Hukum Shalat Sambil Menggendong Bayi

Bolehkah shalat sambil menggendong bayi? Dalam beberapa hadits kita jumpai riwayat yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat dengan anak kecil berada di pundaknya dan tetap demikian sambil melanjutkan shalat. Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ سُلَيْمٍ حَدَّثَنَا أَبُو قَتَادَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِي الْعَاصِ عَلَى عَاتِقِهِ فَصَلَّى فَإِذَا رَكَعَ وَضَعَ وَإِذَا رَفَعَ رَفَعَهَا

“Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] telah menceritakan kepada kami [Sa’id Al Maqburi] telah menceritakan kepada kami [‘Amru bin Sulaim] telah menceritakan kepada kami [Abu Qatadah] dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menemui kami, sementara Umamah binti Abu Al ‘Ash berada dipundak beliau, kemudian beliau mengerjakan shalat, apabila hendak ruku’ beliau meletakkannya dan apabila bangkit dari ruku beliau pun mengangkatnya kembali.” (Hadits Bukhari Nomor 5537)

Ketika ruku dan sujud bayi tersebut boleh tetap digendong atau diletakkan dulu di hadapan kita. Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ مَخْرَمَةَ بْنِ بُكَيْرٍ قَالَ ح و حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مَخْرَمَةُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ الزُّرَقِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيَّ يَقُولُا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي لِلنَّاسِ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِي الْعَاصِ عَلَى عُنُقِهِ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا

“Telah menceritakan kepadaku [Abu ath-Thahir] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahb] dari [Makhramah bin Bukair] dia berkata, Lewat jalur periwayatan lain dan telah menceritakan kepada kami [Harun bin Sa’id al-Aili] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Makhramah] dari [Bapaknya] dari [Amru bin Sulaim az-Zuraqi] dia berkata, Saya mendengar [Abu Qatadah al-Anshari] berkata, “Saya melihat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengimami shalat orang-orang, sedangkan Umamah binti Abu al-‘Ash berada di atas pundaknya. Apabila beliau sujud, maka beliau meletakkannya.” (Hadits Muslim Nomor 846)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَؤُمُّ النَّاسَ وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ أَبِي الْعَاصِ عَلَى عَاتِقِهِ فَإِذَا رَكَعَ وَضَعَهَا فَإِذَا فَرَغَ مِنْ سُجُودِهِ أَعَادَهَا

“Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [‘Utsman bin Abi Sulaiman] dari [‘Amir bin ‘Abdullah bin Az Zubair] dari [‘Amr bin Sulaim] dari [Abu Qatadah] dia berkata; “Aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengimami shalat manusia dengan menggendong Umamah binti Abu Al Ash di pundaknya. Jika ruku’ maka beliau meletakkannya dan ketika selesai dari sujud maka beliau menggendongnya kembali.” (Hadits Nasai Nomor 1190)

Tentu saja ini berarti terpaksa melakukan gerakan-gerakan yang bukan gerakan shalat. Dan hal ini dibolehkan jika memang ada perlunya.

Sebagian orang tentu telah tertanam sejak dulu keyakinan bahwa shalat itu tidak boleh bergerak sama sekali selain dari gerakan shalat. Hal ini secara umum benar. Namun dalam syari’at Islam ada hal-hal yang secara umum adalah tidak dibolehkan, namun dibolehkan jika ada perlunya. Salah satunya adalah mengasuh bayi jika memang tak ada orang lain yang dapat menggantikan mengasuhnya.

Demikianlah dikisahkan dalam banyak hadits di atas, dan kami tambahkan lagi hadits berikut ini,

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ إِسْحَقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ الزُّرَقِيِّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ نَنْتَظِرُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلصَّلَاةِ فِي الظُّهْرِ أَوْ الْعَصْرِ وَقَدْ دَعَاهُ بِلَالٌ لِلصَّلَاةِ إِذْ خَرَجَ إِلَيْنَا وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِي الْعَاصِ بِنْتُ ابْنَتِهِ عَلَى عُنُقِهِ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مُصَلَّاهُ وَقُمْنَا خَلْفَهُ وَهِيَ فِي مَكَانِهَا الَّذِي هِيَ فِيهِ قَالَ فَكَبَّرَ فَكَبَّرْنَا قَالَ حَتَّى إِذَا أَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَرْكَعَ أَخَذَهَا فَوَضَعَهَا ثُمَّ رَكَعَ وَسَجَدَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْ سُجُودِهِ ثُمَّ قَامَ أَخَذَهَا فَرَدَّهَا فِي مَكَانِهَا فَمَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ بِهَا ذَلِكَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ حَتَّى فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Khalaf] telah menceritakan kepada kami [Abdul A’la] telah menceritakan kepada kami [Muhammad yakni Ibnu Ishaq] dari [Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi] dari [‘Amru bin Sulaim Az Zuraqi] dari [Abu Qatadah] salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, katanya; “Katika kami menunggu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengerjakan shalat dluhur atau shalat Ashar (berjama’ah), dan Bilal pun telah mengumandangkan iqamah untuk shalat, tiba-tiba beliau muncul menggendong Umamah anak putrinya (Zainab) di tengkuk beliau, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat sedangkan kami berada di belakang beliau, sementara Umamah masih dalam posisinya semula.” Abu Qatadah berkata; “Kamudian beliau bertakbir, kami pun bertakbir, sehingga ketika beliau hendak ruku’, beliau mengambil dari tengkuknya dan meletakkannya, lalu beliau ruku’ dan sujud, seusainya sujud dan hendak berdiri, beliau mengambilnya lagi dan meletakkan kembali di posisi semula, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan yang demikian itu di setiap raka’atnya hingga selesai dari shalatnya shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Hadits Abu Daud Nomor 785)

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ وَابْنِ عَجْلَانَ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَؤُمُّ النَّاسَ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِي الْعَاصِ يَعْنِي حَامِلُهَا فَإِذَا رَكَعَ وَضَعَهَا وَإِذَا فَرَغَ مِنْ السُّجُودِ رَفَعَهَا

“Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [‘Utsman bin Abu Sulaiman] dan [Ibnu ‘Ajlan] dari [‘Amir bin ‘Abdullah bin Az Zubair] dari [‘Amr bin Sulaim] dari [Abu Qatadah] berkata; Aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam mengimami orang dan beliau menggendong Umamah binti Abu Al ‘Ash, bila ruku’ beliau meletakkannya dan bila usia sujud beliau mengangkatnya.” (Hadits Ahmad Nomor 21493)

Dari berbagai kutipan hadits diatas maka dapat disimpulkan bahwa menggendong bayi saat shalat itu diperbolehkan dalam agama Islam.

 

Oleh: Ustadz Abu Akmal Mubarok

Bagikan Artikel Ini Ke