Kafir Hukumnya Melakukan Bom Bunuh Dini

Daftar Isi

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Tindakan bunuh diri hukumnya haram dalam Islam. Ini sudah menjadi konsensus/kesepakatan semua ulama Islam seluruh dunia dari masa ke masa.

Keharaman tersebut bersifat mutlak/absolut, dengan artian, entah bagaimanapun caranya atau apapun niatnya. Entah motif putus asa atau motif semangat jihad sekalipun. Allah berfirman:

وَلاَ تَقْتُلُوْا أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu (bunuh diri); sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (An-Nisa[4]:29)

Bahkan orang yang mati karena bunuh diri hukumnya bukan hanya haram, namun telah masuk status “KAFIR”, darimana kesimpulan itu didapat? Tidak ada lain ancaman dari Allah kepada pelakunya yang akan kekal selama-lamanya di dalam neraka jahannam. Kedudukan apa yang membedakan dengan kekafiran dari sebuah tindakan yang ancamannya adalah neraka selama-lamanya? Hal itu sangat sesui dangan sabda Nabi:

مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

Barangsiapa (bunuh diri) menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung sehingga membunuh dirinya, maka di dalam neraka Jahannam dia (juga) menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung. Dia akan tinggal di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Barangsiapa meminum racun sehingga membunuh dirinya, maka racunnya akan berada di tangannya. Dia akan meminumnya di dalam neraka Jahannam. Dia tinggal di dalam neraka Jahannam selama-selamanya. Barangsiapa membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya. Di dalam neraka Jahannam ia akan menikam perutnya. Dia akan tinggal di dalam neraka Jahannam selama-lamanya”. (HR. Bukhari, no. 5778. Muslim, no. 109. Lafadz milik Bukhari)

Lalu bagaimana terkait fenomena pada akhir zaman sekarang ini yang banyak pelaku bom bunuh diri dengah motivasi jihad agar mendapatkan pahala surga? Jawabannya hal ini juga tidak terkecuali telah masuk dalam katagori “KAFIR”.

Lalu apa bedanya antara PERTAMA: Mati syahid karena berjihad di jalan Allah yang telah dijanjikan surga dengan KEDUA: Mati bunuh diri walau berniat jihad di jalan Allah namun dipastikan tetap masuk neraka abadi?

Perbedaannya adalah bila pada kasus PERTAMA dia ketika bermaksud menegakkan agama Allah melawan musuh tidak meniatkan dirinya mati walaupun akhirnya mati. Sedangkan pada kasus yang KEDUA sebelum musuhnya benar-benar ada kepastian mati, dia sudah niat untuk menghilangkan nyawanya sendiri.

Memang Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan setiap jiwa mujahidin yang melayang saat memperjuangkan kewibaan agama Islam di muka bumi, atau melawan mereka yang menghalang-halangi setiap pribadi mukmin menjalankan keyakinannya, itulah konsep mati SYAHID yang jauh beda dengan konsep mati BUNUH DIRI.

Inilah yang namanya JIHAD KONYOL mereka menganggap apa yang dilakukan adalah SUCI dan pasti masuk surga, persangkaan inilah yang sebetulnya telah mendahului kehendak Tuhan. Allah ta’ala berfirman,

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS. An Najm:32)

Nabi bersabda,

لاَ تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمُ اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ

“Janganlah kalian merasa diri kalian suci, Allah lebih tahu akan orang-orang yang berbuat baik diantara kalian” (HR. Muslim).

Sebuah renungan: Kriteria kebaikan bukan diukur pada heroik tindakannya, namun timbulnya dampak kebaikan yang dapat dirasakan oleh kemanusiaan dan kehidupan. Lalu bagaimana bisa dikatakan kebaikan bila sebuah tindakan kenyataannya malah menimbulkan kemadhorotan, kerusaka, dan ketakutan? Faktanya, teror bukan semakin mendekatkan ummat pada tauhid malah akan semakin menjauhkannya…. karena tauhid letaknnya hanya dalam hati… dan hati mudah takluk dengan cara dakwah bil hikmah….

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-Nahl[16]:125)

Sabtu,10122016