Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Jamaah”

Pertanyaan;

Apa hukum berjabat tangan setelah shalat jamaah?

Jawaban;

Berjabat tangan hukumnya sunnah dilakukan oleh sesama mslim. Berjabat tangan kepada sesama Muslim adalah perkara yang terpuji dan disukai dalam Islam. Dengan perbuatan ini hati kaum Muslimin dapat saling bersatu dan berkasih sayang di antara mereka. Sunnah ini sudah lama diamalkan oleh para sahabat Nabi, ketika mereka bertemu dan berpisah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ وَإِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ الْأَجْلَحِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

 “Dari Al Barra` bin ‘Azib ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim yang bertemu kemudian saling berjabat tangan, kecuali dosa keduanya akan diampuni sebelum berpisah.” (Hadits Riawayat Tirmidzi Nomor 2651)

Berdasarkan hadits tersebut sangat jelas bahwa hukum berjabat tangan hukumnya sunnah secara mutlak. Maksudnya adalah kesunnahan seorang muslim berjabat tangan dengan saudaranya berlaku saat berjumpa maupun mau berpisah, dan di dalam masjid maupun di luar masjid, serta juga diperbolehkan kaum muslimin berjabat tangan sesaat setelah shalat berjamaah dilaksanakan, berdasarkan keumumam perintah Nabi dalam hadits tersebut.

Di samping itu pula tidak ada satupun dalil yang mengatakan akan larangan dan keharaman berjabat tangan setelah shalat berjamaah. Jadi, bila tidak ada dalil yang melarangnya maka akan berlaku kaidah fikih, yaitu; Dalil sebuah amalan diperbolehkan disebabkan tidak adanya dalil yang melarangnya. Dan dilarang membatas-batasi perkara dan amalan yang sifatnya umum.

Baca juga;

Adab Pergi ke Masjid

Adab Berada di Masjid

Bagikan Artikel Ini Ke