Hukum I’tikaf di Masjid

Pertanyaan;

Apa hukum i’tikaf di masjid?

Jawaban;

Hukum i’tikaf di masjid adalah sunnah. Selain untuk kepentingan shalat berjamaah, seseorang berada di masjid juga ada yang bertujuan untuk mengikuti majlis ta’lim, membaca Al-Qur`an, atau hanya sekedar i’tikaf. Menurut bahasa kata “الاعْتِكاف” berarti “الاحتباس” (memenjarakan). Sedangkan menurut istilah syara’ adalah,

الْمُكْث فِي الْمَسْجِد لعبادة الله مِنْ شَخْص مَخْصُوص بِصِفَةٍ مَخْصُوصَة

“Berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah kepada Allah yang dilakukan oleh orang tertentu dengan tata cara tertentu” (Syarh Shahih Muslim 8/66, dikutip dari al-Inshaf fi Hukm al-I’tikaf halaman 5)

Ketika berada di masjid disunnahkan untuk berniat i’tikaf agar mendapatkan pahala selama berdiam diri di dalamnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

“Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.” (Al Baqarah: 125)

Berikut ini lafal niat untuk i’tikaf;

نَوَيْتُالْاِعْتِكَافَ لِلّٰهِ تَعَالٰى

Nawaitul I’tikaafa lilaahi ta’ala,

“Saya niat I’tikaf karena iman dan mengharap akan Allah, karena Allah ta’ala.”

Saat i’tikaf dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, shalawat, dan shalat sunnah. Memanfaatkan waktu untuk berdzikir kepada Allah, berdoa, membaca Al-Qur’an, atau diam muhasabah. Sebab terdapat keutamaan yang besar bagi seorang yang menunggu shalat. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فيِ الصَّلاَةِ مَاكَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ واْلمَلاَئِكَةُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ أَحَدِكُمْ مَادَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلىَّ فِيْهِ يَقُوْلُوْنَ: اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ الّلهُمَّ اغْفِرْ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ

“Apabila seseorang memasuki masjid, maka dia dihitung berada dalam shalat selama shalat tersebut yang menahannya (di dalam masjid), dan para malaikat berdoa kepada salah seorang di antara kalian selama dia berada pada tempat shalatnya, Mereka mengatakan, “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadanya, ya Allah ampunilah dirinya selama dia tidak menyakiti orang lain dan tidak berhadats.” (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 176 Muslim Nomor 649)

 

Baca juga;

Adab Berada di Masjid

Bagikan Artikel Ini Ke