Keutamaan Melaksanakan Shalat Dhuha

Daftar Isi

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad & Iqbalul Fatwa

Sholat Duha termasuk golongan shalat sunah, shalat yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apa bila ditinggalkan tidak apa-apa, haram hukumnya seseorang yang melaksanaakan  sholat setelah subuh sampai waktu duha. Waktu itulah diperbolehkan mengerjakan sholat sunnah yang sifatnya mutlak yaitu sholat sunnah Dhuha yang boleh dikerjakan sampai menjelang Dzuhur.

Sholat Dhuha dilakukan seorang muslim ketika waktu Dhuha. Waktu Dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya fajar (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu mendekati  Dzuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.

Rosulullah SAW bersabda;

 أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ النَّوْمِ عَلَى وِتْرٍ وَصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى

“Kekasihku (Rasulullah) mewasiatkan tiga perkara kepadaku, yaitu shalat witir sebelum tidur, puasa tiga hari di setiap bulan, dan shalat Dluha dua rakaat.” (HR. Nasai Nomor 1659)

Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan shalat-shalat sunnah untuk menyempurnakan ibadah shalat wajib yang terkadang tidak dapat sempurna pahalanya, maka dari itu Rosulullah SAW sangat menganjurkan untuk melaksanakan sholat Dhuha disamping untuk menambah pahala kita juga banyak sekali manfaat dan keutama-keutamaanya.

مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً سِوَى الْفَرِيضَةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ أَوْ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa mengerjakan shalat dalam sehari dua belas rakaat selain shalat wajib, Allah membangunkannya atau akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Nasai Nomor 1785)

Begitulah janji Allah SWT yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad Shollalahualaihi walsallam apabila seseorang mau meluangkan waktunya untuk mengerjakan perkara sunnah yang telah di contohkan oleh nabi diantaranya Sholat Dhuha , sudah jelas akan dijamin ole ALLAH SWT akan mendapatkan tempat yang mulia seperti yang diterangkan diatas.

Berikut beberapa keutamaan shalat dluha;

  1. Shalat duha sebagai kecukupan segala kebutuhan (rizki) manusia sepanjang siang

Rosulullah SAW bersabda;

ابْنَ آدَمَ لَا تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَوَّلَ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Hai anak cucu Adam! Janganlah kau malas untuk melaksanakan empat rakaat di permulaan siang (Shalat Dhuha) niscaya Aku mencukupimu di akhir siang’.” (HR. Ahmad Nomor 21436)

Yang pertama dari beberapa  keutamaan sholat dhuha  adalah  Allah akan mencukupi rizkinya, rizki itu  diibaratkan buah yang sudah matang  dan buah yang  matang pada dasarnya pasti akan jatuh ke tanah, akan tetapi manusia tidak akan pernah tau kapan waktunya  buah itu akan jatuh, untuk mempercepat buah itu jatuh ke tanah apakah tidak bisa? yang jelas bisa..!  yaitu dengan menggunakan galah untuk mempercepat mengambil buah tersebut.  Dari peristiwa diatas bisa digambarkan, Buah itu ibarat RIZKI dan GALAH diibaratkan Sholat Dhuha , apabila sholat dhuha ini dikerjakan secara istoqomah insyahallah kita dalam menggapai rizki yang diberikan oleh Allah SWT akan lebih mudah.

  1. Pahala shalat duha sebanding dengan pahala haji dan umrah yang sempurna

Rosulullah SAW bersabda;

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ قَالَ وَسَأَلْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَعِيلَ عَنْ أَبِي ظِلَالٍ فَقَالَ هُوَ مُقَارِبُ الْحَدِيثِ قَالَ مُحَمَّدٌ وَاسْمُهُ هِلَالٌ

“Barang siapa yang shalat subuh berjama’ah kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit yang dilanjutkan dengan shalat dua raka’at, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah.” dia (Anas radliallahu ‘anhu) berkata, Rasulullah bersabda: “Sempurna, sempurna, sempurna.” dia (Abu ‘Isa) berkata, ini adalah hadits hasan gharib, saya bertanya kepada Muhammad bin Isma’il tentang Abu Zhilal, dia menjawab, dia muqaribul hadits (termasuk lafazh ta’dil. Pent), dia juga berkata, namanya adalah Hilal. (HR. Tirmidzi Nomor 535)

