Hukum Membunuh Binatang Buas; Ular dan Kalajengking Saat Shalat

Ular dan kalajengking terkadang menyusup di sekitar aktifitas kita. Binatang sejenis itu memiliki bisa yang membahayakan manusia. Binatang berbisa ini tidak segan-segan menyerang manusia melalui gigitan dan sengatannya. Hukum membunuh binatang yang berbahaya seperti ini saat shalat dibenarkan oleh agama. Agama memiliki prinsip bahwa manusia dituntut menolak bahaya yang akan menimpa diri sendiri atau orang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اُقْتُلُوْا الْأَسْوَدَيْنِ فِي الصَّلَاةِ: الحَيَّةَ، وَالْعَقْرَبَ

“Bunuhlah dua ekor si hitam meski dalam shalat, yaitu ular dan kalajengking.” (Hadits Riwayat Ahmad II: 233, 248)

Boleh membunuh ular dan kalajengking ketika dalam shalat tanpa adanya hukum makruh baik tindakan membunuhnya memerlukan satu kali pukulan ataupun lebih banyak lagi. Inilah pendapat mazhab Hanafi.

Sedangkan menurut mazhab Maliki, makruh membunuhnya apabila kedua hewan tersebut tidak mengganggu orang sedang yang mengerjakan shalat. Bagi mereka, boleh membunuhnya apabila kedua hewan hendak menyerang orang yang shalat tanpa adanya makruh lagi.

Menurut dzahir pendapat mazhab Hanbali, tidak ada perbedaan dimana seseorang yang sedang shalat boleh membunuh kedua jenis hewan itu baik melakukan sedikit gerakan ataupun terpaksa melakukan banyak gerakan. Dengan arti kata lain, shalat orang yang berbuat demikian tidak batal.

Mazhab al-Syafi’i mengatakan bahwa apabila diperlukan gerakan yang banyak untuk membunuhnya, maka shalat seseorang menjadi batal. Tetapi jika tidak memerlukan banyak gerakan, maka tidak batal shalatnya.

Beberapa binatang yang boleh dibunuh di tanah Haram. Di antaranya;

خَمْسُ فَوَاسِقَ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْغُرَابُ وَالْحُدَيَّا وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

“Ada lima binatang berbahaya yang boleh dibunuh di tanah haram yaitu: tikus, kalajengking, gagak, burung elang dan anjing yang buas”. (Hadits Tirmidzi Nomor 766)

Dengan dasar itu, diperbolehkan membunuh ular. Kalau ular itu menyerang, maka wajib membunuhnya demi membela diri. Ia juga boleh membunuh kalajengking, yang dikenal lebih menyengat gigitannya dibanding ular biasa. Karena ular terkadang tidak menggigit. Bahkan terkadang ular bisa melewati kaki manusia tanpa menggigitnya. Beda dengan kalajengking, begitu menyentuh kulit manusia sekali saja, langsung menyengat.

 

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke