu dikatakan kepada Ma’qil, “Semoga Allah memberi kebaikan kepada Amir (pemimpin), para pemimpin kabilah saling berisyarat mata karena kamu mengambil sesuap makanan yang jatuh, padahal di depanmu banyak makanan.” Ma’qil menjawab, “Sesungguhnya aku tidak ingin meninggalkan apa yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena orang-orang asing ini. Sungguh, jika ada sesuap makanan terjatuh, maka kami akan memerintahkan untuk mengambilnya kemudian membersihkan kotoran yang menempel pada makanan tersebut lalu memakannya, dan janganlah meninggalkannya untuk setan.” (HR. Ibnu Majah Nomor 3269)

Pengertian di atas juga diperkuat dengan firman Allah SWT,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).

Di samping makanan yang kita sia-siakan akan menjadisantapan setan dan otomatis kita akan mendapatkan dosanya, menyia-nyiakan makanan prilaku yang tidak memiliki kepekaan kemanusiaan, dikarenakan masih banyak manusia di belahan bumi yang mengalami kelaparan karena kekeringan maupun disebabkan mereka terjebak situasi di negara yang perang saudara. Janganlah kita sia-siakan makanan karena menyia-nyiakan makanan sama halnya kita berteman dengan setan. Wallahu a’lam.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