Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya

Puasa terbagi dua macam: puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib ialah puasa yang diharuskan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Misalnya, puasa Ramadhan. Sementara puasa sunnah ialah puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dikerjakan dan tidak berdosa orang yang meninggalkannya. Dalam kitab fikih, ada banyak macam puasa sunnah, mulai yang mingguan, bulanan, dan tahunan.

Dari sekian banyak puasa sunnah, puasa Sya’ban termasuk puasa yang paling banyak keutamaan dan sangat dianjurkan untuk mengerjakannya. Bahkan Rasulullah SAW sendiri sangat senang melakukan puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa di bulan tersebut. Oleh sebab itu, Syeikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayatul Zein mengatakan:

صوم شعبان لحبه صلى الله عليه وسلم صيامه فمن صامه نال شفاعته صل الله عليه وسلم يوم القيامة

“Puasa Sya’ban (disunnahkan) karena Rasulullah SAW menyukai puasa pada bulan itu. Siapa yang puasa Sya’ban, dia akan memperoleh syafaat Rasulullah SAW di hari akhirat kelak.”

Penjelasan Syekh Nawawi ini diperkuat oleh banyak hadis dan kesaksian sahabat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menyukai puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa pada bulan tersebut. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih Ibnu Khuzaimah dan Sunan Abu Daud menampilkan sebuah riwayat dari ‘Aisyah,  dia berkata:

كَانَ أَحَبَّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانُ ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ

bulan yang paling Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sukai untuk berpuasa adalah Bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan Ramadhan. (Hadits Abu Daud Nomor 2076)

Dalam riwayat al-Bukhari, ‘Aisyah  mengatakan:

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyempurnakan puasa selama sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan dan aku tidak pernah melihat Beliau paling banyak melaksanakan puasa (sunnat) kecuali di bulan Sya’ban”. (Hadits Bukhari Nomor 1833)

Selain dua riwayat di atas, ada banyak hadis shahih lain yang memperkuat kesunnahan puasa Sya’ban. Paling tidak dua hadis di atas sudah menggambarkan kecintaan Rasul pada bulan Sya’ban. Di antara hikmah puasa Sya’ban, menurut Syeikh Nawawi, orang yang memperbanyak puasa pada bulan tersebut akan mendapatkan syafaat Rasul di hari akhirat kelak, sebab sudah melakukan amalan ibadah yang disukai Rasulullah SAW. Wallahu a’lam.

Ustad Hengki Ferdiansyah

Jakarta, Jumat, 28 April 2017

Bagikan Artikel Ini Ke
  • 80
    Shares