Kemuliaan dan Keagungan Al-Qur’an dalam Islam

Al-Qur’an adalah petunjuk dan rahmat

Akal sepenuhnya tidak akan mampu menyelamatkan manusia, sebab ia memiliki keterbatasan dan sifatnya sangat lemah. Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk menuju keselamatan bagi umat manusia sebagai bentuk kasih sayang (rahmat) Allah. Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman,

هَٰذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Al Quran ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.” (Surat Al-A’raf Ayat 203)

Tidak ada keraguan dalam Al-Qur’an, ia petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (Surat Al-Baqarah Ayat 2)

Hidup tidah sepenuhnya lurus, bagi mereka yang mendapatkan petunjuk niscaya akan mendapatkan keselamatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (Surat Al-Isra’ Ayat 9)

Al-Qur’an sebagai pedoman bagi orang-orang beriman

Bila hidup tanpa memiliki pedoman, niscaya hidupnya tanpa arah dan akan mudah tersesat. Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Surat An-Nisa’ Ayat 59)

Kembalikan semua urusan kepada Al-Qur’an, niscaya hidup akan selamat. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman maka hidup manusia akan lebih jelas dan terang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,” (Surat An-Nahl Ayat 44)

Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan

Bila langkah manusia dapat selamat karena pandangan mata dipandu oleh cahaya matahari atau lampu. Begitu juga mata hati juga membutuhkan cahaya yang akan menerangi hidup seorang hamba dan menuntunnya menuju keselamatan. Cahaya mata hati seseorang tersebut adalah Al-Qur’an. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Surat Asy-Syura Ayat 52)

Cahaya Al-Qur’an akan menerangi hidup mereka yang meyakini kebenarannya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).” (Surat An-Nisa’ Ayat 174)

Cahaya Al-Qur’an akan mengeluarkan mereka yang meyakini dari kegelapan. Allah Azza wa Jalla berfirman,

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Surat Al-Baqarah Ayat 257)

Cahaya Al-Qur’an akan membimbing setiap langkah orang mukmin dalam kehidupan yang mapan. Allah Azza wa Jalla berfirman,

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Surat Al-An’am Ayat 122)

Al-Qur’an adalah pelajaran dan obat

Hidup penuh lika liku, ada yang mengalami kemunduran, ada yang mengalami stagnan, dan ada yang mengalami kemajuan. Hanya mereka yang dapat mengambil pelajaran dalam Al-Qur’an yang hidupnya akan maju dan berkah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Surat Sad Ayat 29)

Al-Qur’an adalah pelajaran bagi umat manusia sehingga menjadi obat penyembuh penyakit-penyakit hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Surat Yunus Ayat 57)

Al-Qur’an merupakan obat penawar bagi pribadi mukmin, sehingga akan dijauhkan dari kerugian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Surat Al-Isra’ Ayat 82)

Al-Qur’an sebagai pengingat dan kabar gembira

Hidup di dunia sangat terbatas. Ada kehidupan yang lebih kekal di akhirat. Al-Qur’an diturunkan sebagai peringatan bagi mereka yang kufur dan sebagai kabar gembira bagi mereka yang mengimani. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا ۜ. قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,” (Surat Al-Kahf Ayat 1-2)

Al-Qur’an merupakan perniagaan yang tidak akan merugi

Tidak ada satupun manusia yang menginginkan kerugian dalam perdagangan duniawinya. Begitu juga dengan kehidupan ukhrawinya. Allah telah menyediakan Al-Qur’an sebagai modal agar kehidupan akhiratnya tidak akan mengalami kerugian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ. لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur’an) dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Surat Fatir Ayat 29-30)

Perniagaan manusia dengan Allah akan mendapatkan kemenangan dan keuntungan yang besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

۞ إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli (perniagaan) yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (Surat At-Taubah Ayat 111)

