Hukum Ziarah Kubur Bagi Perempuan$

Diasuh Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad


PERTANYAAN:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apa hukum berziarah ke kuburan bagi seorang perempuan muslimah? Mohon disertai dalilnya! (Ismail/Tulungagung)

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا. وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

JAWABAN:

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dalam keadaan normal sunnah hukumnya bagi perempuan berziarah kubur, namun dilarang terlalu sering sehingga meninggalkan kewajibannya.

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا. وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

PENJELASAN:

Dalam persoalan ziarah kubur terdapat sebagian kecil ulama mempersoalkan bilamana ziarah kubur dilakukan oleh kaum wanita. Namun pandangan ulama yang melarang kaum perempuan untuk ziarah kubur dibantah oleh ulama lainnya dengan disandarkan pada sebuah riwayat Hadits yang mana Nabi membenarkan istrinya ‘Aisyah untuk ikut berziarah kubur. Sebagaimana riwayat Hadits berikut,

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَخَرَجْتُ أَطْلُبُهُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قَالَتْ قَدْ قُلْتُ وَمَا بِي ذَلِكَ وَلَكِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

“dari [‘Aisyah] ia berkata, “Suatu malam aku ditinggalkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, aku pun mencarinya, dan ternyata beliau berziarah ke pemakaman Baqi’ sedang berdoa menengadahkan kepalanya ke langit, beliau lalu bersabda: “Wahai ‘Aisyah, apakah engkau takut Allah dan Rasul-Nya akan mengurangi (haknya) atasmu?” ia menjawab, “Aku telah mengatakan tidak, hanya saja aku khawatir engkau mendatangi salah seorang dari isterimu. ” Maka beliau pun bersabda: “Sesungguhnya pada pertengahan malam Sya’ban Allah turun ke langit dunia lalu mengampuni orang-orang yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah bulu kambing. ” (Hadits Ibnu Majah Nomor 1379)

Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِامْرَأَةٍ عِنْدَ قَبْرٍ وَهِيَ تَبْكِي فَقَالَ اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan melewati seorang wanita yang sedang berada di kuburan dalam keadaan menangis. Maka Beliau berkata;: “Bertakwalah kamu kepada Allah dan bersabarlah”. (Hadits Bukhari Nomor 1174)

Lalu bagaimana dengan Hadits yang terkesan melarang kaum perempuan yang berziarah kubur berikut,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَوَّارَاتِ الْقُبُورِ

“Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam melaknat para wanita yang terlalu sering berziarah kubur.” (Hadits Ahmad Nomor 15102)

Penjelasannya adalah; Lafazh زوّارات dalam hadits di atas menunjukkan makna wanita yang sering berziarah. Maksudnya adalah para wanita tidak diperbolehkan untuk sesering mungkin berziarah kubur, karena hal tersebut akan menghantarkan kepada perbuatan yang menyelisihi syari’at seperti berteriak, tabarruj (bersolek di depan non mahram), meratap, dan berbagai kemungkaran lain. Al Hafizh Ibnu Hajar menukil perkataan Imam Al Qurthubi : “Laknat dalam hadits ini ditujukan untuk para wanita yang sering berziarah saja karena itulah sifat yang ditunjukkan lafazh hiperbolik tersebut (yakni زوّارات )” (Fathul Baari 3/149)

Baja juga: Ziarah Kubur#

Dengan begitu sudah sangat jelas bahwa secara umum hukum ziarah kubur adalah boleh dan disunnahkan dilakukan baik laki-laki maupun perempuan.

Demikian penjelasan ringkas hukum ziarah kubur bagi perempuan muslim, semoga bermanfaat, amin. Jazakallah Khair.

Bagikan Artikel Ini Ke