MELAWAN LUPA: Memahami Siapa Sebetulnya Kerajaan Saudi Arabia

(Menyambut Raja Salman as-Saudi)

  1. Sebuah catatan sejarah Kilafah Islam sangat kelam yang sengaja dikehendaki lupa.
  2. Tanggal 3 Maret 1924 ini merupakan runtuhnya Khilafah terakhir Islam Utsmaniyah yang beribu kota di Turki. Periode itu sebetulnya dua pertiga dunia sudah di bawah dominasi Islam termasuk nusantara.
  3. Disamping peran internal (boneka Barat: Mustafa Kemal Atartuk) juga salah satu penyebab eksternalnya adalah karena rongrongan moyang raja yang saat ini sedang berkunjung ke Indonesia.
  4. Negara Saudi Arabia (23 Sep 1932) ini berdiri dari hasil bughot/memberontak ke khilafah resmi Islam saat itu. (Jikalau Mustafa Kemal Atartuk dan Muhammad Saud disokong M. Abdul Wahab tidak bughot ke Khilafah Utsmaniyah niscaya Indonesia tidak akan pernah dijajah Barat)
  5. Pemberontakan Saudi lancar karena tidak lepas dari dua legitimasi: Pertama legitimasi materiel yakni imperialisme yang membonceng agenda Zionisme dengan target tanah Palestina (bentuk balas dendam pada Salahudin) dan Kedua legitimasi Wahabisme dengan target faham Islam konservatif militan berbungkus tauhid.

  1. Semenjak saat itulah dua peran ganda Barat dimainkan: Pertama mengambil alih dominasi Islam atas dunia dari khilafah pindah ke Barat, dan kedua agar agenda Barat untuk mendominasi dan eksploitasi energy dunia itu lancar maka dunia Islam dihempaskan (dialihkan perhatiannya) ke sudut terpinggirkan dengan faham salafy/kolot dan fanatis emosional yang sengaja disokong imperialisme.
  2. Apa korelasi kepentingan Barat untuk menyuburkan faham salafy/kolot dan fanatis emosional/jihadis emosional ke seluruh dunia Islam dengan doktrin utamanya adalah BID’AH, tidak ada lain kecuali agar umat Islam kehilangan daya kreatif dan inovatifnya. Dengan doktrin bid’ah yang dibungkus kata suci tauhid maka umat Islam akan selalu ketakutan berinovasi sehingga hilanglah daya saing umat Islam terhadap barat yang memang itulah selalu diharapkan oleh barat.
  3. Dengan menggunakan pola untouchable hands dunia Barat (sengaja) turut andil menyuburkan faham Salafy Wahabi ekstrim agar bibit radikalisme muncul dimana-mana sehingga selalu akan muncul konflik di dunia Islam. Ketika umat Islam sudah terjebak konflik maka Barat akan sangat leluasa mengeksploitasi energi dunia menggunakan teknologi mereka yang umat Islam tidak akan pernah punya karena (selama) terjebak konflik dan ketakutan akibat doktrin sedikit-sedikit bid’ah. Seperti fenomena saat ini dengan konyolnya umat Islam berbondong2 belajar memanah hanya gara-gara ingin disebut sunnah rasul, sedangkan bangsa lain sudah berkutat ke senjata nuklir. Umat Islam selalu digosok emosionalnya cinta budaya Arab yang dianggap Islam, sedangkan bangsa lain sudah berbondong-bondong mengeksploitasi angkasa luar (sungguh umat yang bodoh dan selalu mau dibodohin)
  4. Kalau boleh mau ngomong lebih ekstrim, sebetulnya BID’AH dan fanatisme emosional agama itu bukan hanya sekedar doktrin keagamaan namun ada doktrin terselubung dari imperialis (baca sejarah lebih mendalam) untuk menghilangkan daya saing umat Islam.
  5. Semakin umat Islam ditakut-takuti dengan doktrin Bid’ah dan menjadi umat yang emosional/jihadis konvensional, maka semakin berhasillah tujuan Barat untuk mendominasi dunia karena mental umat Islam akan selalu kerdil.

INILAH PENYAKIT FUNDAMENTAL UMAT ISLAM:

  1. Doktrin bid’ah berbungkus tauhid
  2. Doktrin jihad yang selalu dimaknai perang fisik.

Solusi:

  1. Lawan doktrin bid’ah agar muncul keberanian kreasi dan inovasi dari kalangan umat Islam.
  2. Ganti makna jihad dari perang fisik menjadi perang proxy. Karena untuk memenagkan peperangan dengan kaum Barat tidak ada lain kecuali kita harus menguasai informasi, ekonomi, energi, transportasi, inovasi menggunakan teknoligi.

Sadarlah umat Islam jangan mau selalu dibodohin dengan doktrin BID’AH dan JIHAD tradisional.

Sayangnya umat Islam saat ini dalam beragama lebih menggunakan nafsunya, kaku, kolot, temperamental, mudah emosional, radikal, dan tidak rasional dalam beragama. Selama Menjadi Umat Emosional Dan Kolot Islam Akan Selalu kalah,;

إِنَّ هَذَا الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ

Sesungguhnya agama (Islam) ini mudah dan tidak ada seorangpun yang bersikap keras/kaku (mudah emosional) terhadap agama melainkan dia akan (mudah) terkalahkan. ” (HR. Nasa’i No. 4948)

KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Indonesia, 1 Maret 2017

#www.sunni.co.id

#gerakanmelawangerakanwahabi

#jangantakutbidah

#ayosemangatkreasidaninovasi

#jadilahumatislamyangrasionaljanganemosional

Bagikan Artikel Ini Ke