Manfaat Doa

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad


Di samping makna doa adalah sebuah permohonan dari seorang hambanya kepada Tuhannya, doa juga dapat diartikan sebagai media komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Sedangkan kedudukan doa dalam agama Islam adalah sarana ibadah di mana pelakunya akan mendapat pahala. Di samping itu juga doa memiliki banyak manfaat, di antaranya,

Dapat menolak keburukan

Setiap manusia tentunya tidak berharap menjumpai keburukan dalam hidupnya. Untuk menolak keburukan tersebut tiada lain cara yang paling ampuh adalah dengan doa. Nabi bersabda,

Hadits Ahmad Nomor 21720

مَا عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِدَعْوَةٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهَا أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ

“Tidaklah seorang muslim pun dimuka bumi yang berdoa kepada Allah AzzaWaJalla dengan sebuah doa melainkan Allah akan memberikan hal itu kepadanya atau atau menjaganya dari kejelekan semisalnya selama ia tidak meminta dengan kejelekan atau memutus hubungan rahim.”

Mendekatkan diri pada Allah

Berdoa berarti berkomunikasi dengan Allah. Kedeketan kita dengan Allah dapat ditandai sesering apa kita berkomunikasi dengan Allah. Semakin kita sering berdoa maka semakin dekat kita pada Allah Azza wa Jalla. Maka seringlah berdoa, karena ia akan mendekatkan kita pada Allah. Allah berfirman.

Surat Al-Baqarah Ayat 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Dapat mengubah takdir

Jangan remehkan doa, karena kekuatan doa sungguh luar biasa. Doa mampu merubah takdir yang mungkin tidak kita inginkan. Doa juga mampu mengangkat takdi buruk, maka janganlah segan-segan berdoa agar keburukan-keburukan hidup tidak menghampiri kita. Panjatkan permohonan dengan penuh keyakinan kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan. Nabi bersabda,

Hadits Ibnu Majah Nomor 4012

لَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ وَلَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

“Tidaklah akan bertambah umur (seseorang) kecuali dengan kebaikan, dan tidaklah akan dapat menolak takdir kecuali doa. Sesungguhnya seseorang akan ditahan rizkinya karena dosa yang dia lakukan.”

Penyebab meninggal dalam keadaan fitrah

Di antara manfaat berdoa adalah bila dipanjatkan sebelum tidur bila meninggal maka akan meninggal dalam keadaan suci. Sebagaimana dijelaskan dalam Hadist:

Hadits Bukhari Nomor 239

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudlulah seperti wudlu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu dan berdoalah: (Ya Allah, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan perasaan senang dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus) ‘. Jika kamu meninggal pada malammu itu, maka kamu dalam keadaan fitrah dan jadikanlah do’a ini sebagai akhir kalimat yang kamu ucapkan.”

Doa adalah bentuk ibadah yang dapat mendatangkan pahala

Manfaat doa dapat mendatangkan pahala, karena inti dari ibadah adalah doa. Sebagaimana saat seseorang membaca Al-Qur’an, mengerjakan shalat dan haji sebetulnya merupakan ritual berdoa. Maka, perbanyaklah berdoa agar kita mendapatkan banyak pahala. Nabi bersabda,

Hadits Tirmidzi Nomor 3293

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Doa adalah inti ibadah.”

Dikarenakan doa merupakan ibadah, tentunya bagi pelakunya akan banyak mendapatkan pahala. Di samping ia sebagai sarana meminta permohonan, ia juga berfungsi sebagai dzikir kepada Allah. Dijelaskan dalam Hadist sahih:

Hadits Tirmidzi Nomor 3299

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا بَلَى قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى

“Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja (Allah) kalian, paling tinggi derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian memenggel leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?” Mereka berkata; ya. Beliau berkata: “Berdzikir kepada Allah ta’ala.”

Menolak kesulitan hidup

Siapa yang tidak menginginkan terlepas dari segala kesusahan dan kesulitan hidup. Di samping ikhtiyar, untuk menghindari terhimpit dan terlilit dari persoalan hidup salah satunya menggunakan doa. Karena salah satu manfaat doa adalah dapat melepaskan persoalan dan dapat mempermudah segala urusan. Allah berfirman,

Surat An-Naml Ayat 62

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).

Memperoleh Rahmat dari Allah

Manfaat doa dapat mendatangkan rahmat dari Allah Ta’ala. Seseorang yang selalu berdoa niscaya hidupnya penuh ketentraman dan kedamaian sebab telah diliputi oleh kasih sayang Allah. Allah berfirman dalam Al-Quran:

Surat Al-A’raf Ayat 56

وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Menghilangkan duka cita dan kesulitan

Tidak ada doa yang sia-sia, sebab doa dapat merubah kesulitan menjadi kemudahan. Setiap doa yang dipanjatkan dapat menghilangkan duka cita dan gundah gulana. Sebagaimana saat kesulitan Nabi Yunus yang dihilangkan menggunakan doa yang dipanjatkan kepada Allah. Allah berfirman,

Surat Al-Anbiya Ayat 87-88

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَفَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”.

Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.

