Keutamaan Berpuasa Pada Hari Senin dan Kamis

Senin dan Kamis merupakan hari yang sangat istimewa bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara keutamaan dan keberkahannya;

Setiap Hari Senin Dan Kamis Dibuka Pintu Surga

Bahwa pintu-pintu surga dibuka pada dua hari tersebut, yaitu Senin dan Kamis. Pada saat inilah orang-orang mukmin diampuni, kecuali dua orang mukmin yang sedang bermusuhan. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah [2] pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)

Setiap Hari Senin Dan Kamis Diperiksa Semua Amal Hamba

Disamping itu juga kedua hari tersebut istimewa karena pemeriksaan amal hamba dilaksanakan pada hari tersebut, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ اْلاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan…” (HR. Muslim)

Oleh karena itu sebaiknya kaum muslimin menyambut kedua hari tersebut dengan menjauhi permusuhan, dan menjauhi sifat-sifat tercela.

Senin Merupakan Hari Kelahiran Nabi

Dan dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيْهِ

“Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya al-Qur-an kepadaku pada hari tersebut.” (HR. Muslim)

Kamis Merupakan Hari Favorit Nabi Untuk Beraktifitas

Keutamaan lain yang dimiliki hari Kamis, bahwa kebanyakan perjalanan (safar) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terjadi pada hari Kamis ini. Beliau menyukai keluar untuk bepergian pada hari Kamis. Sebagaimana tercantum dalam Shahih al-Bukhari bahwa Ka’ab bin Malik radliallahu ‘anhu mengatakan:

لَقَلَّمَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ إِذَا خَرَجَ فِي سَفَرٍ إِلاَّ يَوْمَ الْخَمِيْسِ

“Sangat jarang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis.” (HR. Bukhari)

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ فِي غَزْوَةِ تَبُوْكَ وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ

“Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (memang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.” (HR. Bukhari)

Untuk Menayambut Kedua Hari Yang Sangat Istimewa Tersebut Dengan Berpuasa Senin Kamis

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu antusias menyambut hari Senin dan Kamis dengan menjalankan ibadah puasa pada kedua hari ini. Sebagaimana yang terdapat dalam sebagian kitab hadits dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha, ia mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis ”.(HR. Tirmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

Kenapa kita disunnahkan menjalankan ibadah puasa pada keduahari tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menungkapkan alasannya bahwa pada kedua hari tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala memeiksa semua amal hambanya. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berharap ketika umat manusia semua amalnya diperiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan suci, suci, dan fitri karena berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Amal-amal manusia diperiksa pada setip hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud)

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke