Mengenal Salafi Bagian 05; Pengaruh Kekuasaan Allah Swt

Diasuh Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad Dan Tim LDSI


Tanya:

Karena apa kita yakin adanya Allah SWT?

Jawab:

Kita yakin dan mantap bahwa Allah SWT itu ada, karena pengaruh-pengaruh kekuasaan-Nya dan bukti-bukti kebijaksanaan-Nya yang kita saksikan sekalipun kita tidak melihat-Nya dengan mata kepala dan tidak mendapati hakikat-Nya dengan pikiran atau angan kita, sebab didalam benda buatan (makhluk) tersebut terdapat dilalah (petunjuk) terhadap khaliq (penciptanya) dan dalam keteraturannya terdapat tanda Sang Pembuat yang bijak. Demikian juga dengan seorang yang melihat sebuah bangunan yang menjulang tinggi, tentu ia mengerti bangunan itu pasti ada yang membuatnya. Barang siapa yang melihat sebuah tenda yang berdiri ditanah lapang, maka ia mengerti bahwa kemah tersebut pasti ada yang mendirikan, sebagaimana juga orang yang melihat makhluk-makhluk di bumi dan langit akan mantap dan yakin bahwa semuanya ada yang membuatnya yang kemampuan dan sifat-sifatnya sangat sempurna.

Allah SWT berfirman:

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ – وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ – وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ – وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggilkan? Dan gunung-gunung ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia di hamparkan? (QS. Al-Ghasyiyah:17-20)

وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ – وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ – وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ – لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ – وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ – وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ – وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَ – إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu,Maka dengan serta merta mereka dalam kegelapan. Dan Matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia samapai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak mendahului siang. Dan masing-masing beredar ada garis edarnya. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa kami angkutketurunan mereka dalam bahtera penuh muatan. Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. Dan jika kami kehendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada sesuatu ketika”. (QS. Yasin:37-44).

Ciptaan-ciptaan Allah dan makhluk-makhluk-nya di bumi dan langit semuanya menjadi saksi atas Ke Tuhanan-nya dan menegaskan ke-Esaan-nya. Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang bekata:

Sungguh mengherankan, bagaiman Tuhan didurhakai, atau bagaimana orang yang ingkar mengingkarinya. Dalam segala sesuatu ada tanda yang menunjukkan bahwa Tuhan itu hanya satu. Dan Allah mempunyai pengaruh nyata dalam setiap gerak dan diam.

Sebagian ulama’ pernah ditanya tentang dalil keberadaan Allah SWT, lalu ia menjawab: Kotoran unta menunjukkan adanya unta, kotoran keledai menunjukkan adanya keledai, bekas tapak kaki di jalan menunjukkan adanya orang yang lewat disitu, dan langit yang memiliki bujur (zodiac), bumu yang memiliki banyak lintasan dan celah, dan laut yang memiliki banyak gelombang, semuanya menunjukkan Sang Pencipta Yang Maha Teliti.

Imam Abu Hanifah dalam sebuah dialog orang-orang Atheisme mengatakan: “Apakah masuk akal, sebuah kapal yang meluncur di permukaan laut yang dalam, diterpa gelombang dahsyat dan angin kencang, sedangkan kapal tetap berjalan lurus tanpa nahkoda? ”orang-orang Atheis itu menjawab: “Tidak, tidak dapat diterima akal” Imam Abu Hanifah berkata: “Apabila hal itu tidak dapat diterima akal, bagaimana mungkin alam raya yang membentang atas dan bawah beserta kondisi yang beraneka ragam ini tanpa ada yang membuat?”

Perlu diingat, bahwa orang yang merenungkan bumi, langit dari keajaiban-keajaiban makhluk-makhluk diantara keduanya dan tidak mempercayai, bahwa semuanya tidak mempunyai Tuhan dan Pencipta, maka orang itu tidak sehat akal pikirannya dan gelap hatinya, ia mengalami desersi dan ia diselimuti kerusakan. Orang tersebut termasuk yang difirmankan oleh Allah SWT dalam ayat-Qur’an:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya kami jadikan untuk (isi Neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat ayat Allah) dan mereka mempunyai mata tapi (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah), mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (QS. Al-A’raaf:179).

Binatang-binatang ternak dan hewan-hewan lainnya bahkan tumbuhan-tumbuhan dan batu-batuan saja mengakui penciptanya sebagai Tuhan Yang Maha Esa, andaikat dapat berbicara, pasti mengungkapkan pengakuannya itu

Allah SWT berfirman:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. Al-israa’: 44)-

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلَالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونوَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَيَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۩َ

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri?. Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para Malaikat, sedang mereka (Malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang diatas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)”.QS. An-nahl: 48-50).

Sumber: Al-Ajwibah al Damighah fi al Raddiala al-Aqa’id al-Za’ighah