Al-Qur’an menjadi sebab kedudukan seseorang mulia

Siapa yang tidak mengharapkan memiliki kedudukan yang mulia di hadapan Allah atau manusia. Allah telah menunjukkan kepada manusia bahwa bilamana berkeinginan hidup mulia, maka agungkanlah Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

أَنَّ نَافِعَ بْنَ عَبْدِ الْحَارِثِ لَقِيَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ بِعُسْفَانَ وَكَانَ عُمَرُ اسْتَعْمَلَهُ عَلَى أَهْلِ مَكَّةَ فَسَلَّمَ عَلَى عُمَرَ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ مَنْ اسْتَخْلَفْتَ عَلَى أَهْلِ الْوَادِي فَقَالَ نَافِعٌ اسْتَخْلَفْتُ عَلَيْهِمْ ابْنَ أَبْزَى فَقَالَ عُمَرُ وَمَنْ ابْنُ أَبْزَى فَقَالَ مَوْلًى مِنْ مَوَالِينَا فَقَالَ عُمَرُ فَاسْتَخْلَفْتَ عَلَيْهِمْ مَوْلًى فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّهُ قَارِئٌ لِكِتَابِ اللَّهِ عَالِمٌ بِالْفَرَائِضِ فَقَالَ عُمَرُ أَمَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“bahwa Nafi’ bin Abdul Harits menemui [Umar bin Al Khaththab] di ‘Usfan. Ketika Umar itu telah mengangkatnya sebagai gubernur Makkah. Lalu ia memberi salam kepada Umar, Umar pun berkata kepadanya; Siapa yang memimpin penduduk lembah? Nafi’ menjawab; Aku mengangkat Ibnu Abza sebagai pimpinan mereka. Umar pun bertanya; Siapa Ibnu Abza itu? Ia menjawab; Ia adalah salah seorang mantan budak yang telah kami merdekakan. Umar berkata; Lalu engkau menjadikan seorang mantan budak untuk memimpin mereka? Ia menjawab; Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ia orang yang selalu membaca Al Qur’an lagi menguasai faraidl (hukum waris). Umar berkata; Ketahuilah sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab ini (Al Qur`an) dan menghinakan beberapa kaum lainnya dengannya pula.” (Hadits Darimi Nomor 3231 dan Hadits Ibnu Majah Nomor 214)

Al-Qur’an sebagai pemberi syafa’at

Bukan hanya amal seseorang yang dapat menghantarkan masuk surga. Bila amal seseorang dirasa tidak cukup, berkat rahmat Allah seseorang masih ada harapan untuk masuk surga, salah satunya berkat syafaat dari Al-Qur’an yang pernah dimuliakannya semasa hidupnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti.” (Hadits Muslim Nomor 1337)

Al-Qur’an sumber pahala

Hidup merupakan ajang mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan kelak di akhirat. Barangsiapa memiliki amal, ibadah, dan kebaikan niscaya akan beruntuk kelak di akhiratnya. Salah satu media yang dapat dijadikan sebagai sumber pahala adalah membaca Al-Qur’an. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya.” (Hadits Bukhari Nomor 4639)

Al-Qur’an sebagai penenang hati yang gundah

Keadaan hati sangat tidak menentu, terkadang mendadak bahagia, dan terkadang tiba-tiba gundah gulana. Manakala manusia diserang penyakit gelisah, maka Al-Qur’an adalah sebagai obat penenangnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah sebuah kaum berkumpul di dalam rumah diantara rumah-rumah Allah ta’ala, membaca kitab Allah, dan saling mempelajarinya diantara mereka melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, serta dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka diantara malaikat yang ada di sisiNya.” (Hadits Abu Daud Nomor 1243)

Itulah beberapa kemuliaan dan keagungan Al-Qur’an. Berbahagialah bagi mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Di samping akan menyelamatkannya kelak di akhirat, juga hidup akan lebih tenang, berkah, dan bahagia.

 

Bagikan Artikel Ini Ke