Mengenal Salafi Bagian 02; Hak Allah Swt Atas Setiap Hamba-Nya

Diasuh Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad Dan Tim LDSI


Tanya:

Apa hak Allah yang wajib dipenuhi semua hamba?

Jawab:

Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh setiap hamba adalah hendaknya semua hamba menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan-Nya.

Tanya:  

Apa dalil atau dasarnya?

Jawab:

Dalilnya adalah hadist Nabi SAW:

“Dari Mu’adz bin Jabal ra ia berkata, “Saya pernah dibelakang Nabi SAW diatas seekor keledai lalu beliau bersabda: ‘Hai Mu’adz, apakah kamu mengerti hak Allah atas hamba? Dan apa hak hamba-hamba atas Allah? ’Saya berkata: ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengerti’. Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya hak Allah atas semua hamba ialah hendaknya mereka menyambah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya”.(HR.Imam Muslim).

Diantara kewajiban-kewajiban yang paling mendasar atas semua hamba adalah mengetahui persoalan tujuan ia diciptakan, yaitu hanya beribadah kepada Allah SWT. Allah menciptakan makhluk ini hanya agar beribadah kepadan-Nya sebagaiman firman-Nya:

 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaku”(QS.Adz-Dzariyat: 56)

Hak Allah SWT yang harus dipenuhi oleh setiap hamba itu besar, anugrah-Nya kepada hamba-Nya sangat luas dan merata. Mereka diciptakan oleh Allah dengan bentuk yang baik dan sempurna, melimpahkan kepadanya segala nikmat dan menunjukkan kepada agama yang benar, yaitu agama Islam.

Andaikan setiap hamba bersujud kepada Allah diatas bara api sejak dunia diciptakan sampai kehancuran nanti, maka ia belumlah memenuhi hak nikmat Islam dan Iman dianugerakan Allah padanya. Allah SWT menganugerahkan nikmat-nikmat yang bersifat spiritual, dan material, dhahir dab batin kepada setiap hamba-Nya yang tidak terbatas yang andaikata lautan dijadikan tinta dan pohon-pohon dijadikan pena untuk menulis jumlah nikmat-Nya Allah kepada hamba-Nya, tentu akan habis sebelum mampu menghitung satu persen dari nikmat-nimat Allah. Allah SWT berfirman:

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluan) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, Tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sanggat zalim dan sanggat mengingkari (nikmat Allah). (QS. Ibrahim: 34)

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ

Tiadakah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan diantara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau putunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan (QS.Lukman: 20).

Sumber: Al-Ajwibah al Damighah fi al Raddiala al-Aqa’id al-Za’ighah