Keutamaan Tangan Kanan Dalam Islam

Daftar Isi

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Dalam agama Islam tangan kanan memiliki kedudukan tersendiri, ini bukan hanya sedang membahas fungsi namun estetika. Kalau berbicara fungsi sebetulnya sama saja antara mau menggunakan kanan atau kira, namun bila berbicara masalah etika maka layak untuk kita bahas penggunaan tangan kanan. Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla berfirman:

Kanan kiri dalam Islam menyangkut simbol, dalam Al-Qur’an umat manusia dibagi menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah kanan yang menerima catatan amalnya menggunakan tangan kanan. Golongan diidentikkan dengan hal-hal kebaikan, ketaatan, keselamatan, kebahagiaan, kenikmatan, dan keberuntungan. Allah berfirman,

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ

“Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”. (QS. Al-Hâqqah/69:19)

Golongan kedua adalah kiri yang menerima catatan amalnya menggunakan takan kiri. Golongan ini diidentikkan dengan hal-hal keburukan, kemungkaran, kesesatan, kesedihan, keputus asaan. Allah berfirman,

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ

“Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini)”. (Al-Hâqqah[69]:25)

Nabi SAW senantiasa menggunakan tangan kiri untuk hal-hal baik dan istimewa. Sementara beliau memanfaatkan tangan kiri bila terkait dengan hal-hal kotor dan jorok. Demikianlah pokok-pokok etika dalam Islam. ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan perihal kaidah itu:

كَانَتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيُمْنَى لِطُهُورِهِ وَطَعَامِهِ وَكَانَتْ يَدُهُ الْيُسْرَى لِخَلَائِهِ وَمَا كَانَ مِنْ أَذًى

“Bahwa tangan kanan Rasulullah dipergunakan dalam bersuci dan makan. Adapun tangan kiri, dipakai untuk membersihkan bekas kotoran dari buang hajat dan perkara-perkara yang najis (najis)” (Hadits Sahih Menurut Abu Dawud)

Berikut beberapa hal yang dianjurkan menggunakan tangan kanan, sebagaimana anjuran nabi dalam beberapa keadaan.

  1. Makan Dan Minum

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

“Jika salah seorang dari kalian akan makan, hendaknya makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaknya minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim)

  1. Saat bersuci

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi lebih menyukai menggunakan sebelah kanan dalam urusan-urusan beliau; dalam mengenakan sandal, menyisir dan besuci” (HR. Bukhari dan Muslim)

إِذَا لَبِسْتُمْ وَإِذَا تَوَضَّأْتُمْ فَابْدَءُوا بِأَيَامِنِكُمْ

“Jika kalian akan mengenakan pakaian dan berwudhu, mulailah dengan sebelah kanan kalian” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

  1. Memandikan Jenazah

Disebutkan dalam riwayat, kaum wanita menghadiri pemandian jenazah putri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Zainab. Rasulullah berkata kepada mereka:

ابْدَأْنَ بِمَيَامِنِهَا ….

“Mulailah dengan anggota-anggota badan sebelah kanan” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Menyisir Rambut

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ ,فِي طُهُورِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَ تَنَعُّلِهِ

“Rasulullah lebih menyukai menggunakan sebelah kanan dalam urusan-urusan beliau; dalam bersuci, menyisir dan mengenakan sandal” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Mengenakan Baju

إِذَا لَبِسْتُمْ وَإِذَا تَوَضَّأْتُمْ فَابْدَءُوا بِأَيَامِنِكُمْ

“Jika kalian akan mengenakan pakaian dan berwudhu, mulailah dengan sebelah kanan kalian” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

  1. Memakai Alas Kaki

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ ….

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika salah seorang dari kalian akan mengenakan sandal, hendaknya memulai dengan kaki kanannya. Dan apabila akan melepasnya, hendaknya memulai dengan kaki kirinya…” (HR. Muslim)

  1. Beberapa perkara yang dianjurkan menggunakan tangan kiri

نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِأَيْمَانِنَا …

“Rasulullah melarang kami menghadap kiblat saat buang air besar, kencing dan melarang kami melakukan istinja` dengan tangan kanan… ” (HR. Nasâi)