Yang kedua keutamaan sholat duha adalah pahalanya  sebanding dengal amal ibadah haji dan umroh.
Jadi, tidak ada alasan bagi seseorang yang belum bisa melaksanakan ibadah haji mengeluh karena tidak memiliki harta atau bekal untuk menjalaninya. Allah tidak pernah  memperberat hambanya dalam menjalankan perintah-perintahnya , ini adalah suatu bukti bahwa agama Islam sangatlah mudah dan banyak cara untuk mendapatkan pahala tanpa harus susah payah mengerjakanya.
Mungkin sebagian orang berkata “enak menjadi orang kaya raya dengan hartanya mereka  bisa bersedekah dengan sebanyak-banyaknya, dengan harta yang banyak pula mereka dengan mudah bisa melaksanakan ibadah haji.” Pada hakikatnya sama entah seseorang tersebut kaya ataupun miskin dihadapan Allah kita semua sama makhluk yang lemah. Maksudnya orang-orang kaya kebanyakan dari mereka tidask punyak  cukup waktu untuk melaksanakan sholat dhuha lalu mereka menggantinya dengan melaksanakan ibadah haji, dan orang yang kurang mampu untuk mendapatkan pahala yang sama dengan ibadah haji maka dianjurkanlah olej nabi untuk melasankan sholat sunnah Dhuha sebagai gantinya.

  1. Shalat duha sebagai sedekah seluruh persendian

Rosulullah SAW bersabda;

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ فَلَهُ بِكُلِّ صَلَاةٍ صَدَقَةٌ وَصِيَامٍ صَدَقَةٌ وَحَجٍّ صَدَقَةٌ وَتَسْبِيحٍ صَدَقَةٌ وَتَكْبِيرٍ صَدَقَةٌ وَتَحْمِيدٍ صَدَقَةٌ فَعَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذِهِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ ثُمَّ قَالَ يُجْزِئُ أَحَدَكُمْ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَا الضُّحَى

“Hendaklah masing-masing dari kalian setiap harinya bersedekah untuk setiap ruas tulangnya. Setiap shalat (yang ia kerjakan) menjadi sedekah baginya, puasa adalah sedekah, haji adalah sedekah, bacaan tasbih adalah sedekah, bacaan takbir juga sedekah, bacaan tahmid adalah sedekah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghitung (menyebutkan) semua amal Shalih ini, lalu bersabda: “Cukuplah salah seorang dari kalian mengerjakan shalat dua raka’at dhuha untuk menggantikan semua itu.” (HR. Abu Daud Nomor 1094)

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

“Pada diri manusia itu terdapat tiga ratus enam puluh persendian, maka hendaklah ia memberi sedekah untuk setiap persendiannya tersebut.” Para sahabat berkata, “Wahai Nabi Allah, siapa yang akan mampu melakukannya!” beliau bersabda: “Mengubur ludah dalam masjid atau sesuatu yang engkau buang dari jalan (adalah sedekah), jika tidak mendapatinya maka dua rakaat dhuha sudah cukup bagimu.” (HR. Abu Daud Nomor 4563)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ وَهُوَ ابْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ مَوْلَى أَبِي عُيَيْنَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدُّؤَلِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap pagi dari persendian masing-masing kalian ada sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir sedekah, setiap amar ma’ruf nahyi mungkar sedekah, dan semuanya itu tercukupi dengan dua rakaat dhuha.” (HR. Muslim Nomor 1181)

Sangat banyak sekali keutamaan-keutamaan yang terkandung dalam sholat dhuha, Rasulullah pun sangat istoqomah dalam melaksanakanya , kita sebagai kaumnya yang selalu berdoa mendapat syafaatnya dan bisa berkumpul di akhirat bersamanya kelak , maka tidak ada alas an untuk tidak mengikuti sunnahnya , mari luangkan waktu kita di pagi hari untuk melaksanakan sholat dua rakaat ini agar kita juga bisa merasakan dan mendapat pahala yang sudaj dijanjikan olej Allah SWT.