Kemuliaan Bulan Ramadhan

Muqaddimah

AlhamdulillahI Rabbil Alamin, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Sayyidina wa Maulana Muhammad.

Tidak terasa saat ini kita telah berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan yang sangat mulia. Sudah selayaknya kita sebagai muslim menyambut kedatangannya dengan berbagai persiapan. Semoga persiapan ilmu, mental, dan fisik dapat menyempurnakan kemuliaan bulan Ramadhan. Agar semangat kita meningkat dalam penyambutan Ramadhan, sebaiknya kita mengetahui beberapa hal yang menyebabkan bulan Ramadhan ini memiliki keutamaan di banding dengan bulan lainnya. Berikut keutamaan yang dimiliki bulan Ramadhan,

Ramadhan Sebagai Bulan Penuh Rahmat

Ramadhan disebut sebagai bulan penuh rahmat disebabkan dalam bulan ini setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka sebagai wujud kasih sayang Allah taala dengan memberikan kesempatan kepada hambanya yang ingin meningkatkan kebaikannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila datang bulan Ramadlan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu”. (Hadits Bukhari Nomor 3035 dan Hadits Muslim Nomor 1793)

Hamzah Muhammad Qasim berpendapat, “Ditutup pintu-pintu jahannam secara hakiki dari orang-orang yang melaksanakan shaum, yaitu siapa yang meninggal di antara mereka di bulan Ramadhan, maka ia termasuk di antara orang-orang yang dibebaskan dari api neraka pada bulan Ramadhan.” Dan dalam perkataan ‘ditutup pintu-pintu neraka’ terdapat kabar besar yang menggembirakan bagi orang Islam yang meninggal di bulan Ramadhan dalam keadaan menunaikan hak-hak Allah dan berbagai kewajiban yang dibebankan kepadanya.” (Lihat, Manar al-Qari fii Syarh Mukhtashar Shahih al-Bukhari, III:205-206)

Abdurra’uf al-Munawi berpendapat,

قوله ( وغلقت أبواب جهنم ) كناية عن تنزه أنفس الصوام عن رجس الآثام وكبائر الذنوب العظام وتكون صغائره مكفرة ببركة الصيام

“Perkataan: ‘Ditutup pintu-pintu jahannam’ adalah makna kiasan dari kesucian jiwa orang-orang yang shaum dari kotoran dosa kecil dan dosa besar. Dan dosa-dosanya yang kecil dihapus oleh berkah shaum.” (Lihat, Faid al-Qadier Syarh al-Jami’ as-Shagier, I:340)

Al-Qashthalani berpandangan,

(وغلقت أبواب جهنم) حقيقة أو كناية عن تنزه أنفس الصوّام عن رجس الفواحش والتخلص من البواعث على المعاصي بقمع الشهوات

“Perkataan: ‘Ditutup pintu-pintu jahannam, adalah makna hakiki atau makna kiasan dari kesucian jiwa orang-orang yang shaum dari perbuatan jelek dan selamat dari faktor-faktor pendorong maksiat dengan mengekang syahwat.” (Lihat, Irsyad asy-Syari Syarh Shahih al-Bukhari, V:294)

Hal inilah yang membedakan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya. Sehingga manakala berkat rahmat dan taufiq Allah dalam bulan ini kaum muslimin lebih dimudahkan untuk mendapatkan banyak pahala sebab seorang muslim akan dimudahkan untuk menjauhi kemaksiatan dan kemungkaran karena dibelenggunya syetan dan ditutupnya pintu-pintu neraka.

Ramadhan Merupakan Bulan Turunnya Al-Qur’an

Ramadhan merupakan bulan yang penuh kebaikan. Bulan ini terpilih sebagai bulan disyariatkannya ibadah puasa yang mana pahalanya Allah langsung memberikannya. Dan pada bulan ini pulalah Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam diturunkan. Sebagaimana firman Allah Tabaraka wa Taala,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, (Surat Al-Baqarah Ayat 185)

Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa (Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan Ramadhan ini dibanding bulan-bulan lainnya. Pujian Allah Taala atas bulan ini sebab bulan ini telah terpilih sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an dibanding bulan-bulan lainnya.

