Jenis-Jenis Mandi Sunnah Dalam Islam

Daftar Isi

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Mandi merupakan salah satu amalan yang disyari’atkan oleh agama Islam. Hukum dasar mandi itu itu sendiri adalah mubah, sedangkan hukum mandi bila diniatkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan adalah sunnah. Namun ada jenis-jenis mandi yang dihukumi sunnah dalam syariat karena dengan beberapa tujuan syariat, yakni sebuah mandi yang hukumnya sunnah karena dikaitkan beberapa keutamaan. Berikut beberapa mandi yang disunnahkan oleh agama,

  1. Mandi Hari Jum’at

Kesunnahan mandi di hari Jum’at bersifat mutlak, yakni berlaku baik seorang tersebut mau melaksanakan shlat Jum’at sebagai mukimin maupun tidak sebagai musafir, baik laki-laki maupun perempuan, dan baik anak kecil maupun dewasa. Nabi bersabda,

 اِذَااَرَادَاَحَدُكُمْ اَنْ يَأْتِيَ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ

Apabila seorang dari kamu sekalian hendak melakukan shalat jum’at, maka hendaklah ia mandi (HR. Bukhari Nomor 873, dan Muslim Nomor  844. Redaksi hadits milik Muslim)

  1. Mandi Hari Raya Fitrah Dan Adha

Hari raya merupakan perayaan bagi kaum Muslimin, maka selayaknya kita menyambut dengan suka cita dengan membersihkan diri dan berhias. Nabi bersabda,

 اَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا كَانَ يَغْتَسِلْ يَوْمَ لْفِطْرِ، قَبْلَ اَنْ يَغْدُ وَ اِلَى الْمُصَلَّى

Bahwa Abdullah bin Umar RA mandi pada hari raya Fitrah sebelum berangkat ke tempat shalat. Dan kepada hari raya Fitrah ini, dikiaskan pula hari daya Adhha. (HR. Malik No. 177)

 كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ لْفِطْرِ، وَ يَوْمَ اْلاَضْحَى 

Adalah Rasulullah SAW mandi pada hari raya Fitrah dan hari raya Adhha. (HR. Ibnu Majjah Nomor 1315)

  1. Mandi Setelah Memandikan Mayyit

Disunnahkan mandi setelah memandikan mayit, dikarenakan Nabi SAW pernah bersabda:

 مَنْ غسل ميّتا فَلْيَغْتَسِلْ

Barangsiapa yang telah memandikan mayit, maka hendaklah ia mandi (H.R. Ahmad)

  1. Mandi Untuk Umroh Dan Haji

Bagi kaum muslimin yang hendak melaksanakan ibadah umroh disunnahkan mandi terlebih dahulu,

 اَنَّهُ رَاَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَجَرَّدَ ِلاِهْلاَلِهِ وَاغْتَسَلْ 

Bahwasanya Zaid melihat Nabi SAW melukar pakaiannya dan mandi sebelum berihram. (Tirmidzi Nomor 830)

Catatan: Tajarrada li ihialihi: melukar pakaiannya untuk berihram. Al-ihlal: bersuara keras mengucapkan talbiyah ketika berihram, dan diartikan pula ihram itu sendiri.

  1. Mandi Sebelum Masuk Mekah

 اَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا كَانَ لاَيَقْدَمُ مَكَّةَ اِلاَّ باَتَ بِذِى طُوًى حَتَّى يُصْبِحَ وَيَغْتَسِلَ، ثُمَّ يَدْخُلُ مَكَّةَ نَهَارًا، وَكَانَ يَذْكُرُ عَنِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ فَعَلَهُ

Bahwasanya Ibnu ‘Umar RA tidak memasuki kota Mekah sebelum bermalam di Dzu Thuwa sampai pagi, lalu mandi. Kemudian, barulah masuk ke kota Mekah siang harinya. Dan pernah ia bercerita tentang Nabi SAW, bahwa beliau melakukan hal seperti itu. (HR. Bukhari Nomor 1478, Muslim Nomor 1259. Redaksi Hadits milik Muslim)

  1. Mandi Sebelum Wuquf Di Arafah

Disunnahkan mandi sebelum menjalankan ibadah wuquf di Arafah, sesudah tergelincir matahari.

 اَنَّ عَلِيًّا رَضِىَ اﷲُ عَنْهُ كَانَ يَغْتَسِلُيَوْ مَالْعِيْدَيْنِ وَيَوْمَ الْجُمُعَةِ٬ وَيَوْمَ عَرُفَةَ٬ وَاِذَا اَرَادَ اَنْ يُحْرِمَ 

Bahwasanya Ali RA mandi pada hari raya Fitri dan Adhha, hari jum’at, hari ‘Arafah, dan apabila hendak berihram (HR. Malik No. 322)

  1. Setiap Saat Dan Kesempatan Disunnahkan Menjaga Kebersihan Badan Dengan Mandi

Disamping yang telah disebutkan diatas kita sebagai ummat Islam disunnahkan senantiasa menjaga kebersihan badan. Disamping untuk menjaga kebersihan juga untuk kebugaran dan kesehatan badan. Berikut disunnahkan mandi pada kondisi-kondisi seperti, saat gerhana, memasuki kota Madinah, shalat istisqa, dsb.

Bagikan Artikel Ini Ke