Ilmu Sebagai Bekal Menyambut Ramadhan

Seorang muslim yang baik manakala hendak berjumpa dengan bulan suci Ramadhan adalah dengan bersikap penuh suka cita. Bulan inilah sangat ditunggu oleh muslim seluruh dunia, betapa banyak keutamaan di dalamnya. Beragam cara dilakukan dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini. Di antaranya mempersiapkan diri dengan mempelajari keilmuan yang terkait dengan segala sesuatu sebagai penyempurna amal kita di dalam bulan Ramadhan yang agung ini.

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang mulia dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Salah satu penyebab mulianya bulan Ramadhan adalah Al-Qur’an diturunkan dalam bulan ini. Serta pahala amal ibadah dan amal kebaikan akan dilipat gandakan oleh Allah SWT pada bulan Ramadhan ini.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Ramadlan telah datang kepada kalian, -ia adalah- bulan berkah, Allah -Azza wa Jalla- telah mewajibkan kepada kalian berpuasa. Di bulan itu pintu langit dibuka, dan pintu neraka Jahim ditutup dan syetan pembangkang dibelenggu. Demi Allah di bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapat kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkannya.” (Hadits Nasai Nomor 2079)

Umat Islam selayaknya menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita dan penuh kebahagian, sebab siapa saja yang menyambut datangnya Ramadhan dengan hati yang bergembira, niscaya Allah akan memberi rahmat kepadanya.

Umat Islam jangan sampai menyia-nyiakan seruan-seruan kebaikan yang datang kepadanya. Perbanyak dan tingkatkanlah berbuat kebaikan semenjak awal Ramadhan tiba. Niscaya kita akan terhindar dari siksa api neraka, sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah subhanahu wa taala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ إِذَا كَانَتْ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَنَادَى مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ

“Jika tiba waktu awal malam di bulan ramadlan maka setan-setan dan pemimpin-pemimpinnya dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada yang dibuka. Pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada yang ditutup, lalu ada penyeru yang berseru, “Hai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah. Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang dari neraka, dan itu terjadi pada setiap malam. ” (Hadits Ibnu Majah Nomor 1632)

Menyambut Ramadhan Dengan Ilmu

Mempelajari ilmu yang terkait dengan bulan suci Ramadhan merupakan cara terbaik untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Seperti mengetahui dan memahami keutamaan-keutamaan, hukum-hukum, kaifiyat atau tata cara pelaksanaan amal ibadah dan amal shalihah yang terdapat dalam bulan suci Ramadhan. Dengan persiapan ilmu yang mumpuni, niscaya amal kebaikan kita saat Ramadhan tidak akan sia-sia.

Islam dibangun atas dasar ilmu. Ketika seorang muslim hendak melakukan suatu amal harus mengetahui ilmunya agar tidak salah dalam mengamalkannya. Dalam kitab shahihnya Imam Bukhari sangat mengutamakan ilmu sehingga beliau merasa perlu untuk menghimpun suatu bab tersendiri tentang ilmu, Al-Bukhari menulis bab;

العلم قبل القول و العمل

“Bab ilmu sebelum berkata dan beramal”

Ilmu merupakan pangkal keabsahan dari semua amal dan ibadah, tanpanya niscaya semua apa yang kita lakukan akan sia-sia. Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah seorang ulama sekaligus khalifah dari kekhalifaan Umayyah yang berkuasa pada tahun 717 berkata,

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”  (Al Amru bil Ma’ruf, hal. 15).

Allah dalam Al-Qur’an juga mengisyaratkan amal manusia menjadi sia-sia dikarenakan tanpa didasari dengan ilmu. Allah berfirman dalam Surat Al-Furqan Ayat 23

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”

Jangan remehkan kedudukan ilmu, karena dengannya kebaikan perkara akan kita dapatkan. Terkadang banyak manusia yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan tujuannya adalah baik, namun malah keburukan dan kerusakan yang ditimbulkannya. Hal ini bisa terjadi dikarenakan apa yang dilakukan tidaklah didasarkan pada ilmu. Diriwayatkan dalam sebuah Atsar Abu Abdurrahman mengatakan,

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ

“Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi ia tidak dapat mencapainya,” (Hadits Darimi Nomor 206)

Dengan demikian, agar amal ibadah dan amal shalih kita selama di bulan Ramadhan tidak sia-sia, maka sudah selayaknya kita memperbanyak ilmu dengan mengaji dan mengkaji. Pelajari tentang hukum puasa bulan Ramadhan, pelajari syarat rukun puasa, pelajari keutamaan puasa, pelajari perkara-perkara yang membatalkan puasa, pelajari ancaman bagi yang meninggalkan puasa, pelajari amalan-amalan tambahan untuk menyempurnakan ibadah puasa kita, dan apa-apa saja dari ilmu yang dapat menyempurnakan ibadah kita sehingga apa yang kita lakukan selama bulan Ramadhan tidak sia-sia dan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Taala.

Sangat penting ilmu bagi seorang muslim ketika hendak mengerjakan suatu amal, karena ketika mengerjakan suatu amal tanpa di dasari ilmu bisa saja amal yang dilakukan salah karena tidak sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah atau yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Banyak sekali keutamaan-keutamaan yang terdapat di bulan suci Ramadhan tetapi kita tidak mengetahui cara untuk melakukannya dengan benar, maka dari itu agar amal kita tidak sia-sia dalam beribadah kepada Allah dikarenakan kita tidak mengetahui ilmunya. Maka sebaiknya kita mempelajari ilmunya terlebih dahulu sebelum melakukan ibadah agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Sebaiknya kita lebih meningkatkan belajar kita dalam mempelajari ilmu-ilmu yang terkait dengan bulan suci Ramadhan, karena bulan yang sangat mulia itu akan datang menghampiri kita. Maka kita harus persiapkan diri kita dengan mempelajari ilmunya dengan memperbanyak menghadiri majlis ta’lim, mencari dan meminta bimbingan seorang guru terpercaya, membaca kitab atau buku. Sebab semua itu sangat penting bagi kita dalam mengetahui hal-hal yang terkait di dalam bulan suci Ramadhan.

Semoga Allah senantiasa memberikan kesempatan setiap tahun untuk kita berjumpa dengan Ramadhan. Abu Bakar Al-Warraq Al Balkhi berkata,

شهر رجب شهر للزرع ، وشعبان شهر السقي للزرع ورمضان شهر حصاد الزرع. وعنه قال : مثل شهر رجب مثل الريح ومثل شعبان مثل الغيم ومثل رمضان مثل القطر

“Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam tanaman, bulan Syaban adalah bulan untuk menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk memanennya”.

Beliau juga berkata, “Rajab bagaikan angin, Syaban bagaikan mendung, dan Ramadhan bagaikan hujan”. (Lathaiful Maarif hlm. 121).

Oleh Ustadz Ahmad Maulana Baidowi, dan telah disempurnaan oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke