Mengenal Salafi Bagian 04; Siapa Mengenal Dirinya, Maka Ia Mengenal Allah Swt

Diasuh Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad Dan Tim LDSI


Tanya:

Apa pengertian kalimat “Siapa mengenal dirinya, maka mengenal Tuhannya”.

Jawab:

Pengertian kalimat “Siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya” yang tersebut dalam astar, ialah mengenal diri sendiri merupakan salah satu cara mengenal Allah SWT. Apabila manusia seperti kita merenungi kelemahan dirinya, keterbatasannya, kebutuhan dan ketidakberdayaannya mengambil kemanfaatan untuk dirinya serta menghindarkan bahaya darinya, maka ia akan mengetahui ia mempuyai Tuhan dan Pencipta yang mandiri dalam menciptakannya, mandiri dalam menbantunya, mengatur dan mengendalikannya, kemudian ia sadar bahwa ia hanyalah seorang hamba yang serta terbatas dan semua persoalannya di tangan lainnya, yang tiada lain adalah Allah, yang Maha Mulia dan Maha Bijaksana.

Demikian juga halnya manusia jika mau berfikir tentang permulaan penciptaannya; ia asalnya tidak ada, lalu diwujudkann oleh Allah SWT dengan kemurahannya Allah menciptakannya dari setetes air hina dan nuthfah (zigot) yang busuk, kemudian membentuknya, membuka pendengaran dan penglihatanya hingga menjadikannya dalam bentuk yang sangat baik, memperindahnya dengan sifat-sifat mulia dan derajat-derajat yang tinggi baik bersifat keagamaan maupun keduniawian.

A llah SWT telah berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ- ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ – ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al-Mu’minun: 12-14).

Sumber: Al-Ajwibah al Damighah fi al Raddiala al-Aqa’id al-Za’ighah