Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Daftar Isi

Oleh KH. Ainur Rofiq & Ustadz Qomaruddin

Tidak setiap orang beruntung, banyak di sekitar kita yang mengalami ujian kesabaran dari Allah, ada dari mereka diuji dengan harta, dan ada juga yang diuji dengan hilangnya kasih sayang dari keluarga. Ada hak keperdulian dari mereka yang sedang diberi kenikmatan lebih dari kepada mereka yang sedang mengalami ujian harta karena kemiskinan dan ujian kasih sayang karena yatim.

Menolong adalah hal yang paling mulia di hadapan sang Kholiq, bila disertai dengan keikhlasan hati dan ridlo. Selain itu bila diperhatikan lebih mendalam lagi banyak fadilah-fadilah dan keutamaan yang akan diraih bagi yang melakukannya. Keperdulian kita terutama kepada anak-anak yang mengalami ditinggal orang tuanya akan berbalas kemuliaan dari Allah. Disamping menanggung anak yatim termasuk amal shalih, begitu banyak perintah agama untuk perduli kepada anak yatim, sebagaimana firman Allah,

وَيَسْءَلُوْ نَكَ عَنِ الْيَتَمَى,قُلْ اِصْلاَحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ

“dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “memperbaiki keadadan anak-anak yatim itu amat baik bagimu…..”. (QS. Al-Baqarah[2]: 220)

يَسْءَلُوْ نَكَ مَاذا يُنْفِقُوْنَ ,قُلْ مَااَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍفَلِلوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبَيْنِ وَالْيَتَمَىو

Allah berfirman yang artinya; “mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibi bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim,..…”. (QS. Al-Baqarah[2]: 215)

وَاَتُوْاالْيَتَمَى اَمْوَالُهُمْ

“dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang telah baligh) harta-harta mereka….”. (QS. An-Nisa,4:2)

Bagi mereka yang perduli akan nasib anak yatim dengan menanggun kehidupan mereka nicaya akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga disamping kedudukan Nabi. Maksud menanggung anak yatim bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan makan dan minum saja, namun yang tidak kalah penting juga adalah perilndungan, perhatian, kasih sayang, agama, akhlaq, dan juga pendidikannya.

Tidak sedikit orang beranggapan menanggung anak yatim dalam segi makan dan minumnya saja, namun mengabaikan pendidikan dan agamanya. Yatim adalah mereka yang ditinggal figur orang tuanya. Arahan dan motivasi hidup harus ada yang menjaminnya, kalau tidak maka banyak fakta anak-anak yatim yang walaupun makan dan minumnya terjamin namun menjadi liar karena tanpa ada bimbingan yang benar dari orang-orang sekitarnya.

Tidak sedikit karena alasan kasihan dan takut kena kuwalat/tulah kepada anak yatim orang-orang sekitar membiarkan anak-anak yatim bermain secara liar, berbuat kesalahan dibiarkan, takut memarahi. Pada akhirnya tidak jarang banyak kasus karena banyak mendapatkan kasih sayang yang salah kaprah mereka berprilaku liar tanpa arah. Itulah kenapa tanggunggungjawab terhadap anak yatim juga termasuk kasih sayang dan bimbingan hidupnya.

Mereka termasuk dalam golongan anak yatim yang memperlukan kasih sayang dan pembelaan serta tanggung jawab dari kita semua agar mereka bisa belajar (sekolah) dengan tenang serta mendapati kehidupan yang layak seperti anak-anak lainnya yang selalu gembira di bawah asuhan orang tuanya.

Tiada rugi bagi kita bila sudi mengurusnya dengan selalu memberi nafkah kepadanya dan perlindungannya. Berikut adalah keutamaan mengurus anak-anak yatim;

  1. Memelihara anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rosululloh saw.”

عَنْ سَهْلِ بَْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم : أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئاً

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari No. 4998 dan 5659)

  1. Memiliki pahala yang setara dengan orang yang jihad di medan perang membela agama Islam.

مَنْ عَالَ ثَلَاثَةً مِنْ الْأَيْتَامِ كَانَ كَمَنْ قَامَ لَيْلَهُ وَصَامَ نَهَارَهُ وَغَدَا وَرَاحَ شَاهِرًا سَيْفَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَكُنْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ أَخَوَيْنِ كَهَاتَيْنِ أُخْتَانِ وَأَلْصَقَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى

“Barangsiapa mengurus tiga anak yatim maka ia ibarat orang yang melakukan qiyamul lail pada malam harinya, berpuasa pada siang harinya, berangkat pagi dan sore hari dengan pedang terhunus di jalan Allah, aku dan dia berada di surga seperti dua saudara sebagaimana dua ini yang bersaudara.” Dan beliau menempelkan dua jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Ibnu Majah No. 3670)

  1. Masuk surga dengan mudah.

مَنْ قَبَضَ يَتِيمًا مِنْ بَيْنِ الْمُسْلِمِينَ إِلَى طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ إِلَّا أَنْ يَعْمَلَ ذَنْبًا لَا يُغْفَرُ لَهُ

Barangsiapa yang memelihara anak yatim dan memberinya makan dan minum niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga kecuali jika dia melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. (HR. Tirmidzi No. 1840)

  1. Rumah menjadi berkah.

خَيْرُ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُحْسَنُ إِلَيْهِ وَشَرُّ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُسَاءُ إِلَيْهِ

“Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.” (HR. Ibnu Majah No. 3669)

Sebaliknya, bila kita tidak memiliki keperdulian dan atau bahkan berlaku aniaya kepada mereka anak-anak yang sedang diuji oelh Allah sebagai anak yatim, niscara kita akan mendapat siksa api neraka menyala-nyala kelak di nerakanya, sebagaimana firman Allah,

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS. An-Nisa’: 10)

Ketahuilah bahwa kita peduli terhadap anak-anak yatim piatu, atau bisa diartikan kita menafkahi (sandanganya, panganya, perasaannya) atau menyayangi anak yatim akan terdapat dalam hati kita tumbuh sifat kasih sayang serta penyabar. Tidak diragukan lagi kepada kita untuk selalu menjaga dan mengurusnya anak-anak yatim.

Inilah kehidupan.. bukan yang selalu kecukupan dan banyak harta yang dikatakan orang yang bahagia dan mulia, melainkan orang yang peduli terhadap sesama atau orang yang memang disitu sangat membutuhkan uluran tangan orang lain. Itulah yang dinamakan orang yang mulia dan bahagia karena orang yang dikatakan bahagia dan mulia itu dari ketenangan hati serta bisa bijaksana dalam situasi dan kondisi. Semoga bermanfa’at dan semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua. Amin….