Terdapat Lailatul Qadar Yang Dipenuhi Kemuliaan

Bulan Ramadhan bukan sekeder bulan mulia, namun ia juga sebagai bulan penuh berkah disebabkan Allah telah benar-benar memberikan kesempatan dengan diberinya satu malam bagi setiap kaum muslimin untuk meningkatkan pahalanya dengan berbagai amal kebaikan dengan mudah. Malam itu adalah malam seribu malam, sebab satu amal ibadah dan amal kebaikan yang dilakukan setara dengan seribu kebaikan.

Inilah satu malam pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, saat-saat manusia mulai lesu dalam beribadah dan saat-saat diturunkannya Al-Qur’anul Karim. Allah Tabaraka wa Taala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.

”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Surat Al-Qadr Ayat 3)

Allah Tabaraka wa Taala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (Surat Ad-Dukhan Ayat 3)

Imam Jalaluddin dalam tafsir Jalalaian menjelaskan bahwa “(Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati) yaitu Lailatul Qadar, atau malam pertengahan bulan Sya’ban. Pada malam tersebut diturunkanlah Al-Quran dari Umul Kitab atau Lauhul Mahfudz yaitu dari langit yang ketujuh hingga ke langit dunia (sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan) yang memperingatkan manusia dengan Al-Qur’an.

Pendapat ini juga didukung oleh mayoritas ulama seperti Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah dalam kitab Tafsir Ath Thobari, 21/6

Bulan Dilipatgandakan Pahala

Dalam kitab Syu’bul Iman, Imam Baihaqi mengatakan,

جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْهِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ،

“Allah menjadikan puasa di bulan ini sebagai kewajiban, dan malam harinya sebagai ibadah tambahan (qiyamul lail). Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini (dengan melakukan kebaikan), ia seperti melakukan ibadah wajib pada bulan selain Ramadhan. Dan barangsiapa melakukan ibadah wajib pada bulan ini seperti melaksanakan 70 kali ibadah pada bulan selain Ramadhan.”

Dalam sebuah hadits diriwayatkan tentang keutamaan amal yang dikerjakan pada bulan Ramadhan mulia ini. Nabi bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah ‘azza wajalla berfirman; ‘Selain puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.’ Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka, dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi.” (Hadits Muslim Nomor 1945)

Andai saja ada orang yang sehari digaji 70 kali lipat dari hari lainnya, bagaimana semangatnya? Meski sakit, ia akan tetap berusaha menjalankan kerja itu. Sebagai contoh, seorang kopral ditawari gaji jenderal. Apakah ia akan menyia-nyiakan?

وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ

Ramadhan adalah bulan sabar, dimana sabar pahalanya adalah surga.

Ramadhan Merupakan Bulan Doa Mudah Terkabul

Siapa yang tidak mengharap doa-doa yang dipanjatkan mudah terkabul? Inilah kesempatan bagi kaum muslimin memanjatkan banyak doa. Sebab Allah sendiri telah berjanji untuk mengabulkan setiap permintaan hambanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid-10/149)

Hadits di atas diperkuat dengan hadits berikut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak; imam adil, orang puasa saat berbuka dan doa orang yang terzhalimi, doanya diangkat diatas awan dan pintu-pintu langit dibukakan, (Hadits Tirmidzi Nomor 2449)

Dalam kitab Al Majmu’, 6/375 Imam An-Nawawi berpendapat bahwa “Doa saat berpuasa merupakan kesunnahan” dan “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.

Semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk meraih keberkahan Ramadhan dengan berbagai amal ibadah dan amal kebaikan. Amin.

Penulis: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke
  • 45
    Shares