Hukum Makan Dengan Tangan Kanan Dan Sambil Berdiri

Pertanyaan dari Zidan Miftahuddin di Banyuwangi

Assalamualaikum. Kiyai saya tanya bagaimana gambaran Nabi saat makan, apakah menggunakan tangan kanan atau kiri, duduk atau berdiri?

Dijawab oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad,

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ketahuilah Nabi SAW. menggunakan tangan kanan untuk sebagian besar perbuatannya. Sebagaimana hadits  nabi,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya” (HR. Bukhari 168)

Nabi memerintahkan kita makan menggunakan tangan kanan, Rasulullah SAW. bersabda:

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari no. 5376, Bab Membaca Basmalah ketika Makan dan Makan dengan Tangan Kanan; (HR. Muslim Nomor. 2022, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)

Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat bila kita makan menggunakan tangan kiri bagaikan setan,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِه

Dari Abu Bakr bin ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Umar dari kakeknya Ibnu ‘Umar; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seseorang diantara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim Nomor 2020).

Seandainya sudah terbiasa menggunakan tangan kiri sejak lahir nabi menganjurkan untuk merubah kebiasaan itu, nabi bersabda,

حَدَّثَنِي إِيَاسُ بْنُ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ، أَنَّ أَبَاهُ، حَدَّثَهُ أَنَّ رَجُلًا أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِمَالِهِ، فَقَالَ: «كُلْ بِيَمِينِكَ» ، قَالَ: لَا أَسْتَطِيعُ، قَالَ: «لَا اسْتَطَعْتَ» ، مَا مَنَعَهُ إِلَّا الْكِبْرُ، قَالَ: فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ

Telah menceritakan kepadaku Iyas bin Salamah bin Al Akwa’; Bapaknya telah menceritakan kepadanya, bahwa seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan tangan kirinya, Lalu Rasulullah bersabda: “Makanlah dengan tangan kananmu! Dia menjawab; ‘Aku tidak bisa.’ Beliau bersabda: “Apakah kamu tidak bisa?” -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya. (HR. Muslim Nomor 2021)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ امْرَأَةٍ مِنْهُمْ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا آكُلُ بِشِمَالِي وَكُنْتُ امْرَأَةً عَسْرَاءَ، فَضَرَبَ يَدِي فَسَقَطَتِ اللُّقْمَةُ فَقَالَ: ” لَا تَأْكُلِي بِشِمَالِكِ وَقَدْ جَعَلَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَكِ يَمِينًا “، أَوْ قَالَ: ” قَدْ أَطْلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَكِ يَمِينَكِ “، قَالَ: فَتَحَوَّلَتْ شِمَالِي يَمِينًا فَمَا أَكَلْتُ بِهَا بَعْدُ 

Dari ‘Abdullah bin Muhammad dari seorang wanita kabilah mereka, ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam masuk di kediamanku saat aku makan dengan tangan kiri, aku adalah wanita kidal, beliau memukul tanganku hingga makanan jatuh, beliau bersabda: “Jangan makan dengan tangan kiri, Allah telah membuat untukmu tangan kanan -atau bersabda: Allah telah melepas tangan kananmu.” Ia berkata; Kemudian tangan kiriku berubah menjadi tangan kanan dan setelah sejak saat itu aku tidak lagi makan dengan tangan kiri. (HR. Ahmad Nomor 27/199 Nomor 16639)

Disamping makan dengan menggunakan tangan kanan nabipun memerintahkan makan dengan duduk, sebagaimana sabda nabi beikut,

حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، «أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا» ، قَالَ قَتَادَةُ: فَقُلْنَا فَالْأَكْلُ، فَقَالَ: «ذَاكَ أَشَرُّ أَوْ أَخْبَثُ»

Telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata; ‘Maka kami tanyakan, bagaimana dengan makan? ‘ Anas menjawab: ‘itu lebih buruk, atau lebih jelek.’ (HR. Muslim no.2024)

Lalu bagaimana denga hadits lain yang menunjukkan makna yang berbeda berikut ini,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: «كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَمْشِي، وَنَشْرَبُ وَنَحْنُ قِيَامٌ»

Dari Ibnu Umar ia berkata; Kami dahulu makan pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berjalan dan kami minum sambil berdiri. (HR. Tirmidzi Nomor 1880)

Kedua hadits tersebut tidaklah bertentangan bila ditinjau dari keadaannya, yakni bila kondisi normal maka kita dianjurkan makan menggunakan tangan kanan dan dalam kondisi duduk. Namun bila keadaan darurat atau udzur (halangan) maka boleh menyelisihinya.

Dari beberapa riwayat diatas makan dan minum menggunakan tangan kanan dan sambil duduk hukumnya sunnah menurut pendapat mayoritas ulama.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

Bagikan Artikel Ini Ke