Hukum Jamaah Apabila Shaf Imam dan Makmum Terhalang Tiang”

Sebagian ulama mengatakan bahwa tidak sah barisan shaf yang terhalang tiang-tiang di antaranya. Maka jika ada tiang di situ hendaknya orang bergeser ke depan atau ke belakang untuk membantuk shaf sehingga dari ujung kanan ke kiri tidak diselingi oleh tiang-tiang. Pendapat ini berdasarkan atsar (perkataan) Ibnu Mas’ud radliallahu ‘anhu sebagai berikut,

Ibnu Mas’ud radliallahu ‘anhu berkata, “Janganlah kamu menyusun shaf di antara tiang-tiang”. Para ahli ilmu seperti Imam Ahmad dan Ishaq membenci barisan shaf antara tiang-tiang. (AI-Qaulul Mubin Fi Akhthail Mushallin Hal. 231 oleh Syaikh Masyhur Hasan Salman.)

Namun hal ini bukan merupakan pendapat mutlak karena sebagian besar ulama lain berpegang pada keumuman bahwa sah shalat berjamaah walaupun terpisah oleh tirai, dinding, pintu, jendela dan lainnya, apalagi hanya tiang. Hal ini mengambil keumuman hadits yang sudah kami ungkapkan di atas bahwa para sahabat pernah bermakmum pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sementara beliau berada di kamarnya yang dipisahkan oleh dinding, dan suatu ketika dipisahkan oleh tirai dari tikar.

Baca selengkapnya; Hukum Shalat Berjamaah dengan Shaf Terputus

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad, diringkas dari tulisan Ustadz Abu Akmal Mubarok

Bagikan Artikel Ini Ke