Hukum Melaksanakan Sahur Ketika waktu Imsak

Daftar Isi

Dirumuskan Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad dan tim LDSI


DISKRIPSI

Dalam berpuasa kita di anjurkan atau disunnahkan mengakhirkan sahur,namun ketika hendak melaksanakan sahur kita terkadang bangun diwaktu imsak,

PERTANYAAN:

  1. Apakah boleh melaksanakan makan sahur ketika sudah masuk waktu imsak ?
  2. Mana Dalilnya,Dan
  3. Apa alasanya ?

JAWABAN:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

  1. Hukumnya makruh,kita boleh melaksanakan sahur pada waktu imsak asalkan belum masuk waktu subuh.
  2. Salah satu dalilnya adalah Hadits Riwayat shahih sunan ibnu majjah juz 2, No.1384-1719, Hal.95.
  3. Yang mengakhiri waktu sahur adalah ketika munculnya fajar (waktu subuh).

MARAJI’

 Hukumnya makruh,kita boleh melaksanakan sahur pada waktu imsak asalkan belum masuk waktu subuh.

Sahur adalah sebuah istilah dalam islam yang merujuk pada aktivitas makan yang dilakukan pada dini hari bagi seseorang yang hendak melaksanakan puasa  khususnya dibulan ramadhan.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan ummatnya ketika hendak melaksanakan ibadah puasa  untuk melaksanakan sahur, karena dalam sahur  terdapat banyak manfaat,keberkahan dan keutamaan sesuai yang disabdakan rasulullah SAW.

 

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdah] berkata, telah memberitakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Abdul Aziz bin Shuhaib] dari [Anas bin Malik] ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hendaklah kalian makan sahur, sebab dalam sahur ada berkahnya. ” (HR. Ibnu majah No. 1682)

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ هَلُمَّ إِلَى الْغَدَاءِ الْمُبَارَكِ يَعْنِي السَّحُورَ

Telah mengabarkan kepada kami [‘Amr bin ‘Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [‘Abdurrahman] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Tsaur] dari [Khalid bin Ma’dan] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada seseorang, “Kemarilah kamu menuju makan yang diberkahi.” -yaitu; sahur.- (HR. Nasai No. 2136)

 

Hukum melaksanakan sahur adalah sunnah, karena sahur diaanjurkan oleh Rasulullah SAW, untuk menambah energi agar tetap fit dan bugar dalam menjalani ibadah puasa, dan waktu yang sangat di anjurkan dalam melaksankan sahur yang sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW, adalah dengan mengakhirkan waktu sahur, jika dikalangan masarakat indonesia adalah sebelum waktu imsak.

Rasulallah SAW, Bersabda;

 

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا قَالَ خَمْسِينَ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah mengabarkan kepada kami [Waki’] dari [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Anas] dari [Zaid bin Tsabit] radliallahu ‘anhu, ia berkata; “Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sesudah itu kami beranjak untuk menunaikan shalat.” saya bertanya, “Kira-kira berapa lama jarak antara makan sahur dan shalat.” Ia menjawab, “Kira-kira selama pembacaan lima puluh ayat.” (Hr. Muslim No. 1837)

 

Sedangkan  melaksanakan sahur ketika masuk waktu imsak adalah Boleh akan tetapi hukumnya MAKRUH . Karena pada hakikatnya melaksanakan sahur itu lebih baik daripada tidak melaksankannya ketika hendak menjalani ibadah puasa.

 

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالْإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

Telah menceritakan kepada kami [Abdul A’la bin Hammad], telah menceritakan kepada kami [Hammad] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin ‘Amr] dari [Abu Salamah], dari [Abu Hurairah], ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian mendengar adzan, sedangkan bejana (makanan) masih ada di tangannya, maka janganlah ia meletakkannya hingga ia menyelesaikan hajatnya (sahurnya).” (Hr. Abu Daud No. 2003)

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا مُلَازِمُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ النُّعْمَانِ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ حَدَّثَنِي أَبِي طَلْقُ بْنُ عَلِيٍّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا يَهِيدَنَّكُمْ السَّاطِعُ الْمُصْعِدُ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَعْتَرِضَ لَكُمْ الْأَحْمَرُ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ وَأَبِي ذَرٍّ وَسَمُرَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّهُ لَا يَحْرُمُ عَلَى الصَّائِمِ الْأَكْلُ وَالشُّرْبُ حَتَّى يَكُونَ الْفَجْرُ الْأَحْمَرُ الْمُعْتَرِضُ وَبِهِ يَقُولُ عَامَّةُ أَهْلِ الْعِلْمِ

Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Mulazim bin Amru] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin An Nu’man] dari [Qais bin Thalq] telah menceritakan kepadaku ayahku [Thalq bin Ali] bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Lanjutkanlah makan dan minum dan janganlah kalian tertipu oleh fajar yang berbentuk garis vertikal (fajar kadzib), akan tetapi lanjutkanlah makan dan minum sampai muncul fajar yang terbentang berwarna merah (fajar shadik).” Dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari ‘Adi bin Hatim, Abu Dzar dan Samrah. Abu ‘Isa berkata, hadits Ali bin Thalq adalah hadits hasan gharib melalui jalur ini dan diamalkan oleh para Ulama. Mereka berkata, bolehnya seseorang melanjutkan makan dan minum sampai munculnya fajar yang terbentang berwarna merah. (Hr. Tirmidzi No. 639)

Hukumnya MAKRUH dikarenakan waktu setelah imsak sangat dekat dengan waktu subuh, di khawatirkan puasa kita tidak sah, Karena waktu subuh adalah waktu dimulainya melaksakan ibadah puasa.