Hukum-Hukum Bacaan Dalam Ilmu Tajwid

Daftar Isi

MUQADDIMAH:

  1. Ilmu tajwid menurut bahasa adalah: Memperelokkan atau memperindah sesuatu. Menurut istilah ilmu tajwid adalah: melafadzkan setiap huruf dari makhrojnya secara benar serta memenuhi hak-hak setiap huruf. Atau pengetahuan serta kaidah dan cara–cara membaca Al-qur’an dengan sebaik-baiknya serta dengan benar.
  2. Dalam mempelajari ilmu tajwid yang menjadi pokok bahasan utama ialah huruf-huruf hijaiyah yang 29, dalam pelafadzannya dan bermacam-macam harkat atau barisnya, serta dalam bermacam-macam hubunganya, dan juga mengenai kaidah-kaidah dan cara-cara bacaannya secara keseluruhan dalam membaca Al-qur’an.
  3. Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah: fardhu kifaya dan membaca Al-qur’an dengan baik serta sesuai dengan ilmu tajwid itu hukumnya Fardhu ‘Ain.
  4. Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk memelihara bacaan Al-qur’an dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca.

GUNNAH MUSYADDADAH:

Hukum Tajwid Ke 1: Ghunnah Musyaddadah

Adalah: Apabila ada nun bertasydid (نّ) atau mim bertasydid (مّ).

Cara membacanya: Harus dengung yang sempurna (Kira-kira 2-3 harakat).

Contoh:

HUKUM NUN SUKUN DAN TANWIN:

Hukum Tajwid Ke 2: Idgham Bighunnah

Adalah: Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf 4, yaitu: 

Cara membacanya: Dengan meleburkan bunyi huruf yang pertama kepada huruf sesudahnya sehingga bunyi huruf yang pertama tidak terdengar lagi dan harus dibaca dengung yang lama.

Contoh:

Hukum Tajwid Ke 3: Idgham Bilagunah

Adalah: Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu salah satu huruf ل ر .

Cara membacanya: Dengan meleburkan bunyi huruf yang pertama kepada huruf sesudahnya sehingga bunyi huruf yang pertama tidak terdengar lagi, tapi tidak boleh dibaca dengung.

Contoh: 

Hukum Tajwid Ke 4: Idgham (Al) Syamsiyyah

Adalah: Apabila ada “Al” bertemu salah satu huruf syamsiyah yang berjumlah 14:

ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن 

Cara membacanya: “Al” dilewati langsung masuk ke huruf berikutnya.

Contoh:

اَلتَّكَاثُرُ, اَلثُّلُثُ, اَلدَّهْرُ, اَلذِّكْرُ, اَلرَّحْمَنُ, الزَّكَاةَ, اَلسَّمَاءِ, اَلشَّيْطَنُ, الصَّلَاةَ, اَلضَّلاَلُ, الطُّورَ, اَلظَّالِمِينَ, اللَّيْلِ, اَلنَّعِيْمِ,

Catatan: Kebalikan dari Idzhar Al-Qomariyah 

Hukum Tajwid Ke 5: Idgham Mutamatsilain

Adalah:

  1. Yang bermakna khusus adalah apabila ada mim sukun (مْ) bertemu dengan mim (م).
  2. Yang bermakna umum adalah bertemunya dua huruf yang sama, baik makhrajnya maupun sifatnya, huruf yang pertama bersukun dan yang kedua berharakat.

Cara membacanya:

  1. Untuk yang bermakna khusus dengan dengung yang sempurna.
  2. Untuk yang bermakna umum dengan memasukan huruf yang pertama kepada huruf yang kedua, sehingga menjadi satu huruf dalam pengucapannya, bukan dalam tulisan.

Contoh Khusus: 

Contoh Umum: 

Catatan: Dikecualikan dari hukum Idgham Mutamatsilain;

  1. Apabila wawu bertemu dengan huruf wawu atau ya’ bertemu dengan huruf ya.
  2. Apabila terjadi pada huruf Qalqalah, maka sifat qalqalahnya tidak tampak.

Hukum Tajwid Ke 6: Idgham Mutajannisain

Adalah: bertemunya dua huruf yang sama makhrajnya namun berbeda sifatnya seperti ta‘ (ت) dengan tho (ط), lam (ل) dengan ra‘(ر) serta dzal (ذ) dengan zho (ظ).

Cara membacanya: dengan mengabaikan huruf pertama dan mentasydidkan huruf kedua.

Contoh:

Hukum Tajwid Ke 7: Idgham Mutaqarribain

Adalah: bertemunya dua huruf yang hampir sama makhrajnya namun berbeda sifatnya seperti ba‘ (ب) dengan mim (م), qaf (ق) dengan kaf (ك), lam dengan ra’ (ر), dan tha‘ (ط) dengan dzal (ذ).

Cara membacanya: dengan mengabaikan huruf pertama dan mentasydidkan huruf kedua.

Contoh: 

Hukum Tajwid Ke 8: Idzhar Halqi

Adalah: Apabila ada nun sukun (نْ) atau tanwin ( ً– ٍ – ً ) bertemu dengan salah satu huruf halqi ( yaitu huruf yang keluar dari tenggorokan), yaitu: ء ح خ ع غ ﻫ

Cara membacanya: harus jelas dan tidak boleh berdengung.

Contoh:

Catatan: Pada hakekatnya huruf alif dan hamzah itu sama, namun perbedaannya adalah bila alif tidak dapat menerima harakat karena termasuk huruf mad, sedangkan huruf hamzah dapat menerima harakat.

Hukum Tajwid Ke 9: Idzhar Wajib

Adalah: Apabila ada nun sukun (نْ) bertemu dengan wau (و) atau ya’ (ي) di dalam satu kata. Dan di dalam Al-Qur’an hanya terdapat 4 lafadz.

Cara membacanya: harus jelas dan tidak boleh berdengung.

Contoh:

Catatan: Sebetulnya Idzhar Wajib ini termasuk pengecualian dari hukum Idgham Bighunnah disebabkan terdapat dalam suatu kata.

Hukum Tajwid Ke 10: Idzhar Syafawi

Adalah: Apabila ada mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf hija’iyah selain ba’ (ب) dan mim (م).

Cara membacanya: harus jelas dan tidak boleh berdengung.

Contoh:

Catatan: Grafik perbedaan Ikhfa Syafawi, Idgham Mutamatsilain, Idzhar Syafawi

Hukum Tajwid Ke 11: Idzhar (Al) Qomariyah

Adalah: Apabila ada “Al” bertemu dengan salah satu huruf qamariyah yang berjumlah empat belas (14) yaitu:

ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ء ي

Cara membacanya: “Al” tetap dibaca jelas.

Contoh:

 اَلْبَلاَغُ, اَلجَحِيْمُ, اَلْحَمْدُ, اَلْخَبِيْرُ, اَلْعُيُونُ, اَلْغَفُوْرُ, اَلْفُرْقَانُ, اَلقَارِعَةُ, اَلْكُفْرُ, الْمُفْلِحُونَ, اَلْوَلَدُ, اَلهُدَى, اَلْاَحَدُ, اَلْيَقِيْنُ

Catatan: Kebalikan dari Idgham As-Syamsiyyah

Hukum Tajwid Ke 12: Ikhfa’ Haqiqi

Adalah: Apabila ada nun sukun (نْ) atau tanwin ( ً – ٍ – ً  ) bertemu dengan salah satu huruf yang berjumlah lima belas (15) yaitu:

 ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك

Cara membacanya: dengan menyamarkan bacaan antara idzhar dan idgham dengan disertai dengung yang sempurna.

Contoh:

Hukum Tajwid Ke 13: Ikhfa’ Syafawi

Adalah: Apabila ada mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf ba’ (ب).

Cara membacanya: dengung yang sampurna.

Contoh:

Hukum Tajwid Ke 14: Iqlab

Adalah: Apabila ada nun sukun (نْ) atau tanwin ( ً – ٍ – ً  ) bertemu dengan huruf ba’ (ب).

Cara membacanya: nun sukun (نْ) atau tanwin ( ً – ٍ – ً  ) tersebut diganti dengan suara mim sukun (مْ).

Contoh:

HUKUM LAM JALALAH:

Hukum Tajwid Ke 15: Lam Jalalah-Tafkhim

Adalah: apabila lafadz Allah didahului harakat fathah atau dhummah.

Cara membacanya: 

Contoh: اِنَّ نَصْرُ ا للهِ , اِ نِّيْ عَبْدُ ا للهِ

Hukum Tajwid Ke 16: Lam Jalalah-Tarqiq

Adalah: apabila lafadz Allah bertemu didahului dengan harakat kasrah.

Cara membacanya: 

Contoh: بِسْمِ ا للهِ , ِللهِ رَ بِّ ا لْعَا لَمِيْنَ , وَ ِلله

HUKUM BACAAN RA’:

Hukum Tajwid Ke 17: Ra-Tafkhim

Adalah: a. Berharakat fathah, fathatain, dhummah atau dhummatain. b. Berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhummah. c. Berharakat sukun dan huruf sebelumnya berupa hamzah washal (hamzah tambahan) yang berharakat kasrah. d. Berharakat sukun, huruf sebelumnya berharakat kasrah dan huruf sesudahnya berupa huruf isti’la’ (huruf yang dibaca tebal, yaitu: خ ص ض ط ق غ ظ  . Didahului huruf mati selain ya’ yang sebelumnya-berupa huruf yang berharakat fathah dan dibaca waqaf.

Cara membacanya: Tebal.

Contoh: اَلرَّحِيْمُ , خَيْرًا , رُوَيْدًا , كَبِيْرٌ

Hukum Tajwid Ke 18: Ra-Tarqiq

Adalah: a. Berharakat kasrah atau kasratain. b. Berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat kasrah. c. Didahului ya’ sukun dibaca waqaf. d. Didahului huruf mati selain ya’ yang sebelumnya berupa huruf yang berharakat kasrah dan dibaca waqaf.

Cara membacanya: 

Contoh: ﺧَﻴْﺮٌ, ﻓِﺮْﻋَﻮﻦَ

BACAAN QALQALAH:

Yaitu apabila membunyikan huruf dengan suara yang berlebih dari makhraj hurufnya (disertai dengan getaran suara/memantul).

Hukum Tajwid Ke 19: Qalqalah Sughra

Adalah: Yaitu apabila ada huruf qalqalah yang di baca sukun berada di tengah kalimat  (ق ط ب ج د) .

Cara membacanya:

Contoh: ق– يَقْرَأُ, ط- اَطْوَارًا, , ب- يَبْخَلُ ج- يَجْعَلُ, د- يَدْخُلُ

Hukum Tajwid Ke 20: Qalqalah Kubra

Adalah: Yaitu apabila ada huruf qalqalah yang dibaca sukun (mati) asli atau waqaf (ق ط ب ج د).

Cara membacanya:

Contoh: اَحَدٌاَحَدْخَلَقَخَلَقْ

HUKUM BACAAN MAD:

Yaitu apabila ada fathah diikuti alif, kasrah diikuti ya’ sukun, dhummah diikuti wawu sukun dan harus dibaca panjang.

 

Hukum Tajwid Ke 21: Mad Thabi’i

Adalah: Adalah apabila ada fathah diikuti alif, kasrah diikuti ya’ sukun, dhummah diikuti wawu sukun.

Cara membacanya: panjang satu alif/ dua harakat.

Contoh: قَالُوْا , نُوْحِيْهَا

MAD FAR’I:

Yaitu apabila ada mad tabi’i bertemu dengan hamzah, sukun atau tasydid. Mad far’i terbagi menjadi sebelas;

Hukum Tajwid Ke 22: Mad Wajib Muttashil

Adalah: Apabila ada mad tabi’i bertemu dengan hamzah di dalam satu kalimat.

Cara membacanya: panjang satu alif/ dua harakat.

Contoh: ,  مِنْ مَآءٍ , خَيْرُالنِّسَآءِ , وَهُمْ نَآئِمُوْنَ

Hukum Tajwid Ke 23: Mad Jaiz Munfashil

Adalah: Apabila ada mad tabi’i bertemu dengan hamzah di lain kalimat.

Cara membacanya: panjang lima harakat/dua setengah alif.

Contoh: يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْا ,  قُوْاأَنْفُسَكُمْ

Hukum Tajwid Ke 24: Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal

Adalah: Apabila ada mad tabi’i bertemu dengan tasydid dalam satu kalimat.

Cara membacanya: panjang 6 harakat/3 alif.

Contoh: وَلاَالضَّـۤالِّيْنَ اَلْحَاۤقَّةُ , اَلصَّآخَّهْ , اَلطَّآمَّهْ

Hukum Tajwid Ke 25: Mad Lazim Kilmi Mukhaffaf

Adalah: Apabila ada mad badal bertemu dengan huruf yang berharakat sukun asli dalam satu kalimat.

Cara membacanya: panjang 6 harakat/3alif.

Contoh: اَلآن تَسْتَعْجِلُوْن

Hukum Tajwid Ke 26: Mad Lazim Harfi Mutsaqqal

Adalah: Yaitu mad yang terletak pada huruf-huruf pembuka surat. ( ي- ه- م – ن- م – ل- ق- ك – ع- ط- ص- س- ر- ح- أ ).

Cara membacanya: panjang 1 alif / 2 harakat.

Contoh: طَهَ – حَمَ – الَرَ – كَهَيَعَصَ

Hukum Tajwid Ke 27: Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Adalah: Yaitu mad yang terletak pada huruf-huruf fawatihus suwar (pembuka surat) dan bertemu tasydid/atau huruf-hurufyang dibaca panjang 3 alif / 6 harakat. (م – ل- ق- ك – ع – ص- س)

Cara membacanya: panjang 3 alif / 6 harakat.

Contoh: المَّ

Hukum Tajwid Ke 28: Mad Iwadh

Adalah: Yaitu huruf harakat fathatain dibaca waqaf, selain ta’ marbuthah (). (ن- م – ل – ك – ق- ع – ص – س)

Cara membacanya: panjang 1 Alif /2 Harakat.

Contoh: عَلِيْمًا dibaca عَلِيْمَا

MAD SILAH:

Yaitu setiap ada ha’ dhamir ( ) / Hu atau Hi yang terletak diantara dua huruf hidup. Mad silah terbagi menjadi dua yaitu: Mad silah Qosirah dan Mad silah Tawillah.

Hukum Tajwid Ke 29: Mad Silah Qasirah

Adalah: Apabila ada ha’ dlomir (ha, hi, hu) yang di baca panjang.

Cara membacanya: panjang 1 Alif / 2 Harakat.

Contoh: إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

Hukum Tajwid Ke 30: Mad Silah Thawilah

Adalah: Apabila ada ha’ dlomir (ha, hi, hu) yang dibaca panjang bertemu huruf hamzang yang berbentuk Alif.

Cara membacanya: panjang 2 ⅟2 Alif / 5 harakat.

Contoh: مَالَهٌ أَخْلَدَهُأَنَّ

Hukum Tajwid Ke 31: Mad ‘Aridh Lis Sukun

Adalah: Apabila ada mad tabi’i bertemu huruf hidup yang di baca waqaf.

Cara membacanya: panjang 3 Alif/ 6 harakat.

Contoh: تَعْلَمُوْنَ , يَنْظُرُوْنَ

Hukum Tajwid Ke 32: Mad Badal

Adalah: Apabila ada aa, ii, uu yang dibaca panjang.

Cara membacanya: panjang 1 Alif / 2 harakat.

Contoh: Jika hamzah pertama berbaris fathah, maka ia ditukar kepada huruf alif seperti: ءَأْمَنَ ditukar menjadi ءَامَنَ Jika hamzah pertama berbaris dhommah, maka ia ditukar kepada huruf alif seperti: اُؤذُوا ditukar  اُوذُوا jika hamzah pertama berbaris kasrah, maka ia ditukar kepada huruf alif seperti: إِئْمانَ ditukar menjadi إِيْمَانَ

Hukum Tajwid Ke 33: Mad Layyin

Adalah: Apabila ada huruf berharakat fatha diikuti ya’ sukun, dan wawu sukun bertemu dengan huruf hidup yang di baca waqaf.

Cara membacanya: panjang 3 Alif / 6 harakat.

Contoh: هَذَا اْلَبيْتِ , مِنَ الْخَوْفِ , مِنَ الْقَوْمِ , رَأْيَ الْعَيْنِ.

Hukum Tajwid Ke 34: Mad Tamkin

Adalah: Apabila ada yak bertasydid bertemu ya’ sukun.

Cara membacanya: panjang 1 Alif/ 2 Harakat.

Contoh: وَإذَا حُيِّيْتُمْ

Hukum Tajwid Ke 35: Waqaf Ikhtiyari

Adalah: Yaitu waqaf yang disengaja tanpa ada suatu sebab apapun, seperti ketika ada tanda waqaf atau pada akhir ayat.

Cara membacanya: panjang 1 Alif/ 2 Harakat. Contoh: وَإِنْ يَمْسَسْكَ الله ُ بِضُرٍّ فَلاَ كاَشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ صلى وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيرْ فَهُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ( الأنعام 17)

Hukum Tajwid Ke 36: Waqaf Idhtirari

Adalah: Yaitu waqaf yang terpaksa dilakukan karena sebab-sebab tertentu, seperti karena pendek nafas. Dalam hal ini seseorang yang terpaksa waqaf karena tidak kuat lagi nafasnya, maka harus mengulangi kalimat sebelumnya.