Mententramkan Jiwa

Setiap orang pasti berkeinginan jiwanya tentram. Namun terkadang keinginan untuk tentram tidak sesuai dengan cara untuk mendapatkan ketentraman. Ada sebagian manusia dalam upaya menentramkan jiwanya malah melakukan perbuatan negatif seperti pergi mencari hiburan ke diskotik, mengkonsumsi khamr, pergaulan bebas, dan sejenisnya. Padahal hiburan semacam itu malah membuat hati semakin galau. Pilihan yang biasa dilakukan mereka yang beriman agar supaya hati senantiasa tentram adalah berdoa. Dengan doa hati akan menjadi tenang dan tentram sebab kita akan selalu dekat dengan Tuhan. Allah bersabda,

Surat At-Taubah Ayat 103

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Diampuni dosa-dosa

Tentunya setiap manusia pernah melakukan kesalahan, karena manusia memang tempatnya salah dan lupa. Sebagai manusia biasa yang memiliki hasrat tentunya khilaf dan salah sulit untuk dihindari. Namun sebaik-baik manusia yang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang tetap bersedia mengakui kesalahan untuk kemundian bertuabat. Nabi bersabda,

Hadits Darimi Nomor 2611

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak cucu Adam itu melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertaubat.”

Namun demikian, kesalahan dan dosa tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sudah selayaknya bila seseorang punya dosa maka hendaklah segera bertaubat dengan salah satu cara memanjatkan doa, karena berdoa memiliki fungsi dapat menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukan. Berdoalah kepada Allah Ta’ala niscaya segala dosa akan terampuni.

Hadits Tirmidzi Nomor 3463

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Wahai anak Adam, tidaklah engkau berdoa kepadaKu dan berharap kepadaKu melainkan Aku ampuni dosa yang ada padamu dan Aku tidak perduli, wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit kemudian engkau meminta ampun kepadaKu niscaya aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan membawa kesalahan kepenuh bumi kemudian engkau menemuiKu dengan tidak mensekutukan sesuatu denganKu niscaya aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi.”

Terkabul semua permintaan

Siapa yang tidak bergembira dan bersuka cita bila semua keinginan dan harapan terwujud. Di samping berusaha, maka berdoalah! Dikarenakan berdoa memiliki manfaat dapat mengaulkan segala harapan serta dapat menjauhkan diri dari segala kejahatan. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist shahih:

Hadits Tirmidzi Nomor 3497

مَا عَلَى الْأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهَا أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ إِذًا نُكْثِرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

“Tidaklah seorang muslim di atas muka bumi berdoa kepada Allah dengan sebuah doa melainkan Allah akan memberikan kepadanya, atau memalingkan keburukan darinya seperti doanya, selama ia tidak berdoa untuk melakukan perbuatan dosa atau memutuskan hubungan kekerabatan.” Kemudian terdapat seorang laki-laki dari orang-orang berkata; jika demikian kita perbanyak doa. Beliau berkata: “Allah lebih banyak pemberiannya.”

Dalam Hadits qudsi disebutkan,

Hadits Malik Nomor 447

مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

‘Barangsiapa memohon kepada-Ku, niscaya akan aku penuhi, barangsiapa meminta kepada-Ku niscaya akan aku beri, dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku niscaya akan aku ampuni.”

Dalam hadits lain,

Hadits Ibnu Majah Nomor 1357

لَا يَسْأَلَنَّ عِبَادِي غَيْرِي مَنْ يَدْعُنِي أَسْتَجِبْ لَهُ مَنْ يَسْأَلْنِي أُعْطِهِ مَنْ يَسْتَغْفِرْنِي أَغْفِرْ لَهُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

“Jangan sekali-kali para hamba-Ku meminta kepada selain Aku! Barangsiapa berdo`a kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, barangsiapa meminta kepada-Ku maka akan Aku beri dan barangsiapa meminta ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni hingga terbit fajar. “

Manfaat lainnya

Di samping beberapa manfaat yang telah di sebutkan di atas, tentunya masih banyak lagi manfaat berdoa. Di antaranya,

Berdoa dapat menyebabkan derajat seseorang terangkat di sisi Allah, dicintai Allah, terhindar dari murka Allah, diberikan kekuatan menghadapi musuh, dapat membantu dalam mengendalikan emosi jiwa atau kemarahan, dapat menghalau gelisah, dapat melenyapkan stres, dapat menghilangkan depresi, menjadikan hidup lebih bahagia, dapat mencegah bala’ bencana, dapat meningkatkan rasa tawakkal kepada Allah, penyebab kedamaian batin, penghibur batin saat gelisah, menguatkan jiwa saat ada masalah, mendekatkan diri kepada Allah, mendamaikan batin, sebagai bimbingan untuk membuat keputusan yang bijaksana, bantuan agar terhindar dari godaan, sebagai pengampunan dosa, sebagai bantuan kepada orang lain, dapat melenyapkan rasa putus asa, sebagai motivasi dalam menghadapi cobaan hidup,mendorong seseorang dapat bersikap positif, dapat menciptakan individu yang tegar, membuat kondisi psikologis seseorang lebih stabil, dapat memacu potensi seseorang untuk berprestasi, penyebab keselamatan di dunia dan akhirat, mendatangkan banyak kenikmatan dari Allah SWT, dapat meraih kesempatan hidup lebih baik, bisa meningkatkan rasa cinta kepada diri sendiri dan orang lain, dapat mengubah yang tidak baik menjadi baik, menjadikan hati menjadi tenang, dapat menghapus dosa dan menyelamatkannya dari adzab Allah, perlindungan dari gangguan makhluq ghaib, memberikan penyembuhan, dapat menangkal godaan, memberikan ketenangan, mengajarkan seseorang arti mengasihi, dapat mengusir setan, membebaskan diri dari stres, menjauhkan dari segala penyakit, membuat diri lebih bahagia, membuat seseorang menjadi orang yang lebih baik, dan berdoa dapat menjauhkan dari bebagai penyakit.

 

 

Bagikan Artikel Ini Ke
  • 38
    Shares